• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mengenang 11 Tahun Meletusnya Gunung Merapi
Berita Kegiatan

Mengenang 11 Tahun Meletusnya Gunung Merapi

Pernyataan Sikap UII

Tim Bantuan Medis Mahasiswa TBMM HUMERUS Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) menggelar acara webinar Desa Tanggap Bencana pada Sabtu (6/11) dalam rangka mengenang sebelas tahun pasca kejadian Gunung Merapi meletus pada 5 November 2010 silam.

Kembali pada 11 tahun yang lalu Gunung Merapi adalah gunung api aktif mengalami erupsi mulai 26 Oktober 2010 pukul 17.02 dengan beberapa kali memuntahkan material gunung hingga diiringi awan panas dan banjir lahar dingin sampai jarak 14 kilometer. Hingga akhirnya pada tanggal 5 November terjadi letusan yang terdengar di tiga kota yakni Yogyakarta, Magelang, dan Wonosobo.

“Letusan Merapi sebesar itu berdampak pada sektor permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, hingga masalah kesehatan mental,” tutur Vequentina Puspa Indah, M. Psi, Psi seorang Psikolog.

Indah menjelaskan jika Indonesia berada dalam “Ring of Fire” dan lereng Gunung Merapi termasuk yang paling padat di dunia. Alasan warga tetap memilih untuk tinggal disana adalah karena tempatnya yang subur. Pekerjaan masyarakat di sekitar lereng kebanyakan adalah petani dan merasa diuntungkan dengan kondisi tanah yang cocok untuk bertani.

Tidak dipungkiri jika bencana alam akan meninggalkan jejak kenangan yang kurang mengenakan hingga menimbulkan perasaan rasa cemas, takut, kesedihan, dan trauma. Menurut Indah orang yang mengalami langsung peristiwa tersebut lebih berpotensi mengalaminya.

“Korban yang kehilangan keluarga maupun harta benda sebagian besar akan mengalami gangguan kesehatan jiwa,” katanya.

Indah menjelaskan kesehatan jiwa adalah bentuk perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain, dan mempunyai rasa positif terhadap diri sendiri serta orang lain.

Orang yang sehat jiwa akan merasa nyaman terhadap dirinya sendiri. Berbagai perasaan seperti marah, takut, cemas datang silih berganti tiap hari. “Rasa kecewa biasa muncul, orang sehat jiwa akan mampu mengatasi perasaan tersebut,” katanya.

Orang sehat jiwa akan mampu mencintai dan menerima cinta dari orang lain. Namun, menurut Indah ada beberapa orang yang kesulitan untuk mencintai karena pernah dikhianati sehingga mengeneralisir jika semua orang jahat. Orang sehat jiwa akan mampu menjaga jarak dengan hal-hal yang sekiranya akan membuat dirinya tidak nyaman namun tetap bersosial untuk memiliki pertemanan yang sehat.

“Sepanjang hidup manusia akan memiliki banyak fase kesehatan jiwa,” kata Indah. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kita selalu menjaga dengan siapa kita bergaul. Orang yang bergaul di lingkungan yang sehat dan jujur akan memiliki tingkat sehat jiwa yang lebih tinggi daripada orang yang tinggal di lingkungan pembohong dan jorok.

“Kita adalah apa yang kita masukkan ke diri kita,” kata Indah. Menurutnya, termasuk apa yang kita makan, apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, apa yang kita pilih. Oleh karena itu, sehat jiwa merupakan hasil dari banyak aspek yang kompleks. (UAH/RS)

8 November 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-11-08 14:13:422021-11-19 14:15:55Mengenang 11 Tahun Meletusnya Gunung Merapi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Blended Learning, Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam Link to: Blended Learning, Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam Blended Learning, Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam Link to: Persiapan Haji dan Umroh Pasca Pandemi Covid-19 Link to: Persiapan Haji dan Umroh Pasca Pandemi Covid-19 Jiwa mukmin - UII - berita kontrol kehamilanPersiapan Haji dan Umroh Pasca Pandemi Covid-19 Scroll to top Scroll to top Scroll to top