• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / LEM UII Adakan Diskusi Tentang Feminism
Berita Kegiatan, Pilihan

LEM UII Adakan Diskusi Tentang Feminism

Lembaga Eksekutif Mahasiwa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) mengadakan kajian dengan topik bahasan paham feminism dari perspektif Barat dan Islam. Bertempat di Gedung K.H Mas Mansur UII, pada Jumat (20/4), kajian mendatangkan narasumber Karina Utami Dewi S.IP., M.A. dan Aridhayanti Arifin, S.T.,M.Cs. yang berbicara mengenai Feminism dari dua sudut yang diangkat yakni Barat dan Islam.

Latar belakan diadakannya kajian ini adalah untuk menanggapi isu-isu feminism yang sudah marak di masyarakat serta juga dalam rangka memperingati hari Kartini. “Kajian ini sebagai tanggapan mengenai aksi-aksi Feminism yang sedang beredar di masyarakat agar dapat didiskusikan bersama dan menemukan penjelasan yang benar,” ujar Muhajir Selaku perwakilan LEM UII.

Jalannya kajian diawali dengan pembahasan mengenai Feminism dari perspektif barat yang di paparkan oleh Karina Utami Dewi yang juga merupakan dosen Program Studi Hubungan Internasional UII. Pada pembahasan ini narasumber fokus pada sejarah dan pergerakan Feminism dari dunia barat dan internasional.

Disampaikan Karina Utami Dewi, Feminsm merupakan pergerakan atau ideologi dengan tujuan mencapai kesetaraan jenis kelamin dalam aspek politik, ekonomi , pendidikan, sosial, dan aspek personal. Ia menggaris bawahi opini yang beredar di masyarakat mengenai peran wanita dan laki-laki di dunia internasional, dimana wanita masih memiliki peran yang rendah dibanding laki-laki.

Menurut Karina Utami Dewi, penting memberikan pemahaman kepada mahasiswa pada era ini agar sebuah tindakan diskriminasi dapat dikurangi atau bahkan tidak ada lagi serta mencoba membuka wawasan mengenai bagaimana menghadapi pelecehan yang dialami oleh wanita bukan sepenuhnya kesalahan dari pihak wanita.

Karina Utami Dewi menambahkan, dunia internasional juga berpendapat bahwa paham Feminism adalah paham keadilan yang dapat dimiliki oleh siapa saja, bahkan itu seorang laki-laki, karena pada dasarnya semua orang harus membela sebuah keadilan. Dalam kesempatan ini Karina Utami Dewi juga menampilkan tokoh-tokoh Feminism di dunia Internasional dan salah satunya adalah Presiden Indonesia yakni Joko Widodo.

Pada sesi kedua Aridhayanti Arifin, memamaparkan materi mengenai Feminism dari Perspektif Islam. Ia menjelaskan sejarah paham Feminism yang sebenarnya sudah lebih dulu ada dalam Islam. Menurutnya Islam sama sekali tidak mengekang hak-hak wanita dalam kehidupan, namun yang diketahui masyarakat bahwa Islam seperti membatasi diri wanita.

“Pada hakikatnya Islam dijadikan sebagai aturan yang mengatur hak dan kewajiban dari pihak wanita maupun laki-laki untuk saling melengkapi. Pada dasarnya di setiap wilayah domestik maupun publik pasti membutuhkan keberadaan kedua jenis kelamin ini, yakni wanita dan laki-laki,” ujar Aridhayanti Arifin.

Aridhayanti Arifin juga menjelaskan pengertian tentang peran wanita menurut Islam dalam perpolitikan dan sosial. Menurutnya wanita juga dapat diberdayakan dalam dunia politik, pendidikan dan ekonomi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Aridhayanti Arifin mengajak mahasiswa untuk saling menjaga peran satu sama lain dalam kehidupan sosial.

“Laki-laki memiliki peran sebagai pelindung dan wanita juga memiliki hak untuk dilindungi, untuk itu Islam datang sebagai aturan dalam norma hidup manusia,” ujarnya. (GT/RS)

22 April 2018
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/04/LEM-FTI-UII-Adakan-Diskusi-Tentang-Feminism.jpg 310 472 Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png Humas UII2018-04-22 22:23:092018-04-26 08:25:02LEM UII Adakan Diskusi Tentang Feminism

Berita Terakhir

  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Dorong Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PTS di Kalimantan Link to: UII Dorong Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PTS di Kalimantan UII Dorong Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu PTS di Kalimantan Link to: IKI UII Peringati Hari Kartini Link to: IKI UII Peringati Hari Kartini IKI UII Peringati Hari Kartini Scroll to top Scroll to top Scroll to top