Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional dengan berpartisipasi dalam World Education Expo 2026 yang diselenggarakan di Cebu, Filipina pada Kamis (05/02).  Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan UII kepada calon mahasiswa internasional serta mitra pendidikan global.

Pada kesempatan tersebut, UII diwakili oleh Nihlah Ilhami selaku Kepala Divisi Mobilitas Internasional dan Tria Rejeki Sholikhah selaku Koordinator Akomodasi dan Asuransi dari Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) UII. Kehadiran delegasi UII menegaskan peran aktif universitas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia.

World Education Expo 2026 Cebu diikuti oleh berbagai institusi pendidikan dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Rusia, Prancis, dan Australia. Masing-masing institusi mempresentasikan profil, program akademik, serta peluang kolaborasi internasional kepada pengunjung expo.

Dalam sesi presentasi, UII memperkenalkan profil universitas, program akademik unggulan, serta peluang studi bagi mahasiswa internasional. Selain itu, UII juga memaparkan dua skema beasiswa yang sedang dibuka, yaitu Future Global Leaders Scholarship (FGLS) dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Informasi ini disampaikan kepada para hadirin pameran yang terdiri atas staf pengajar dan siswa di wilayah Cebu, dengan jumlah total pengunjung lebih dari 200 peserta.

Partisipasi UII semakin diperkuat dengan kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, Prof. Nina Yulianti, Ph.D., ke booth UII. Selain itu, perwakilan dari Commission on Higher Education (CHED) Regional Office VII Cebu, Filipina, juga turut hadir dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Filipina.

Keikutsertaan UII dalam World Education Expo 2026 ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan visibilitas global universitas, menarik minat mahasiswa internasional, serta membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara. Melalui kegiatan ini, UII terus memperkuat posisinya sebagai universitas yang berorientasi global dan berdaya saing internasional. (NI/DS/AHR/RS)

Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai mitra Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembangunan kawasan layak huni di Kota Yogyakarta menghadiri peresmian Pembangunan Baru Rumah Terdampak Penataan Konsolidasi Lahan Pemukiman pada Senin (09/02) di Kampung Lampion RT. 18 RW 04, Terban, Kota Yogyakarta.

Kawasan RT 18 RW 04 Kampung Lampion di Kelurahan Kotabaru merupakan salah satu wilayah strategis yang terletak di pusat Kota Yogyakarta yang berada dibantaran Sungai Code. Lokasi ini menjadi fokus perhatian karena menghadapi sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan kondisi permukiman, potensi bencana, serta tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kotabaru, Drs. Soegiarto melaporkan bahwa pembangunan kawasan bantaran sungai Code ini dilakukan dengan skema swakelola yang mengedepankan transparansi dan pengawasan.

“Dalam penataan kawasan bantaran sungai tahap pertama tahun 2025 terbangun 10 rumah yaitu enam rumah melalui mekanisme APBD dan 4 rumah lagi melalui mekanisme CSR SPARC-SPEAK yang difasilitasi jejaring UII,” jelas Soegiarto.

Skema swakelola dipilih agar proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dapat berjalan maksimal sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat. Program ini disambut positif oleh masyarakat karena pemangku kepentingan dinilai mampu mewujudkan hunian yang sehat dan aman.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII, Prof. Prof. Dr.-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI.dalam sambutannya menegaskan keterlibatan perguruan perguruan tinggi dalam program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

Prof. Ilya menjelaskan bahwa dukungan yang hadir bukan sekadar tanggung jawab sosial kampus, melainkan hibah dari jejaring filantropi internasional SPARC SPEAK. “UII dengan jejaring yang dimiliki mendapatkan hibah dari yayasan internasional yang fokus pada peningkatan kualitas rumah dan permukiman,” jelasnya

Menurutnya, kawasan tersebut menjadi living laboratory bagi mahasiswa lintas disiplin. “Lokasi seperti kampung ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk bekerja langsung bersama masyarakat,” katanya

Ia menambahkan, hibah yang diberikan berfungsi sebagai katalis agar muncul inisiatif lokal serta kolaborasi berkelanjutan antara warga, pemerintah, dan perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menilai program penataan permukiman di bantaran sungai tidak hanya berdampak pada kualitas hunian, tetapi juga berpotensi memperkuat daya tarik kawasan berbasis kearifan lokal.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan rumah layak merupakan bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. “Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya

Ia juga melihat kawasan bantaran yang telah ditata berpotensi dikembangkan sebagai kampung wisata. “Dengan penataan dan keterlibatan warga, kawasan bantaran sungai bisa menjadi destinasi yang menonjolkan kearifan lokal,” tambahnya

Penataan kawasan RT 18 RW 04 Kampung Lampion Kelurahan Kotabaru merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengurangi kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan lokal, tetapi juga merefleksikan semangat global untuk mewujudkan hunian yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, seperti Universitas Islam Indonesia dan SPARC India, memperkuat pelaksanaan kegiatan melalui sinergi yang saling melengkapi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan sebuah model penanganan permukiman kumuh yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan kota serta pelestarian lingkungan, khususnya di bantaran sungai. (AHR/RS)

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional dengan berpartisipasi dalam World Education Expo 2026 yang diselenggarakan di Cebu, Filipina pada Kamis (05/02). Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan UII kepada calon mahasiswa internasional serta mitra pendidikan global.

Pada kesempatan tersebut, UII diwakili oleh Nihlah Ilhami selaku Kepala Divisi Mobilitas Internasional dan Tria Rejeki Sholikhah selaku Koordinator Akomodasi dan Asuransi dari Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) UII. Kehadiran delegasi UII menegaskan peran aktif universitas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia.

World Education Expo 2026 Cebu diikuti oleh berbagai institusi pendidikan dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Rusia, Prancis, dan Australia. Masing-masing institusi mempresentasikan profil, program akademik, serta peluang kolaborasi internasional kepada pengunjung expo.

Dalam sesi presentasi, UII memperkenalkan profil universitas, program akademik unggulan, serta peluang studi bagi mahasiswa internasional. Selain itu, UII juga memaparkan dua skema beasiswa yang sedang dibuka, yaitu Future Global Leaders Scholarship (FGLS) dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Informasi ini disampaikan kepada para hadirin pameran yang terdiri atas staf pengajar dan siswa di wilayah Cebu, dengan jumlah total pengunjung lebih dari 200 peserta.

Partisipasi UII semakin diperkuat dengan kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, Prof. Nina Yulianti, Ph.D., ke booth UII. Selain itu, perwakilan dari Commission on Higher Education (CHED) Regional Office VII Cebu, Filipina, juga turut hadir dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Filipina.

Keikutsertaan UII dalam World Education Expo 2026 ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan visibilitas global universitas, menarik minat mahasiswa internasional, serta membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara. Melalui kegiatan ini, UII terus memperkuat posisinya sebagai universitas yang berorientasi global dan berdaya saing internasional. (NI/DS/AHR/RS)