UII Lepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat SINERA 2026 ke Kabupaten Buton
Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Pembinaan Kemahasiswaa (DPK) melepas tim mahasiswa yang akan melaksanakan program Pengabdian Masyarakat SINERA UII 2026 di Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Program pemberdayaan yang berlangsung mulai 16 Agustus hingga 16 September 2026 ini dirancang terintegrasi ke dalam lima bidang fokus utama. Rangkaian program tersebut mencakup hilirisasi ekonomi UMKM dan potensi laut, penguatan literasi dan pendidikan karakter, edukasi kesehatan serta pencegahan stunting, pengelolaan sanitasi pesisir berkelanjutan, hingga digitalisasi administrasi desa.
Acara pembekalan dan pelepasan dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan UII, Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito pada Jum’at (14/08), ditandai dengan penyematan rompi biru bertuliskan Pengabdian Masyarakat Sinera UII.
Arif Fajar dalam pengarahannya mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater serta menyelesaikan kewajiban administratif dan substantif, seperti menyerahkan bukti implementasi teknologi atau modul kepada masyarakat.
Arif juga menekankan pentingnya menjaga etika di lokasi pengabdian. “Jaga tata krama, sopan santun, dan berlaku yang positif, agar seluruh program kerja yang dirancang dapat diterima dan berjalan optimal bersama warga setempat,” pesannya.
Secara teknis, ragam program kerja unggulan dijalankan secara intensif selama satu bulan demi menyasar seluruh lapisan masyarakat desa. Program-program inovatif seperti Sekolah UMKM 2.0, Fish to Food, Pojok Baca Kumbewaha, pencegahan stunting melalui live cooking demo, gerakan budaya sadar sampah, hingga perancangan database administrasi desa menjadi pilar utama aksi di lapangan. “Sekolah UMKM 2.0 berfokus pada hilirisasi produk turunan kelapa seperti kecap air kelapa dan briket, pendampingan legalitas usaha, serta pelatihan Go to Market,” ungkap Fakhmi Mujahida, ketua Tim Pengabdian Masyarakat SINERA UII.
Seluruh rangkaian intervensi ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang bertahan lama bagi warga lokal setelah masa pengabdian selesai. Tim mahasiswa berharap program kerja ini mampu mendorong peningkatan kemandirian ekonomi, kualitas kesehatan, ekosistem literasi, hingga sanitasi lingkungan pesisir yang bersih. “Harapan kami terjalinnya silaturahmi yang erat dan transfer pengetahuan yang aplikatif, sehingga program-program yang telah diinisiasi dapat terus dijalankan secara mandiri oleh pemuda, pengajar, pemerintah desa, dan masyarakat setempat,” harapnya. (AHR/RS)





