• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / PSAD Gelar Diskusi Online Bahas Strategi Indonesia Hadapi Perang Tarif...
Berita Kegiatan

PSAD Gelar Diskusi Online Bahas Strategi Indonesia Hadapi Perang Tarif Global

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PSAD) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan diskusi daring sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam merespons isu-isu global yang berdampak langsung terhadap kebijakan nasional. Diskusi bertajuk “Membaca Tantangan dan Arah Kebijakan Indonesia dalam Menghadapi Perang Tarif Global” ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Rabu (30/04) , dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga pegiat masyarakat sipil.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII, serta Enggar Furi Herdianto, S.IP., M.A., Dosen Hubungan Internasional UII. Diskusi dimoderatori oleh Dr. Aidha Trisanty, S.E., M.M., dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII.

Dalam pemaparannya, Prof. Edy Suandi Hamid menjelaskan bahwa apa yang disebut sebagai “perang tarif global” sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai perang dagang bilateral antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Namun demikian, ia menegaskan bahwa dampaknya bersifat sistemik dan menjalar ke berbagai negara lain, termasuk Indonesia.

“Ketika dua kekuatan ekonomi terbesar dunia berkonflik, negara-negara berkembang seperti Indonesia berada di posisi yang rawan terkena imbasnya. Sektor ekspor yang semula tumbuh positif kini menghadapi tantangan besar akibat kebijakan tarif yang diterapkan sepihak,” ungkap Prof. Edy.

Prof. Edy mencontohkan bagaimana sektor-sektor manufaktur Indonesia, seperti tekstil, alas kaki, dan komoditas karet, mengalami penurunan permintaan karena masuknya hambatan tarif di pasar utama seperti Amerika Serikat. Akibatnya, terjadi pengurangan produksi dan pemutusan hubungan kerja di sejumlah industri padat karya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Edy menawarkan strategi diversifikasi pasar ekspor ke kawasan nontradisional seperti Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Menurutnya, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Tiongkok. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menguatkan pasar domestik melalui peningkatan konsumsi produk dalam negeri dan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah.

Sementara itu, narasumber kedua, Enggar Furi Herdianto, menyoroti persoalan dari perspektif hubungan internasional. Enggar menjelaskan bahwa perang tarif yang terjadi saat ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap sistem tata kelola perdagangan global yang selama ini dibangun melalui institusi seperti World Trade Organization (WTO).

“Dalam situasi ini, negara-negara besar cenderung mengambil langkah unilateral dan mengabaikan mekanisme multilateral. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara seperti Indonesia yang selama ini menggantungkan kestabilan ekonomi pada keterbukaan pasar internasional,” jelas Enggar.

Enggar menekankan pentingnya posisi Indonesia sebagai middle power atau kekuatan menengah yang memiliki peluang untuk memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia mendorong pemerintah untuk lebih aktif dalam forum-forum regional seperti ASEAN, APEC, dan RCEP, guna memperkuat posisi tawar Indonesia serta memperjuangkan sistem perdagangan yang lebih adil dan inklusif.

Lebih lanjut, Enggar juga menyoroti perlunya reformasi internal, termasuk penyederhanaan prosedur ekspor-impor, perbaikan tata kelola perdagangan, dan peningkatan perlindungan terhadap tenaga kerja, sebagaimana tercermin dalam laporan United States Trade Representative (USTR) yang beberapa kali menyoroti hambatan struktural di Indonesia.

Pusat Studi Agama dan Demokrasi UII berkomitmen untuk terus mengangkat isu-isu strategis melalui forum-forum ilmiah seperti ini.  Diskusi ini menjadi bagian dari komitmen PSAD UII dalam mendorong kajian kebijakan yang strategis. Melalui forum ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan kritis dan konstruktif yang dapat memperkaya diskursus kebijakan publik nasional, khususnya dalam menyikapi dinamika global yang terus berubah. (ELKN/AHR/RS)

1 Mei 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/05/Diskusi-PSAD.jpg 738 1168 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-05-01 16:41:162025-05-05 17:15:16PSAD Gelar Diskusi Online Bahas Strategi Indonesia Hadapi Perang Tarif Global

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: CILACS UII Adakan Studi Ekskursi BIPA untuk Mahasiswa Internasional Link to: CILACS UII Adakan Studi Ekskursi BIPA untuk Mahasiswa Internasional CILACS UII Adakan Studi Ekskursi BIPA untuk Mahasiswa Internasional Link to: UII Perkuat Jangkauan Global Melalui Misi Akademik ke Uzbekistan Link to: UII Perkuat Jangkauan Global Melalui Misi Akademik ke Uzbekistan UII Perkuat Jangkauan Global Melalui Misi Akademik ke UzbekistanUII Perkuat Jangkauan Global Melalui Misi Akademik ke Uzbekistan Scroll to top Scroll to top Scroll to top