• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Memulai Kembali Hidup dengan Hati yang Suci
Berita Kegiatan

Memulai Kembali Hidup dengan Hati yang Suci

Dalam rangka Milad ke-6 Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) AUSHAF Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan talkshow dengan tema “Memulai Langkah dengan Hati Yang Suci”. Acara ini mengundang narasumber dr. Davrina, M. Gizi, Founder of Lab Pintar.

Sebagai manusia sekaligus hamba Allah SWT kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan itu tanpa menjalaninya. Cara menjalani kehidupan tentunya sangat kompleks. Namun, sebagai hamba Allah SWT, seorang muslim haruslah menjalani dengan ketentuan syariat agama. “Hal pertama dalam menjalani kehidupan ini yang sangat penting adalah niat. Niat tersebut akrab sekali dengan bagaimana kondisi hati kita,” papar dr. Davrina, M. Gizi.

Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah. Apabila dia baik, maka menjadi baik pula semua anggota tubuhnya. Dan apabila rusak, maka menjadi rusak pula semua anggota tubuhnya. Ketahuilah dia itu adalah hati. “Manusia yang paling utama di bumi ini menurut hadits nabi adalah yang bersih hati dan ucapannya,” tambahnya.

Hati yang bersih adalah milik orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah. Suci hatinya, tidak ada dosa, dan keduharkaan. Tidak pula dendam dan hasad. “Berawal dari rasa iri apabila tidak dikendalikan nanti akan berkembang menjadi dengki,” jelas dr. Davrina, M. Gizi.

dr. Davrina, M. Gizi menjelaskan cara membersihkan hati dalam memulai kembali kehidupan. “Pertama adalah zuhud. Singkatnya orang yang zuhud adalah tidak gembira karena mendapatkan dunia dan tidak sedih pula saat kehilangannya,” jelasnya.

Tips selanjutnya adalah dengan zikir dan membaca Alquran. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” – QS. Ar-Ra’d Ayat 28. “Terutama adalah saat fase quarter life crisis. Hati risau gelisah, merasa tidak memiliki siapapun. Coba dekati yang Maha Punya dengan berzikir,” paparnya.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah.” – QS. Az-Zumar Ayat 23.

“Dari ayat Az-Zumar tersebut jelas sekali Allah menjamin akan memberikan ketenangan saat hambaNya membaca Alquran. Akan lebih baik lagi jika membaca artinya juga,” tambahnya.

Tantangan saat ini apalagi dengan penggunaan sosial media yang rawan sekali membuat kita untuk membandingkan diri kita dengan orang lain. Seperti pepatah rumput tetangga akan terlihat lebih hijau. “Seperti saya dan juga teman-teman yang saat ini mungkin pengguna sosial media. Tapi, sadarkah jika apa yang kita tunjukkan bahkan mungkin hanya menyentuh angka sekian persen dari kehidupan nyata?” tanya dr. Davrina kepada para audiens.

Sosial media adalah dunia maya, bukan nyata. Tentu ada terdapat dampak positif dan negatif. Namun, saat ini banyak orang salah penggunaan, menggunakan sosial media sebagai acuan kehidupan. “Jika sosial media lebih banyak membuat rasa iri dengki dalam diri kita, mungkin lebih baik jika dihindari,” tutupnya. (UAH/RS)

24 Mei 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/dr.-Davrina-M.-Gizi-Founder-of-Lab-Pintar.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2021-05-24 16:20:202021-08-12 15:50:41Memulai Kembali Hidup dengan Hati yang Suci

Berita Terakhir

  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa
  • UII Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Temanggung dan IKA UII Jawa Tengah
  • UII Umumkan Pemenang Sayembara Mural Nasional Milad ke-83
  • UII Perluas Kemitraan dengan Pemkab Temanggung
  • UII Wisuda 31 Peserta Sekolah Lansia EduSia Maharani

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Kuatkan Tali Silaturahmi, UII Adakan Halal Bihalal Link to: Kuatkan Tali Silaturahmi, UII Adakan Halal Bihalal Kuatkan Tali Silaturahmi, UII Adakan Halal Bihalal Link to: Religious Education, Sciences and Civilization   Link to: Religious Education, Sciences and Civilization   Religious Education, Sciences and Civilization   Scroll to top Scroll to top Scroll to top