• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kontribusi Institusi Pendidikan Tinggi Islam dalam Pengembangan Sains
Berita Kegiatan

Kontribusi Institusi Pendidikan Tinggi Islam dalam Pengembangan Sains

Mindset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII) menggelar sarasehan virtual dalam rangka Milad FMIPA UII Ke- 26 pada Sabtu (6/10). Mengusung tema “Kontribusi Institusi Pendidikan Tinggi Islam dalam Pengembangan Sains di Indonesia”, sarasehan mengundang Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. selaku pembicara yang juga merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mengawali acara, Prof. Riyanto., S.Pd., M.Si., Ph.D., menyebut bahwa sains dan perkembangannya merupakan faktor penting dalam parameter kemajuan bangsa. Dalam sambutannya, Prof. Riyanto menerangkan bahwa sains juga sangat diperlukan dalam mengatasi beberapa krisis yang terjadi. “Krisis energi, kesehatan, hingga ketergantungan Indonesia pada bahan baku obat impor membutuhkan solusi. Di sinilah peran dari Ilmu-ilmu sains sangat diperlukan dalam menangani krisis, terutama untuk kemajuan di negara kita ini,” terang Riyanto.

Berlanjut pada acara inti, Gunawan mengawali dengan fakta historis kontribusi ilmuwan muslim sangat besar pada masa kejayaan Islam (650-1250 M). Akan tetapi, kenyataan yang terjadi di abad ke 20 ini tradisi keilmuan global justru berasal dari dunia barat dan hilirisasinya berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan. “Ini yang kemudian kita lihat bahwa seolah-olah ada semacam hegemoni kemajuan berpikir bangsa barat (perguruan tinggi non-Islam) dibanding perguruan tinggi Islam,” terang Gunawan.

Padahal Islam justru memiliki pengaruh dan kontribusi besar pada pengembangan sains. Gunawan mencontohkan ayat-ayat Al-Quran yang di dalamnya menjelaskan fenomena sains seperti pertemuan dua air laut yang menyatu dan kemunculan api di dasar laut. Kedua fenomena tersebut bagi Gunawan merupakan pintu masuk kontribusi Islam yang dapat dibuktikan pada pengembangan Sains. Selain itu, masih begitu banyak fenomena sains lain yang juga dijelaskan dalam Kalam Allah seperti garis edar tata surya, ledakan raksasa (Big Bang), terbentuknya air hujan, sungai dasar laut, sidik jari dan lain-sebagainya.

Untuk itu, Gunawan sangat berharap bahwa hegemoni kemajuan barat tidak perlu untuk disanjung berlebihan. Karena pada faktanya, metode sains dalam Islam justru telah sempurna. “Sumber inspirasi pengembangan sains Islam adalah Alloh. Yang kemudian kita melihat ada tiga sumber yang diturunkan yaitu Al-Quran, Sunah, dan manifestasinya dengan ‘iqro’ lihat dan bacalah fenomena alam”, tandasnya.

Dengan dasar keimanan pada Al-Quran dan Sunah Nabi, maka terbentuklah akal manusia yang dalam proses berpikirnya terbagi menjadi dua yaitu proses Kauliyah (wahyu/literasi) dan proses Kauniyah (kejadian/fenomena). “Mari kita kembangkan di sini saja, masih banyak khazanah Islam yang bisa kita jadikan objek pengembangan pemikiran” Gunawan menekankan.

Lebih lanjut, Gunawan mengakhiri presentasinya dengan menjelaskan filsafat sains-teknologi Islam. Dengan membeberkan ontologi, epistimologi, dan aksiologinya, ia berharap dengan pemahaman ini Integrasi antara Islam dan Ilmu bisa didekati dengan empat kerangka komprehensif pengembangan keislaman yaitu Iman sebagai struktur dunia, ilmu sebagai struktur pengetahuan, fiqih sebagai struktur nilai, dan kekhalifahan sebagai struktur manusia. (IAA/RS)

8 November 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/03/Gedung-FMIPA-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-11-08 14:06:062021-11-19 14:08:03Kontribusi Institusi Pendidikan Tinggi Islam dalam Pengembangan Sains

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Dosen UII Kembali Masuk ke Jajaran 2% Ilmuwan Berpengaruh Dunia Link to: Dosen UII Kembali Masuk ke Jajaran 2% Ilmuwan Berpengaruh Dunia Dosen UII Kembali Masuk ke Jajaran 2% Ilmuwan Berpengaruh DuniaTop 2% World Ranking Scientists UII Link to: Blended Learning, Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam Link to: Blended Learning, Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam Blended Learning, Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam Scroll to top Scroll to top Scroll to top