Microcredential BIM Dorong Inovasi dan Adopsi Teknologi Digital di Profesi Arsitek

Pusat Studi Pusat Inovasi Konstruksi Digital (PIKD) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) UII dan Institut BIM Indonesia (IBIMI) menyelenggarakan kegiatan Yudisium Microcredential Building Information Modeling (BIM) pada Senin (29/12) di Auditorium Gedung Moh. Natsir Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Kampus Terpadu UII.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian program Microcredential BIM yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi profesional arsitek dalam menghadapi transformasi digital industri konstruksi. Selama program berlangsung, para peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai penerapan BIM dalam praktik profesi arsitek, mencakup pengelolaan proyek, proses desain, serta kolaborasi lintas disiplin dalam lingkungan digital. Dekan FTSP UII, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguasaan BIM merupakan kebutuhan strategis bagi arsitek masa depan. “Kolaborasi antara akademisi, profesi, dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi konstruksi digital,” ujarnya.

Ketua Program Studi PPAr UII, Dr. Ar. Yulianto P. Prihatmaji, S.T., M.T., IPM., IAI. menegaskan bahwa program microcredential ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PPAr UII dalam memperkuat relevansi pendidikan profesi dengan kebutuhan praktik nyata. “BIM bukan lagi pilihan, melainkan kompetensi utama yang harus dimiliki arsitek profesional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi PIKD UII, Ir. Vendie Abma, S.T., M.T., IPM, menyampaikan harapannya agar program Microcredential BIM ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi katalis inovasi. “Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat terus berinovasi dan menjadi garda terdepan dalam adopsi teknologi BIM di Indonesia,” ungkapnya. Ketua IBIMI, Ar. M. Kharis Alfi S., S.T., M.T., IAI, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara institusi pendidikan dan asosiasi profesi. Menurutnya, program ini menjadi contoh konkret penguatan ekosistem BIM nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Achmad Irsan selaku Koordinator Pengampu Kelas Kredensial Mikro BIM, yang memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan aplikatif sesuai kebutuhan praktik profesional. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya kepada Ketua IAI DIY Ar. Erlangga Winoto, IAI, AA, atas kehadiran dan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

Melalui kegiatan yudisium Microcredential BIM ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan lembaga pelatihan untuk terus mendorong transformasi digital dan meningkatkan daya saing arsitek Indonesia di tingkat nasional maupun global.(VA/AHR/RS)