,

Mahasiswa UII Raih Penghargaan Bergengsi Sayembara Design Arsitektur

Mahasiswa Arsitektur UII meraih penghargaan istimewa dalam sayembara design bergengsi tingkat Asia. Nizar C Trihanasia bersama dengan tim meraih penghargaan Merit Award dalam acara Future Arc Prize 2017. Tim dari UII beranggotakan Nizar Caraka Trihanasia, Kartini Lestari Irianto, Yushna Septian Adyarta dan Muhammad Alim Hanafi. Acara yang sudah ke sepuluh kalinya dihelat ini diadakan di Hotel Vermont, Jakarta, Indonesia.

Pelaksanaan kompetisi yang disponsori oleh BCI Group of Companies ini berlangsung dari bulan September 2016 sampai Maret 2017. Sayembara kali ini mengambil tema “Envisage an Architecture for the Common Good”.

Pengambilan tema pada acara ini diharapkan dapat membangun sebuah jaringan arsitektur di suatu kawasan demi menaungi komunitas yang ada di sana. “Jadi selama ini cenderungnya karya arsitektur itu berdiri sendiri-sendiri namun kurang memperdulikan kawasan sekitar. Kita ditantang untuk menciptakan suatu jaringan arsitektur yang terkoneksi ke sosial, ekonomi, fisik, dan lainnya.” Tutur Nizar kepada Tim Humas UII

Sayembara menggunakan skala lingkup internasional dan diikuti oleh mahasiswa seluruh dunia namun kawasan yang difokuskan adalah Asia. Dalam acara ini juga terbagi menjadi dua kategori yakni Profesional dan Student (S1, S2, S3). Tim dari UII masuk dalam kategori Student.

Sistem perlombaan dalam kompetisi ini bersifat tatap muka dan non tatap muka dengan beberapa tahap. Pertama, pengumpulan design yang akan dilombakan secara online ke pihak BCI Asia, kemudian seleksi oleh beberapa juri dari praktisi maupun kalangan profesional. Kedua, pengumuman penerima penghargaan.

“Sebenarnya saya mengintegrasikan lomba ini dengan tugas kuliah saya, jadi temanya kami mengambil dari sebuah dusun di sekitar Kalicode bernama dusun Ratmakan. Proyek ini sebenarnya menjelaskan tentang penataan wawasan kampung Ratmakan ini nantinya bisa dikembangkan seperti apa” Tutur Nizar kepada tim Humas UII

Sebelumnya Nizar juga sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan pada tahun 2014 sebagai juara 3 sayembara Culture Centre, Juara 2 Provinsi design gapura di daerah KKN dan Juara 1 Sayembara Design Wismakharman Expo (WEX) dan Honorable Mention dalam International Youth Design di Hongkong.

Waktu dan kesempatan merupakan kendala terbesar Nizar dalam mengembangkan prestasinya. Kesibukan sebagai Asisten Laboratorium Arsitektur Digital dan Asisten dosen mata kuliah studi perancangan arsitektur. Selain itu kesulitan untuk mencari teman yang mampu bekerja sebagai teamwork.

“Harapan terbesar saya teman-teman lebih senang untuk mengikuti sayembara. Sangat disayangkan jika sayembara tidak dimanfaatkan sebagai ajang promosi bakat individu maupun universitas. Selain itu mahasiswa diusahakan dapat bekerja multidisplin atau dapat bekerja sama dengan studi lain untuk mengerjakan proyek”, tutupnya. (BKP)