• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mengenal Cedera dan Pemulihan Atlet Olahraga Bola Basket
Berita Kegiatan, Pilihan

Mengenal Cedera dan Pemulihan Atlet Olahraga Bola Basket

Atlet bola basket memiliki kemampuan kapasitas aerobik lebih tinggi daripada orang biasa. Khususnya pemain guard akan memiliki kapasitas aerobik lebih tinggi dari posisi lainnya seperti center (tengah). Namun, kapasitas aerobik tersebut tidak lantas berhubungan dengan performa atlet di lapangan. Sebagaimana dituturkan dr. Andi Kurniawan, Sp. KO, anggota Tim dokter Satria Muda Basketball Club (2008-2015) dalam acara Webinar Kesehatan yang diselenggarakan oleh UKM Bola Basket Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) pada Minggu (05/12).

dr. Andi menjelaskan jika kapasitas aerobik nanti akan lebih berperan saat pemulihan. Sedangkan performa atlet akan lebih dipengaruhi oleh kapasitas anaerobik yang meliputi kecepatan, lompat vertikal, dan kegesitan.

Menurut dr. Andi, seorang atlet bola basket membutuhkan kekuatan otot ekstremitas bawah lebih kuat dari melebihi atlet sumo. Hal tersebut akan sangat mempengaruhi atlet saat melakukan gerakan boxing out. Dia menambahkan seorang pemain basket juga harus memiliki kemampuan melompat dan mendarat yang baik karena dalam satu permainan pria bisa melakukannya 46-52 kali. “Pada perempuan akan lebih sedikit sekitar 19-42 kali,” jelasnya.

Saat bermain, detak jantung atlet akan berada di antara 161-186x/menit dan dalam satu kali permainan atlet akan sprint sekitar 25 km. “Latihan lebih baik sprint daripada ketahanan yang justru akan menyebabkan overuse atlet,” jelasnya.

Cedera yang paling sering dialami oleh atlet bola basket adalah pergelangan kaki baru disusul oleh sumsum tulang belakang dan lutut. Berdasarkan data riset atlet laki-laki lebih sering mengalami cedera.

“Khususnya di Indonesia, justru cedera lutut paling banyak dialami,” ungkapnya. Ia menambahkan jika cedera pergelangan kaki sebetulnya paling banyak dialami oleh atlet di Indonesia. Namun, pengaruh kultur yang menganggapnya hanya keseleo sehingga biasanya tidak akan dirujuk ke rumah sakit.

Dia menekankan pada kasus cedera ligamen krusiat anterior (ACL) yang bertanding di NBA (National Basketball Association) biasanya nanti akan mengalami penurunan performance dan biasanya tidak akan bisa bertanding lagi. “Perawatan cedera harus mampu mengembalikan anatomi, fungsi, dan performa atlet seperti semula,” jelasnya.

Proses perawatan cedera dikatakan optimal menurutnya adalah saat atlet bisa kembali untuk bertanding baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jangan sampai satu minggu setelah pemulihan ia kembali terkena cedera baru. Dijelaskan oleh dr. Andi jika belum benar sembuh namun dipaksa bertanding dan muncul cedera baru maka akan memperparah cedera lama dan akan lebih berisiko untuk mengalami komplikasi.

Salah satu poin yang menunjukkan proses penyembuhan yang optimal adalah saat sudah tidak ditemukan pembengkakan atau kemerahan di bekas cedera. Selain itu, kestabilan psikologis atlet juga sudah baik. “Penyembuhan dari sisi psikologis harus dilakukan secara bertahap,” pungkas dr. Andi. (UAH/ESP)

7 Desember 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/cool-black-man-doing-sports-playing-basketball-sunrise-jumping.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-12-07 15:55:132021-12-28 15:59:12Mengenal Cedera dan Pemulihan Atlet Olahraga Bola Basket

Berita Terakhir

  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Penyandang Disabilitas Berhak Mendapat Akses Keadilan Link to: Penyandang Disabilitas Berhak Mendapat Akses Keadilan Penyandang Disabilitas Berhak Mendapat Akses Keadilan Link to: Avoiding Cul-de-Sac Link to: Avoiding Cul-de-Sac Avoiding Cul-de-Sac Scroll to top Scroll to top Scroll to top