UNU NTB dan UII Tingkatkan Kolaborasi untuk Kemajuan Bangsa
Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) dan Universitas Islam Indonesia (UII) pada Senin (16/02) menandatangani Nota Kesepahaman tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kampus UNU NTB, Mataram.
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I, dan Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antar Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih solid, adaptif, dan berdaya saing.
Nota Kesepahaman ini akan memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai inisiatif strategis lain yang disepakati bersama. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapasitas institusi, mendorong pertukaran praktik baik, serta memperluas kontribusi pendidikan tinggi Islam dalam pembangunan daerah dan nasional.
Di tengah dinamika dan tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks, sinergi antar-PTIS menjadi faktor kunci untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi institusi. Kemitraan ini mencerminkan pendekatan kolaboratif yang menempatkan kemajuan bersama sebagai prioritas.
Nota Kesepahaman berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada tingkat fakultas, lembaga, dan unit kerja terkait di kedua universitas.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah strategis bagi UNU NTB dalam memperluas jejaring akademik dan memperkuat kapasitas kelembagaan.” ungkap Dr. Baiq Mualianah.
Rektor UNU NTB meyakini bahwa kolaborasi dengan Universitas Islam Indonesia akan mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penguatan peran perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia
“Kemitraan ini adalah komitmen nyata untuk menghadirkan sinergi yang berkelanjutan demi kemaslahatan umat dan bangsa.” tegasnya.
Senada, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D menyatakan kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi antar Perguruan Tinggi Islam Swasta untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama.
“Dalam lanskap pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, PTIS tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Sinergi menjadi fondasi bagi daya saing kolektif dan keberlanjutan institusi.” jelas Prof. Fathul Wahid.
Melalui kolaborasi yang setara dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat memperkuat kontribusi pendidikan tinggi Islam bagi pembangunan bangsa. (HF/AHR/RS)




