• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / UII Tambah Deretan Dua Guru Besar
Berita Kegiatan, Kampus Berdampak, Pendidikan, Pilihan, Riset dan Inovasi

UII Tambah Deretan Dua Guru Besar

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) yaitu Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si  dalam bidang komunikasi publik dan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Prof. Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D dalam bidang rekayasa reaksi kimia heterogen. Dua guru besar ini menyampaikan pidato pengukuhan pada Kamis (14/08) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII.

Komunikasi Publik Bidang Kesehatan: Kajian Empiris dan Arah Strategis di Era Digital

Dalam pidato pengukuhannya yang bertajuk “Komunikasi Publik Bidang Kesehatan: Kajian Empiris dan Arah Strategis di Era Digital”, Prof. Subhan menyoroti fenomena ketidakpekaan pemegang otoritas terhadap perasaan dan konteks sosial  terlebih saat pandemi Covid-19 yang menandakan kurang perhatiannya pemegang otoritas terhadap komunikasi publik bidang kesehatan.

“Komunikasi publik bidang kesehatan adalah salah satu pilar vital dalam strategi komunikasi publik pemerintah, yang tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk perilaku, meningkatkan kesadaran kolektif, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama,”

Sayangnya, untuk konteks komunikasi publik di Indonesia, kajian komunikasi kesehatan (Health Communication) masih relatif termarginalkan di tengah bidang-bidang kajian komunikasi publik dalam dimensi politik dan ekonomi. Padahal, di era digital, lanskap komunikasi kesehatan berkembang pesat seperti platform daring memungkinkan interaksi real-time antara otoritas kesehatan dan masyarakat, tetapi juga memicu tantangan seperti misinformasi, infodemi, dan fragmentasi narasi.

“Penguatan pondasi akademik menjadi krusial. Perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum dan pembelajaran komunikasi kesehatan, tidak hanya di program studi komunikasi tetapi juga melalui pendekatan lintas disiplin seperti kesehatan masyarakat, kedokteran, teknologi informasi, psikologi, dan kebijakan publik,” harap Profesor Ilmu Komunikasi UII ini.

 Ditambahkan oleh Prof. Subhan, penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami kompleksitas isu kesehatan dari berbagai sudut pandang. Lebih jauh, perlu dibentuk Pusat Studi Komunikasi Kesehatan (Center for Health Communication) yang berfungsi sebagai pusat riset, pelatihan, dan advokasi.

Teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon: Pilar Strategis Menuju Indonesia Netral Karbon

Pada kesempatan yang sama,  dalam pidato pengukuhan profesornya bertajuk “Teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon: Pilar Strategis Menuju Indonesia Netral Karbon”, Prof. Sholeh Ma’mun menyampaikan keresahannya terhadap triple crisis yang dihadapi oleh dunia saat ini, hingga pada tahun 2023 menjadi salah satu tahun terpanas sepanjang sejarah.

“Meskipun memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia, Indonesia juga tercatat sebagai penyumbang emisi co2 terbesar ke-7 di dunia, terutama dari penggunaan energi fosil, aktivitas industri, dan deforestasi. Untuk itu, Indonesia menargetkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, atau bahkan lebih cepat, selaras dengan komitmen global dalam menghadapi krisis iklim,” ungkap Profesor Teknik Kimia UII ini.

Menurut Prof. Sholeh Ma’mun, salah satu senjata andalan menuju NZE adalah teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon (Carbon Capture, Utilization, and Storage – CCUS), teknologi yang menangkap co2 dari industri atau pembangkit listrik. Memanfaatkannya kembali untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pembuatan produk bernilai seperti bahan bakar, pupuk, pemadam api, minuman bersoda, dan beton ramah lingkungan, atau menyimpannya permanen di bawah tanah.

“Dari perspektif Islam, CCUS bukan hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan wujud nyata amanah manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga keseimbangan alam (mizan) dan mencegah kerusakan lingkungan. Setiap upaya menurunkan emisi karbon sejatinya adalah bentuk ibadah sosial, sebuah ikhtiar kolektif untuk melindungi bumi, demi keberlangsungan hidup generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” jelasnya.

Dengan integrasi iman, ilmu, dan inovasi, CCUS dapat menjadi jembatan menuju Indonesia yang tangguh iklim, adil secara sosial, dan lestari secara ekologis yang dapat membuktikan bahwa teknologi dan nilai-nilai spiritual bisa berjalan seiring untuk masa depan bumi. (AHR/RS)

14 Agustus 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/08/UII-Tambah-Deretan-Guru-Besar.jpg 738 1168 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-08-14 15:29:102026-07-08 16:38:55UII Tambah Deretan Dua Guru Besar

Berita Terakhir

  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Resmi Melepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Buton Link to: UII Resmi Melepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Buton UII Resmi Melepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Buton Link to: UII dan Mahkamah Agung RI Jalin Kolaborasi Penguatan SDM Peradilan Agama Link to: UII dan Mahkamah Agung RI Jalin Kolaborasi Penguatan SDM Peradilan Agama UII dan Mahkamah Agung RI Jalin Kolaborasi Penguatan SDM Peradilan Agama Scroll to top Scroll to top Scroll to top