• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kesetaraan Gender dalam Kacamata Politik Global
Berita Kegiatan

Kesetaraan Gender dalam Kacamata Politik Global

Kesetaraan gender selalu menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Seperti belum lama ini, Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar diskusi bertema “The Role of Man in Global Politics of Gender Equality”. Diskusi secara live di kanal youtube Department of International Relations UII itu diadakan pada Sabtu (13/6). Latar belakangnya adalah karena banyaknya isu perempuan yang sangat kompleks dan masih terjadinya ketidakadilan terhadap perempuan di berbagai tempat.

Dosen HI UII, Karina Utami Dewi, M.A. selaku moderator membuka diskusi dengan meminta para narasumber menyampaikan pendapatnya tentang keadilan gender menurut laki-laki. Kebetulan semua pemateri adalah laki-laki.

M. Rezky Utama, M.Si, salah seorang pemateri menyebut feminisme dalam isu gender telah mengubah persepsi wanita untuk menggantikan posisi laki-laki. menurutku disini kita masih bisa melihat di dunia ini bahwa masih banyak yang tidak percaya bahwa wanita dapat menggantikan pria.

“Kita bisa melihat ketika feminisme ditafsirkan agak berlebihan. Contohnya ketika perempuan harus bisa setara dengan laki-laki dalam artian bisa mengambil semua jabatan laki-laki. Namun di sisi lain, di berbagai tempat masih banyak stigma turun temurun mengenai perempuan yang tidak dianggap adil cara pandangnya. Seperti di Meksiko ketika kepala negaranya dinilai kurang peduli terhadap kesetaraan gender”, imbuhnya.

Meski demikian, ia juga melihat di tempat lain masih lekat pandangan yang menilai perempuan yang hanya berdiam di rumah sebagai sesuatu yang mulia. “Mereka berdiam di rumah karena harus mendidik anak-anaknya. Ibu menjadi pendidik pertama bagi anak. Banyak perempuan di Arab Saudi yang meskipun telah mengemban pendidikan tinggi lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Menurut saya ada hubungan sejarah yang berbeda sehingga terdapat perbedaan pula dalam memandang isu kesetaraan gender”, jelasnya.

Ia mencontohkan Israel sebagai negara maju yang memiliki deretan kaum perempuan yang duduk di jabatan strategis pemerintahan. Menurutnya, meski Israel maju dalam kesetaraan gender, namun perceraian menurut agama tertentu di sana berada di tangan suami. “Kita bisa melihat ketika ada kasus kekerasan dalam rumah tangga, maka tidak bisa langsung bercerai ketika suami tidak mau menceraikan istrinya”, jelasnya.

Berbeda dengan pemateri sebelumnya, Zulfikar R, Ph.D. Ia melihat fenomena di negara-negara teluk semenanjung Arab di mana memang kebanyakan wanita bekerja di rumah. Namun, ada fenomena lain yakni kurangnya penghargaan terhadap perempuan yang dirasakan oleh kebanyakan kaum hawa di sana. Hal ini tercermin pada kasus di Qatar yang menyuarakan gerakan kesetaraan gender. Meski pemerintah Qatar mulai memberi ruang perempuan di posisi-posisi strategis, seperti jabatan Menteri yang ditempati oleh wanita.

Namun demikian, di sana mereka masih merasa bahwa wanita belum bisa ditempatkan benar-benar setara dengan lelaki. Ada sejarah panjang antara lelaki dan perempuan, dan secara global peran wanita memang jarang diceritakan tidak sebanyak lelaki sehingga hal ini juga menjadi sudut pandang tersendiri bahwa wanita kurang mendapatkan apresiasi.

Ia pun membandingkan Qatar dan Tiongkok memiliki kesamaan yakni belum optimal dalam menerapkan kesetaraan gender. Kedua negara baru sebatas mengakomodasi isu tersebut dalam bidang pembuatan hukum atau aspek litigasi, sementara aspek penerapan di lapangan masih perlu banyak peningkatan. (FNJ/ESP)

17 Juni 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/06/kesetaraan-gender-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-06-17 21:29:532020-06-17 21:31:49Kesetaraan Gender dalam Kacamata Politik Global

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Arsitek dalam Struktur Birokrasi Link to: Arsitek dalam Struktur Birokrasi Arsitek dalam Struktur Birokrasi Link to: Arsitektur UII Raih Akreditasi Nasional BAN-PT Level Tertinggi Link to: Arsitektur UII Raih Akreditasi Nasional BAN-PT Level Tertinggi Arsitektur UII Raih Akreditasi Nasional BAN-PT Level Tertinggi Scroll to top Scroll to top Scroll to top