• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pondok Pesantren UII Gelar Wisuda Santri dan Seminar Internasional
Berita Kegiatan, Pendidikan, Pilihan

Pondok Pesantren UII Gelar Wisuda Santri dan Seminar Internasional

Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (PP UII) menggelar beberapa rangkaian acara spesial yang berlangsung di UC Hotel UGM pada Sabtu (21/5). Rangkaian acara tersebut adalah Halal bi halal keluarga besar PP UII, Wisuda Akhirussanah Angkatan 2017, dan ditutup dengan acara seminar internasional. Acara ini dihadiri oleh Direktur PP UII, Direktur Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) UII, Pengasuh PP UII, para pengajar di PP UII dan seluruh santri PP UII. 

Direktur PP UII, Dr. Drs. H. Asmuni Mth. MA dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas diadakannya beberapa rangkaian acara tersebut. Acara Wisuda Akhirussanah PP UII menjadi sejarah kali pertamanya PP UII memberikan acara seremonial yang meriah setelah sekian tahun lama nya tidak mengadakan acara seremonial pelepasan santri UII. 

Ia mengatakan bahwa santri yang berada di PP UII ini merupakan anak ideologis UII. UII ingin agar lulusan santri PP-nya menjadi sosok yang menebar nilai-nilai islam yang rahmatan lil ‘alamin (membawa rahmat bagi seluruh alam).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa santri UII merupakan anak-anak yang didik menjadi generasi ‘mujtahidin’. Generasi yang dengan bersusah payah dan bekerja keras untuk mendapatkan ilmu dan berusaha memperoleh keberkahan dari ilmu tersebut. 

Pengasuh PP UII, Al-Ustaz Dr. Suyanto M.S.I., M.Pd dalam sambutannya memberikan wejangan kepada para santri, “Santri-santriku, kalian termasuk orang-orang pilihan yang dapat bergabung bersama menjadi bagian dari keluarga besar PP UII. UII tidak meminta banyak dari kalian, walaupun UII telah memberikan banyak hal untuk kalian. UII hanya meminta kepada kalian agar kelak menjadi anak-anak yang selalu menebar kebaikan dan bermanfaat untuk orang lain” ujarnya.

Dalam pelaksanaan wisuda juga di isi dengan penyampaian sambutan dari perwakilan wisudawan, Husna Amalia, mengungkapkan rasa syukurnya telah menjadi bagian dari keluarga besar PP UII. Ia pun juga berterima kasih kepada para asatidz yang dengan kesabarannnya dalam mendidik.

Akhir kata, Husna berpesan kepada adik-adik tingkat agar selalu semangat dalam menuntut ilmu. “Sebagai santri, kita harus mencoba kemampuan puncaknya untuk berprestasi. Karena seseorang yang tidak pernah mencoba dan tidak memaksimalkan kemampuan puncaknya, maka ia tidak akan mencapai titik kesuksesan yang tinggi” ungkapnya.

Kemudian acara dilanjut dengan Seminar Internasional dengan dihadirkan seorang Syeikh dari Mesir bernama Mohamed Kotb Hussein Hassan Zakzouk. Beliau menyampaikan pembahasan terkait problematika yang muncul saat ini dan menjadi tantangan umat Islam. Anggapan adanya pemikiran terorisme dalam ajaran Islam itulah yang menyebabkan munculnya fenomena Islamophobia. 

Kadangkala pemikiran tersebut muncul dari umat Islam itu sendiri, yaitu umat Islam yang belum menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya. Namun pada hakikatnya ajaran Islam merupakan ajaran yang indah dan membawa kedamaian. 

Selanjutnya di akhir acara Syeikh Hussein mengutip sebuah hadis sahih yang artinya; “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”. Dari hadis tersebut ia berpesan agar pentingnya umat muslim dalam mendalami ajaran Islam dengan baik. Melalui itu nantinya dapat menebar nilai-nilai Islam dengan kedamaian dan menghilangkan stigma Islamophobia. (A/HM/ESP)

23 Mei 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/05/Pondok-Pesantren-UII-Gelar-Wisuda-Santri-dan-Seminar-Internasional.jpg 450 708 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-05-23 11:28:202024-07-23 08:39:35Pondok Pesantren UII Gelar Wisuda Santri dan Seminar Internasional

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mahadata (Tuna) Nilai Link to: Mahadata (Tuna) Nilai Mahadata (Tuna) Nilai Link to: Cendekiawan Perlu Menjadi Perekat Keragaman Link to: Cendekiawan Perlu Menjadi Perekat Keragaman Cendekiawan Perlu Menjadi Perekat Keragaman Scroll to top Scroll to top Scroll to top