,

UII Hadir Dalam Pameran Pendidikan di Barcelona, Spanyol

Universitas Islam Indonesia (UII) terus menunjukkan eksistensi dalam mobilitas global di bidang pendidikan. Salah satunya melalui agenda Europe Association of International Education (EAIE). Acara tahunan EAIA yang ke-32 tersebut dilaksanakan pada tanggal 13-16 September 2022 di Fira Barcelona Gran Via, Spanyol. Dalam kesempatan ini, kehadiran UII diwakili oleh 3 orang yakni Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Kewirausahaan, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D, Ketua Direktorat Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional (DK/KUI), Dr.rer.nat Dian Sari Utami, S.Psi., M.A,  serta kepala Divisi Mobilitas Internasional, Nihlah Ilhami, S.Pd.

Tahun ini bukan merupakan keikutsertaan UII yang pertama pada agenda bergengsi EAIE. Agenda yang berupa pameran pendidikan tinggi tersebut mulai diikuti UII sejak tahun 2019 di Helsinki, Finlandia. Kemudian pada tahun 2020 dan 2021, pameran diselenggarakan secara virtual karena pandemi Covid-19. Namun tahun ini, UII hadir langsung sebagai peserta pameran yang digelar di Barcelona. Peserta kegiatan ini terdiri dari perguruan tinggi, institusi pendidikan, dan lembaga pemerintah di bidang pendidikan di kawasan Eropa dan sekitarnya, termasuk Asia.

Disampaikan Dian Sari Utami, keikutsertaan UII dalam kegiatan ini adalah untuk menguatkan kerja sama dengan mitra yang juga ikut serta dan meluaskan kerja sama di kawasan Eropa pada khususnya. “Alhamdulillah, banyak lembaga pendidikan dan perguruan tinggi yang kemudian serius untuk berkolaborasi dan menjalin kerja sama dengan UII.” Ujar Dian. 

Ia menyebutkan even ini menjadi kesempatan yang baik untuk bertemu dan berdiskusi secara langsung dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri. Universitas seperti Anadolu University Turkiye, Hannover University Jerman, hingga International Business School, Maastricht University, Belanda bahkan tertarik untuk bekerja sama dalam bidang Social Entrepreneurship

Dian menambahkan terdapat kerjasama lain yang banyak disepakati berkaitan dengan pertukaran mahasiswa melalui program pendek, gelar ganda, maupun kredit internasional. Selain itu akan ada kesempatan untuk melakukan pertukaran dosen, magang, dan KKN tematik serta kolaborasi riset.

Dian juga menjelaskan bahwa keikutsertaan ini juga berdampak pada promosi dan rekognisi UII di dunia internasional, sekaligus mengenalkan Indonesia dan perguruan tinggi yang berlandaskan keislaman. UII yang mengusung tema “Nurturing Unity, Respecting Diversity” berupaya untuk membuka pikiran dan sudut pandang dunia terkait pemahaman mengenai UII dan perguruan tinggi Islam. 

Hal ini menjawab pertanyaan bahwa sebagai perguruan tinggi Islam, UII tidak hanya untuk Muslim saja, baik mahasiswa, dosen, maupun mitra. “Diharapkan dengan keikutsertaan di kegiatan pameran, UII dapat menambah mitra internasional yang bereputasi di Eropa, sehingga ada banyak implementasi kerja sama yang berkualitas untuk peningkatan Catur Dharma perguruan tinggi.” Pungkas Dian. (AP/ESP)