• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Cegah Radikalisme Melalui Pendidikan Agama Yang Inklusif
Berita Kegiatan, Pilihan

Cegah Radikalisme Melalui Pendidikan Agama Yang Inklusif

Salah satu persoalan yang dialami bangsa Indonesia belakangan ini adalah terkait Radikalisme Agama yang bentuk gerakannya ingin menjadikan Islam sebagai agama sekaligus negara. Gerakan ini dianggap radikal karena cenderung menggunakan kekerasan yang berbasis agama.

Untuk menyikapi hal tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “Pendidikan Agama yang Inklusif dalam Menangkal Radikalisme Agama di Perguruan Tinggi” pada Senin (9/10), bertempat di Gedung Perpustakaan Moh. Hatta UII.

Turut hadir narasumber pada seminar nasional ini Dr. Hujair AH Sanaky, MSI,  selaku Direktur Studi Islam, Nur Khalik Ridwan seorang Akademisi di Pondok Pesantren Padanaran dan Dr. Zuly Qodir merupakan Dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Pada senimar ini, Nur Khalik Ridwal menyampaikan bahwa Islamisme, perjuangan kekuasaan politik untuk memperjuangkan suatu tantangan yang berbeda dengan apa yang ada dan telah disepakati oleh negara Republik Indonesia yang berlandaskan pascasila, mungkin ini adalah sebuah persoalan yang sangat serius
“ini menjadi tantangan bagi kita karena kelompok islamisme ini kemudian masuk ke perguruan tinggi, Sekolah Menengah Atas (SMA),” ungkapnya.

Zuly Qodir menambahkan bahwa fenomena yang terjadi di sekolah-sekolah saat ini adalah menyebarnya eksklusivisme yang cenderung intoleran atas pandangan/paham yang berbeda. Pada proses penyebarannya biasanya melalui kurikulum, ekstrakulikuler, dan kegiatan lain di sekolah.

Hujair Sanaky menjelaskan perlunya memasukkan nilai-nila inklusif dalam pendidikan Islam, hal ini karena yang terjadi di masyarakat saat ini adalah mulai menurunnya kesadaran tentang pluralitas yang meniscayakan multi etnik dan multi agama yang tumbuh dalam masyarakat yang berbhineka.

“Dalam Proses Pendidikan diperlukan peninjauan ulang terhadap dokrin-dokrin agama yang “kaku” dan kurang humanis,” ujar Hujair Sanaky.

Untuk mengatasi hal tersebut, Hujair Sanaky menekankan untuk mencegah lahirnya radikalisme yang dapat dilakukan dengan cara merombak total cara pandang agama Islam, cara mengajarkan pelajaran agama kepada para murid, dalam hal ini peran guru sebagai pendidik menduduki posisi kunci. Sebab di tangan para guru/dosen lah, anak didik dapat dibentuk cara pandangannya terhadap agama dengann kacamata rahmatan lil alamin.

“Dalam membibit nilai-nilai agama yang inklusif di kelas, maka proses pendidikan agama harus moderat, agama itu cinta kasih. Ajarkan bahwa Islam itu adalah agama kasih sayang Allah SWT sebagai Rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Hujair Sanaky. (NA/RS)

10 Oktober 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/DSC0118.jpg 330 498 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2017-10-10 09:11:222017-10-10 10:18:46Cegah Radikalisme Melalui Pendidikan Agama Yang Inklusif

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mahasiswa UII Tegaskan Dampak Perubahan Iklim di Forum Internasional Link to: Mahasiswa UII Tegaskan Dampak Perubahan Iklim di Forum Internasional Mahasiswa UII Tegaskan Dampak Perubahan Iklim di Forum Internasional Link to: UNTAG Samarinda Tertarik Pengembangan UII Career Center Link to: UNTAG Samarinda Tertarik Pengembangan UII Career Center UNTAG Samarinda Tertarik Pengembangan UII Career Center Scroll to top Scroll to top Scroll to top