Dalam rangka memperingati Milad ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Program Bedah Rumah dan Bakti Sosial di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman pada Kamis (5/3). Program ini dirancang untuk memberikan bantuan berupa rumah layak huni kepada keluarga kurang mampu di Kapanewon Ngemplak, Sleman, serta penyaluran paket sembako kepada masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian UII dalam memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Program ini melibatkan kolaborasi antara Lazis UNISIA, yang berada di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, Panitia Milad ke-83 UII, serta Kapanewon Ngemplak. Dalam kegiatan ini, para pihak yang terlibat bekerja sama untuk memastikan keberhasilan program yang dilaksanakan.
Panewu Ngemplak, Tri Akhmeriyadi, SP., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Islam Indonesia (UII) yang selama ini tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat penting untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Ngemplak.
“Program ini merupakan gerakan kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam satu semangat menghadirkan solusi nyata bagi keluarga miskin dan rentan sosial,” ujarnya. Ia berharap sinergi bersama UII dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat.

Tak lupa, Rektor UII, Fathul Wahid, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program bedah rumah dan bakti sosial tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat langsung bagi warga. “Kami berterima kasih karena kegiatan bedah rumah dan bakti sosial ini dapat terlaksana dengan dukungan berbagai pihak. Ini menandakan kolaborasi yang semakin kuat antara kampus dan pemerintah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Senada, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si, turut menyampaikan selamat atas Milad ke-83 UII sekaligus mengapresiasi kontribusi kampus tersebut dalam pembangunan sumber daya manusia dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan bedah rumah dan bantuan sosial yang digelar tidak hanya menjadi bagian dari peringatan milad, tetapi juga bentuk kepedulian nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan milad, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat,” katanya. Ia berharap kolaborasi antara UII dan Pemerintah Kabupaten Sleman terus diperkuat untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kapanewon Ngemplak yang diinisiasi oleh Lazis UNISIA. Puncak kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama untuk program bedah rumah bagi Andi Prastowo yang terletak di Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani dengan total anggaran sebesar 60 juta rupiah disertai pemberian tali asih yang diberikan oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII sebesar 2,5 juta rupiah untuk keluarga penerima manfaat.
Melalui program ini, rumah Andi Prastowo akan diperbaiki sehingga menjadi hunian yang lebih layak bagi keluarganya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat sekitar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. (RAF/AHR/RS)
Dokter Muda UII Didorong Terus Belajar dan Menjaga Integritas Moral
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar prosesi Janji Dokter Muda Periode I Tahun 2026 pada Kamis (02/04). Acara yang diselenggarakan di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII diikuti oleh 172 dokter muda FK UII yang akan memasuki tahap pendidikan klinik di rumah sakit pendidikan. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan universitas dan pimpinan FK UII, Ketua Komkordik FK UII, dan perwakilan dari rumah sakit pendidikan utama dan satelit FK UII yang menyaksikan jalannya prosesi acara ini.
Dalam sambutannya, dekan FK UII, Dr.dr.Isnatin Miladiyah, M.Kes mengatakan tahapan profesi yang akan dilanjutkan adalah fase yang unik. Menurutnya, dalam fase ini ilmu bertemu empati, teori bertemu realitas, dan idealisme bertemu keterbatasan.
“Perjalanan Anda ke depan tidak selalu mudah. Akan ada jaga malam, kurang tidur, dimarahi konsulen—kadang tanpa salah yang jelas, dan mungkin juga salah menulis SOAP di awal-awal. Akan ada hari-hari ketika Anda merasa lelah. Bangun pagi, pulang malam, revisi laporan, jaga malam, lalu besoknya mulai lagi dari awal,” ungkapnya.
Tak lupa, Dr. Isnatin berpesan agar tidak takut ketika merasa belum cukup untukkarena setiap dokter hebat pernah beraada di titik yang sama. Belajar, jatuh, bangkit kembali—itulah proses menjadi profesional sejati. “Pada saat ada rasa payah, jangan menyerah karena dokter hebat lahir dari usaha yang tak kenal lelah,” pesannya.
Senada, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si menekankan bahwa pendidikan klinik merupakan fase pembelajaran yang sesungguhnya. Para mahasiswa akan menghadapi berbagai permasalahan nyata di lapangan yang mungkin belum sepenuhnya ditemui di ruang kelas. Proses ini diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.
“Para dokter muda harus senantiasa menjadikan pasien sebagai sumber pembelajaran utama, serta menjaga etika, profesionalisme, dan integritas dalam setiap tindakan.”
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr. Soeodno Madiun sebagai perwakilan dari rumah sakit pendidikan utama FK UII berpesan agar para dokter muda senantiasa menghormati pasien sebagai guru terbesar, menjaga integritas, dan etika, serta tidak ragu dalam mengeksplorasi ilmu dari para spesialis dan sivitas rumah sakit.
“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya selama masa stase Anda. Belajarlah dari semua sisi karena menjadi dokter yang baik adalah belajar seumur hidup,” jelasnya.
Acara Janji Dokter Muda ini merupakan momentum penting yang menandai awal perjalanan para dokter muda dalam menimba pengalaman dengan penuh tanggung jawab moral serta menjunjung tinggi etika kedokteran. Momentum ini diharapkan tidak hanya sebatas pengucapan ikrar janji, tetapi juga menjadi titik awal bagi dokter muda untuk terus belajar, menjaga profesionalitas, serta mengasah empati dan integritas dalam praktik kedokteran. (AHR/RS)
UII Rayakan Kebersamaan Idulfitri lewat Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Haji
Masih dalam suasana Idul Fitri, Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji 1447 H pada Selasa (31/03) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar UII serta para calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Ungkapan halalbihalal menjadi momen paling bermakna bagi hadirin yang diwakili oleh tiga pemangku kepentingan penting keluarga besar UII yaitu Annisa Fidanta Shafir selaku Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa UII sebagai perwakilan mahasiswa. Drs. Achmad Tohirin, M.A., Ph.D. selaku Ketua Ikatan Keluarga Pegawai UII, serta Ir. M. Samsudin, M.T. yang mewakili Paguyuban Pensiunan Pegawai UII.
Dalam sambutannya, Rektor UII, Fathul Wahid menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin seraya berdoa agar Allah Swt senantiasa memudahkan langkah dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebaikan.
“Dalam konteks organisasi dan kehidupan kita bersama, terdapat banyak pesan penting yang perlu kita pegang teguh. Di antaranya adalah nilai ketakwaan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling tolong-menolong dalam kebaikan. Kita juga diingatkan untuk tidak saling mencela, tidak mencari kesalahan orang lain, tidak memanggil dengan sebutan yang buruk, serta tidak saling merugikan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan yang sehat dan harmonis,” ungkapnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pemberdayaan Masyarakat YBW UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. Aden menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara ini dengan baik serta mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kolegialitas dan spiritualitas yang ada di UII.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Halal Bihalal yang disampaikan oleh tokoh nasional sekaligus dosen Fakultas Kedokteran UII, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes. Dalam tausiyahnya, dr. Agus membahas manfaat silahturahmi sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperpanjang umur, serta melapangkan rezeki. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki hubungan antarsesama dan memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan kampus.
Acara ditutup dengan doa dan jabat tangan antar hadirin sebagai simbol saling memaafkan. Para undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Melalui kegiatan ini, UII tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung nilai-nilai keislaman. (AHR/RS)
Halal Bihalal IKA UII DIY Rawat Silaturahmi Pemanjang Umur, Tutup dengan Doa untuk Alm. Syafaruddin Alwi
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menggelar acara “Reuni dan Halal Bihalal” pada Sabtu (28/3). Bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, kegiatan yang mengusung tema “Membangun dan Menguatkan Tali Silaturahmi, Persaudaraan Tanpa Batas, Menuju Alumni sebagai Saudara Dunia Saudara Surga” ini menjadi momentum berharga untuk merajut kembali persaudaraan antar-alumni.
Ketua DPW IKA UII DIY yang juga menjabat sebagai Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa momentum ini adalah sarana strategis untuk meneguhkan komitmen kebersamaan. “Status sebagai alumni perguruan tinggi, terlebih dari institusi bersejarah seperti UII, adalah mandat moral dan sosial,” tegasnya. Harda juga menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Slemansangat terbuka berkolaborasi dengan alumni sebagai mitra strategis, dan berharap kerukunan ini diwujudkan dalam aksi nyata untuk pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kepedulian sosial.
Menyelami esensi tema acara, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, Ph.D., menyoroti pentingnya membina hubungan secara mendalam. Beliau memaparkan basis saintifik dari ajaran Islam, di mana silaturahmi terbukti secara medis dapat memperpanjang umur dan menjaga kesehatan. “Kebahagiaan tidak hanya berasal dari pencapaian profesional, tetapi darimomen sederhana berbagi tawa dan dukungan bersama orang tercinta,” jelasnya. Ia juga mengingatkan hadirin untuk meneladani sosok pendiri sekaligus Rektor pertama UII, Prof. Kahar Mudzakkir, yang selalu menyempatkan diri bersilaturahmi dengan kerabat di sela-sela perjalanannya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pakar DPW IKA UII DIY sekaligus Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., turut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau mengucapkan selamat kepada pengurus karena telah memfasilitasi ruang berharga bagi para alumni untuk kembali saling menyapa. “Seperti pesan yangdisampaikan Bapak Harda dan Bapak Fathul, momentum silaturahmi ini sejatinya adalah jalan kita untuk memperpanjang umur dan keberkahan,” tuturnya.
Acara akbar yang dipandu secara interaktif oleh Jova selaku Master of Ceremony ini juga dihadiri oleh tokoh nasional sekaligus alumni kebanggaan UII, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., S.H., yang tampak hangat membaur bersama ribuan alumni lainnya tanpa sekat. Menambah kehangatan suasana reuni, acara turut dimeriahkan dengan penyerahan doorprize secara simbolis oleh Bapak Budi Sudjiono. Sebagai Pendiri sekaligus Ketua DPP IKA UII pertama, kehadiran beliau di atas panggung mewakili seluruh donatur dan kontributor yang telah bergotong royongmenyukseskan gelaran hari ini.
Di tengah suka cita reuni, keluarga besar IKA UII DIYjuga diselimuti duka mendalam atas berpulangnya Drs. H. Syafaruddin Alwi, M.Si., Anggota Dewan Pembina DPW IKA UII DIY Periode 2024-2029.Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang dikenal sebagai guru dan teladan berdedikasi tinggi, acara diselingi dengan sesi doa bersama. Sesi doa yang khusyuk ini dipimpin langsung oleh Ustadz Anant Pimpinan/Pendiri/Pengasuh Ponpes Usia Senja GUA HIRO). Seluruh hadirin menundukkan kepala, memanjatkan doa terbaik agar Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum dan memberikan ketabahan bagi keluarga.Momen ini menjadi wujud nyata dari semboyan “Persaudaraan Tanpa Batas”—sebuah ikatan yang tidak hanya terjalin di dunia, tetapi bersambung dalam doa hingga ke akhirat.
UII Ramadan Fair 2026 Dorong Generasi Muda Berpikir Kritis dan Tebar Kebaikan Lewat Karya
Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan UII Ramadan Fair 2026 sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda melalui lomba fotografi dan penulisan opini. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Harmoni, Menebar Kebaikan” ini menjadi bagian dari upaya UII memaknai Ramadan tidak hanya sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai ajang memperkuat kepedulian sosial melalui karya dan gagasan. Program ini terbuka bagi pelajar hingga mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia UII Ramadan Fair 2026, Rifqi Sasmita Hadi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemilihan fotografi dan penulisan opini didasarkan pada kedekatannya dengan generasi muda dalam menyampaikan gagasan. “Melalui fotografi, peserta diajak menangkap berbagai potret kehidupan masyarakat selama Ramadan—mulai dari kebersamaan, ibadah, hingga praktik kepedulian sosial. Sementara melalui penulisan opini, peserta didorong menyampaikan gagasan reflektif mengenai peran generasi muda dalam menghadirkan kebaikan dan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujarnya .
Antusiasme peserta pada tahun ini tercatat cukup tinggi, dengan total 1.096 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 721 peserta lomba menulis opini dan 375 peserta lomba fotografi, dengan latar belakang 778 mahasiswa serta 318 pelajar SMA/sederajat. Partisipasi ini menunjukkan bahwa ruang berekspresi melalui karya visual dan tulisan masih sangat diminati oleh generasi muda.
Dalam sambutannya saat penutupan, Sekretaris Eksekutif UII, Hangga Fathana, S.IP., B.Int.St., M.A. menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis melalui karya. Ia mengutip pemikiran George Orwell untuk menegaskan keterkaitan antara menulis dan berpikir. “Jika seseorang tidak mampu menulis dengan baik, maka ia tidak akan mampu berpikir dengan baik. Dan jika seseorang tidak mampu berpikir dengan baik, maka orang lainlah yang akan membentuk cara berpikirnya,” ungkapnya .
Hangga juga menegaskan bahwa lomba dalam Ramadan Fair bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi menjadi sarana pembentukan cara pandang generasi muda. “Melalui lomba menulis opini maupun fotografi, kita tidak hanya mengejar luaran berupa karya, tetapi juga mengajak generasi muda untuk belajar berpikir kritis dan kreatif, sehingga mereka mampu membangun cara pandangnya sendiri,” jelasnya .
Ke depan, UII berharap Ramadan Fair dapat terus menjadi tradisi yang berkontribusi bagi masyarakat luas. Karya-karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga membawa pesan sosial tentang harmoni, kebersamaan, dan kepedulian. “Kegiatan ini merupakan ikhtiar sederhana untuk terus menumbuhkan literasi, kreativitas, dan semangat kebaikan,” tutup Hangga. (AHR/RS)
UII dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi. Penandatanganan berlangsung pada Senin (16/03), bertempat di Ruang Rapat Srikandi Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.
Acara penandatanganan dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaeni, M.P.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perguruan tinggi di wilayah Sleman yang telah bersedia menandatangani perjanjian tersebut. Kehadiran perguruan tinggi dalam upaya bersama ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Lebih lanjut, dr. Novita juga membuka peluang kerjasama yang lebih luas antara Dinas P3AP2KB dengan perguruan tinggi, baik dalam bidang penelitian maupun penyediaan tempat magang bagi mahasiswa.
“Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi pemerintah dan akademisi dalam menangani isu-isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, UII diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. yang turut menandatangani perjanjian kerjasama tersebut. Beliau didampingi oleh Muhammad Aly Sa’id, S.Pd., M.Pd. selaku Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UII terpilih periode 2025–2027. Kehadiran Satgas PPKPT dalam momen penandatanganan ini menegaskan komitmen UII dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi secara kelembagaan dan terstruktur.
Acara berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara seluruh peserta. Penandatanganan perjanjian kerjasama ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi kolaborasi berkelanjutan antara UII dan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. (MAS/AHR/RS)
Dukung Program Relawan Ramadhan, LAZIS UNISIA Salurkan Sembako untuk Warga di Tiga Kecamatan
Pada bulan Ramadan, setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah Swt, termasuk dalam hal bersedekah. Guna mendukung program pengabdian masyarakat “Relawan Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Dakwah Hijrah Mahasiswa (DHM) Universitas Islam Indonesia, LAZIS UNISIA menyalurkan bantuan sembako kepada 50 warga kategori kurang mampu. Para penerima manfaat tersebut tersebar di dusun binaan DHM yang mencakup tiga kecamatan, yakni Pakem, Cangkringan, dan Turi. Acara yang bertajuk “Distribusi Program Bingkisan Ramadhan” ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahim, Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem, Sleman pada Sabtu (7/3) pagi.
Farhan, selaku perwakilan relawan, mengungkapkan bahwa penyaluran paket sembako ini merupakan amanah dari LAZIS UNISIA bagi warga membutuhkan di wilayah binaan. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga dalam menyambut sukacita hari raya Idulfitri mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Takmir Masjid Baiturrahim, Danang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZIS UNISIA atas dukungan terhadap kelangsungan program Relawan Ramadhan. “Semoga menjadi berkah untuk semuanya dan Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda, Aamiin,” ucapnya. Ia juga berharap program ini tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang, mengingat pentingnya kehadiran mahasiswa dalam memperkuat pemahaman agama masyarakat di dusun binaan tersebut. (NKA/AHR/RS)
Relawan Ramadhan DHM UII Sukses Selesaikan Pengabdian di Dusun Binaan
Dakwah Hijrah Mahasiswa, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dibawah naungan Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia telah tuntas selesaikan program kerja pengabdian masyarakat bernama Relawan Ramadhan. Program ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari Catur Dharma, yaitu program mengajar mengaji anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an sekaligus menjadi imam shalat tarawih dan pengisi kultum di 7 dusun binaan DHM pada bulan Ramadhan.
Kegiatan penarikan terhadap 70 mahasiswa Relawan hari ini dilakukan sebagai bentuk penutupan dari rangkaian kegiatan pengabdian selama 17 hari selama bulan Ramadhan di dusun binaan DHM, yang dilakukan pada Jum’at (6/3) di Masjid Arrahmaan di Dusun Bayan, Girikerto, Turi, Sleman. Acara penarikan Relawan Ramadhan diisi dengan acara utama yakni kajian dengan materi: “Makna Nuzulul Qur’an sebagai Landasan Keikhlasan dan Ukhuwah di Bulan Ramadhan” yang dibersamai oleh Saiful Aziz Albantany, S.H., M.H., dosen Program Studi Ahwal Syakhshiyah UII.
Sebagai perwakilan sambutan dari DPPAI, Tian Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan terimakasih kepada pengurus takmir dan perangkat desa yang sudah memfasilitasi mahasiswa UII untuk belajar bermasyarakat dan berdakwah secara nyata di lapangan. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Relawan Ramadhan yang dengan rela mengisi waktu liburan kuliah dengan berdakwah dan bermanfaat bagi masyarakat desa di sekitar UII.
“Insyaallah ini akan menjadi pengalaman penting, kita ketahui bahwa pengalaman itu pembelajaran yang paling berharga,” ucap Tian dalam sambutannya. Kegiatan Relawan Ramadhan ini juga dapat menjadi ajang peningkatan aspek spiritual bagi mahasiswa, public speaking, sekaligus mengatur dan mengelola pembelajaran anak-anak di TPA. Di akhir, ia berharap UII dan dusun binaan tetap menjalin silaturahim kedepannya melalui program Relawan Ramadhan ini.
Sujatmoko, perwakilan takmir dari Masjid Arrahmaan menyampaikan hal yang sama. Ia sangat berterimakasih dan merasa gembira dengan kedatangan mahasiswa UII yang membantu meramaikan kegiatan-kegiatan di Masjid selama bulan Ramadhan. Ia juga menyoroti bahwa kegiatan Relawan Ramadhan ini dapat menjadi latihan bagi mahasiswa untuk terjun ke masyarakat.
Acara selanjutnya adalah penyampaian materi tentang Nuzulul Qur’an, materi ini diambil karena bertepatan dengan malam ke-17 Ramadhan, yaitu malam turunnya Al-Qur’an. Saiful Aziz Albantany, S.H., M.H. sebagai pengisi materi menyinggung tentang keistimewaan malam Lailatul Qadr yaitu malam yang istimewanya melebihi 1000 bulan, “artinya kalau kita beramal sholeh bertepatan dengan malam Lailatul Qadr, misalkan kita shodaqoh sekali 1000 rupiah, sama dengan kita shodaqoh 1000 rupiah selama 1000 tahun,” jelas Saiful. Ia juga memberi perumpamaan bahwa amalan sholeh yg dilakukan di malam Lailatul Qadr pahalanya bahkan melebihi usia rata-rata manusia.
Menurut penuturannya, malam Lailatul Qadr menjadi rahasia karena Allah ingin agar kita tetap melakukan amal baik setiap harinya di bulan Ramadhan bukan hanya saat malam Lailatul Qadr saja. Ada suatu riwayat bahwa Rasulullah menyebutkan, “carilah malam Lailatul Qadr di malam yg ganjil saja, dalam riwayat lainnya ada yang menyebutkan carilah malam Lailatul Qadr itu di 10 malam terakhir Ramadhan.” ungkap Saiful.
Dengan banyaknya petunjuk yang diberikan oleh Rasulullah mengenai rahasia malam Lailatul Qadr, maka umat muslim beramai-ramai mengejar keistimewaan malam yang mulianya melebihi 1000 bulan. Ia juga sedikit menyinggung tentang keistimewaan membaca Al-Qur’an, dan tingkatan dari mempelajari Al-Qur’an, dari yang hanya membacanya hingga mengamalkan isi Al-Qur’an.
Acara ditutup dengan doa dan buka bersama warga dusun Bayan. Melalui program ini, Dakwah Hijrah Mahasiswa UII tidak hanya berhasil menjalankan mandat Catur Dharma perguruan tinggi, tetapi juga meninggalkan jejak positif dalam pembinaan karakter generasi muda di pelosok desa. Harapannya, semangat pengabdian yang telah dipupuk selama 17 hari ini dapat terus menyala dalam diri mahasiswa, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi sinergi berkelanjutan antara Universitas Islam Indonesia dengan masyarakat dalam syiar dakwah Islam di masa depan. (NKA/AHR/RS)
UII Tetapkan Rektor Terpilih Periode 2026–2030
Tahapan prosesi Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2026–2030 telah memasuki tahap akhir. Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melalui Panitia Pemilihan Rektor secara resmi menetapkan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., sebagai Rektor Terpilih UII pada Jumat (06/03).
Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia Nomor 003/KPTS/III/2026 tentang Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia Periode 2026-2030.
Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui rangkaian tahapan seleksi yang berlangsung sejak akhir 2025. Proses ini melibatkan unsur Dosen, Senat Universitas, Tim Seleksi, serta Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII.
Sebelumnya, tiga calon rektor yang memperoleh suara terbanyak dalam rapat Senat Universitas memaparkan rencana strategis di hadapan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII pada Selasa 3 Maret 2026. Ketiga calon tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., dengan 21 suara, Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I. dengan 18 suara, serta Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si. dengan 6 suara.
Forum pemaparan rencana strategis tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing calon menyampaikan visi, arah kebijakan, serta strategi pengembangan UII untuk lima tahun mendatang.
“Pemaparan rencana strategis menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi akhir sebelum penetapan rektor oleh Yayasan Badan Wakaf UII. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Maret 2026. Setelah melakukan wawancara, Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melakukan rapat dalam rangka menentukan Rektor Terpilih pada 6 Maret 2026,” ungkap Eko Riyadi selaku Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII dalam acara Konferensi Pers Pengumuman Rektor UII Terpilih 2026-2030.
Hari Purnomo menempuh Pendidikan (a) Program Sarjana Strata 1, di Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Bidang keahlian Inventory control, pada 1983 – 1990; (b) Program Pasca Sarjana Strata 2 Teknik Industri, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Bidang keahlian Ergonomi, pada 1996 – 1998, dan (c) Program Pasca Sarjana Strata 3, Program Studi Ilmu Kedokteran, Universitas Udayana Konsentrasi Fisiologi dan Ergonomi, pada 2005 – 2007.
Sebelum ditetapkan sebagai Rektor Terpilih, Hari Purnomo adalah Dekan Fakultas Teknologi Industri selama dua periode, yaitu periode pertama pada 2018-2022 dan periode kedua pada 2022-2026. (ER/AHR/RS)
UII Gelar Bedah Rumah dan Bakti Sosial pada Milad Ke-83
Dalam rangka memperingati Milad ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Program Bedah Rumah dan Bakti Sosial di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman pada Kamis (5/3). Program ini dirancang untuk memberikan bantuan berupa rumah layak huni kepada keluarga kurang mampu di Kapanewon Ngemplak, Sleman, serta penyaluran paket sembako kepada masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian UII dalam memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Program ini melibatkan kolaborasi antara Lazis UNISIA, yang berada di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, Panitia Milad ke-83 UII, serta Kapanewon Ngemplak. Dalam kegiatan ini, para pihak yang terlibat bekerja sama untuk memastikan keberhasilan program yang dilaksanakan.
Panewu Ngemplak, Tri Akhmeriyadi, SP., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Islam Indonesia (UII) yang selama ini tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat penting untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Ngemplak.
“Program ini merupakan gerakan kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam satu semangat menghadirkan solusi nyata bagi keluarga miskin dan rentan sosial,” ujarnya. Ia berharap sinergi bersama UII dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat.
Tak lupa, Rektor UII, Fathul Wahid, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program bedah rumah dan bakti sosial tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat langsung bagi warga. “Kami berterima kasih karena kegiatan bedah rumah dan bakti sosial ini dapat terlaksana dengan dukungan berbagai pihak. Ini menandakan kolaborasi yang semakin kuat antara kampus dan pemerintah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Senada, Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si, turut menyampaikan selamat atas Milad ke-83 UII sekaligus mengapresiasi kontribusi kampus tersebut dalam pembangunan sumber daya manusia dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan bedah rumah dan bantuan sosial yang digelar tidak hanya menjadi bagian dari peringatan milad, tetapi juga bentuk kepedulian nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan milad, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat,” katanya. Ia berharap kolaborasi antara UII dan Pemerintah Kabupaten Sleman terus diperkuat untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kapanewon Ngemplak yang diinisiasi oleh Lazis UNISIA. Puncak kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama untuk program bedah rumah bagi Andi Prastowo yang terletak di Dusun Ngalian, Kalurahan Widodomartani dengan total anggaran sebesar 60 juta rupiah disertai pemberian tali asih yang diberikan oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII sebesar 2,5 juta rupiah untuk keluarga penerima manfaat.
Melalui program ini, rumah Andi Prastowo akan diperbaiki sehingga menjadi hunian yang lebih layak bagi keluarganya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat hubungan antara universitas dan masyarakat sekitar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. (RAF/AHR/RS)
Pernyataan Sikap Universitas Islam Indonesia: Merespons Perkembangan Praktik Berbangsa dan Bernegara Mutakhir
Memperhatikan perkembangan mutakhir dalam praktik berbangsa dan bernegara, kami, warga Universitas Islam Indonesia (UII), menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang belum menunjukkan ketegasan yang memadai dalam menyikapi serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Republik Islam Iran.