Relawan Ramadhan DHM UII Sukses Selesaikan Pengabdian di Dusun Binaan

Dakwah Hijrah Mahasiswa, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dibawah naungan Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia telah tuntas selesaikan program kerja pengabdian masyarakat bernama Relawan Ramadhan. Program ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari Catur Dharma, yaitu program mengajar mengaji anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an sekaligus menjadi imam shalat tarawih dan pengisi kultum di 7 dusun binaan DHM pada bulan Ramadhan.

Kegiatan penarikan terhadap 70 mahasiswa Relawan hari ini dilakukan sebagai bentuk penutupan dari rangkaian kegiatan pengabdian selama 17 hari selama bulan Ramadhan di dusun binaan DHM, yang dilakukan pada Jum’at (6/3) di Masjid Arrahmaan di Dusun Bayan, Girikerto, Turi, Sleman. Acara penarikan Relawan Ramadhan diisi dengan acara utama yakni kajian dengan materi: “Makna Nuzulul Qur’an sebagai Landasan Keikhlasan dan Ukhuwah di Bulan Ramadhan” yang dibersamai oleh Saiful Aziz Albantany, S.H., M.H., dosen Program Studi Ahwal Syakhshiyah UII. 

Sebagai perwakilan sambutan dari DPPAI, Tian Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan terimakasih kepada pengurus takmir dan perangkat desa yang sudah memfasilitasi mahasiswa UII untuk belajar bermasyarakat dan berdakwah secara nyata di lapangan. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Relawan Ramadhan yang dengan rela mengisi waktu liburan kuliah dengan berdakwah dan bermanfaat bagi masyarakat desa di sekitar UII. 

“Insyaallah ini akan menjadi pengalaman penting, kita ketahui bahwa pengalaman itu pembelajaran yang paling berharga,” ucap Tian dalam sambutannya. Kegiatan Relawan Ramadhan ini juga dapat menjadi ajang peningkatan aspek spiritual bagi mahasiswa, public speaking, sekaligus mengatur dan mengelola pembelajaran anak-anak di TPA. Di akhir, ia berharap UII dan dusun binaan tetap menjalin silaturahim kedepannya melalui program Relawan Ramadhan ini. 

Sujatmoko, perwakilan takmir dari Masjid Arrahmaan menyampaikan hal yang sama. Ia sangat berterimakasih dan merasa gembira dengan kedatangan mahasiswa UII yang membantu meramaikan kegiatan-kegiatan di Masjid selama bulan Ramadhan. Ia juga menyoroti bahwa kegiatan Relawan Ramadhan ini dapat menjadi latihan bagi mahasiswa untuk terjun ke masyarakat.

Acara selanjutnya adalah penyampaian materi tentang Nuzulul Qur’an, materi ini diambil karena bertepatan dengan malam ke-17 Ramadhan, yaitu malam turunnya Al-Qur’an. Saiful Aziz Albantany, S.H., M.H. sebagai pengisi materi menyinggung tentang keistimewaan malam Lailatul Qadr yaitu malam yang istimewanya melebihi 1000 bulan, “artinya kalau kita beramal sholeh bertepatan dengan malam Lailatul Qadr, misalkan kita shodaqoh sekali 1000 rupiah, sama dengan kita shodaqoh 1000 rupiah selama 1000 tahun,” jelas Saiful. Ia juga memberi perumpamaan bahwa amalan sholeh yg dilakukan di malam Lailatul Qadr pahalanya bahkan melebihi usia rata-rata manusia. 

Menurut penuturannya, malam Lailatul Qadr menjadi rahasia karena Allah ingin agar kita tetap melakukan amal baik setiap harinya di bulan Ramadhan bukan hanya saat malam Lailatul Qadr saja. Ada suatu riwayat bahwa Rasulullah menyebutkan, “carilah malam Lailatul Qadr di malam yg ganjil saja, dalam riwayat lainnya ada yang menyebutkan carilah malam Lailatul Qadr itu di 10 malam terakhir Ramadhan.” ungkap Saiful.

Dengan banyaknya petunjuk yang diberikan oleh Rasulullah mengenai rahasia malam Lailatul Qadr, maka umat muslim beramai-ramai mengejar keistimewaan malam yang mulianya melebihi 1000 bulan. Ia juga sedikit menyinggung tentang keistimewaan membaca Al-Qur’an, dan tingkatan dari mempelajari Al-Qur’an, dari yang hanya membacanya hingga mengamalkan isi Al-Qur’an. 

Acara ditutup dengan doa dan buka bersama warga dusun Bayan. Melalui program ini, Dakwah Hijrah Mahasiswa UII tidak hanya berhasil menjalankan mandat Catur Dharma perguruan tinggi, tetapi juga meninggalkan jejak positif dalam pembinaan karakter generasi muda di pelosok desa. Harapannya, semangat pengabdian yang telah dipupuk selama 17 hari ini dapat terus menyala dalam diri mahasiswa, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi sinergi berkelanjutan antara Universitas Islam Indonesia dengan masyarakat dalam syiar dakwah Islam di masa depan. (NKA/AHR/RS)