• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membangun Ekosistem Inovasi Mahasiswa
Berita Kegiatan

Membangun Ekosistem Inovasi Mahasiswa

Student Festival UII (StuFest UII) kembali menghadirkan talkshow bertema menarik yakni “Hilirisasi Inovasi Mahasiswa” yang diadakan pada Sabtu (13/11). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui YouTube tersebut, dipandu langsung oleh mahasiswa berprestasi jurusan Psikologi, Aura Nabila. Acara talkshow ini juga menghadirkan dua pembicara, Amaria Dilla Sari, S.T., M.Eng., Kepala Divisi Pengembangan Kewirausahaan Simpul Tumbuh UII, dan Hasyim Abdullah S.T, alumni UII sekaligus CEO Startup Algist. 

Dalam perkenalannya, Hasyim membagikan pengalamannya yang berhasil mendapatkan medali emas dan medali perunggu dalam kompetisi PIMNAS 2018. Dari berbagai pengalamannya yang banyak terkait dengan bidang ristek dan teknologi, inilah yang membuatnya bersemangat untuk terus berinovasi dan berkarya. Hilirisasi sendiri, kata Hisyam, bisa dikatakan sebagai proses mendekatkan hasil riset dan inovasi kepada penggunanya.

Menurutnya, untuk mengembangkan inovasi di dunia luar hal yang perlu dilakukan adalah jangan terlebih dahulu terfokus pada industrinya. Melainkan bagaimana menjadikan ekosistem riset atau mindset riset itu terbentuk. Kemudian, untuk hilirisasinya adalah mengembangkan mindset riset yang sudah terbentuk tersebut difokuskan kepada industrinya. 

Contohnya, yaitu dengan memikirkan produk yang akan dibuat dengan menyesuaikan riset pasar yang telah dilakukan. Ia menambahkan, bahwa sangat penting dilakukan mengetahui masalah yang sedang muncul di kehidupan sekitar untuk dijadikan ide atau gagasan dalam mengawali sebuah inovasi.

Sementara, Amaria Dilla Sari sebagai speaker kedua menjelaskan bahwa adanya Direktorat Simpul Tumbuh ini sebagai salah satu upaya mengembangkan ekosistem entrepreneur university.

Pihaknya cukup konsen mendukung program-program yang berkaitan dengan kewirausahaan, seperti IBISMA dan LSP UII. IBISMA sendiri bergerak dalam program pendampingan startup dari awal hingga mempertemukannya dengan beberapa mitra. 

Sebagai akademisi, Amaria menyampaikan bahwa saat ini startup di bidang pendidikan sangat berkembang pesat. Ia juga mencontohkan aplikasi Halodoc, sebagai salah satu contoh produk startup digital di bidang kesehatan. “Sedangkan untuk startup di bidang pariwisata, perlu sekali adanya inovasi-inovasi yang ditumbuhkan terutama dalam kondisi pandemi seperti ini”, tambahnya.

Setelah sesi panel diskusi berakhir, Aura, mempersilahkan para narasumber untuk memberikan beberapa motivasinya bagi para mahasiswa agar memiliki jiwa semangat berkarya dan mengembangkan inovasinya sebagai penerus bangsa. 

Para pembicara pun sepakat menekankan peluang dan pengalaman adalah hal yang sangat penting untuk digali, dicoba, dan dipelajari. Sebagai generasi muda yang memasuki industri 5.0 ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada dan sekecil apapun untuk dicari pengalamannya sebagai bekal di masa depan nanti. Mahasiswa saat ini luar biasa karena mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru terlebih di masa pandemi. Oleh karena itu, diharapkan mereka tidak mudah mengeluh di suatu kondisi apapun dan mampu mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada. (KNR/ESP)

15 November 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/11/Membangun-Ekosistem-Inovasi-Mahasiswa.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-11-15 09:40:242021-11-19 09:43:29Membangun Ekosistem Inovasi Mahasiswa

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Meminimalisir Risiko dengan Asuransi Syariah Link to: Meminimalisir Risiko dengan Asuransi Syariah Meminimalisir Risiko dengan Asuransi SyariahPernyataan Sikap UII Link to: Shelter Covid-19 UII Dinonaktifkan Link to: Shelter Covid-19 UII Dinonaktifkan Shelter Covid-19 UIIShelter Covid-19 UII Dinonaktifkan Scroll to top Scroll to top Scroll to top