• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Diperlukan Perspektif Baru dalam Melihat Pandemi
Berita Kegiatan, Pilihan

Diperlukan Perspektif Baru dalam Melihat Pandemi

Pemimpin perguruan tinggi di masa pandemi Covid-19 hendaknya dapat memahami masalah dan meresponsnya dengan cepat. Kecepatan dan ketepatan respons ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan operasi dan akademik. Namun, setelah 1,5 tahun berjalan, alasan kedaruratan telah berkurang validitasnya.

Hal ini dikemukakan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. saat membuka The 2nd National Sustainability University Leaders Meeting 2021 dengan tema Kepemimpinan dalam Transformasi Kampus Berkelanjutan Pascapandemi secara virtual, Rabu (21/7). Kegiatan yang digelar merupakan rangkaian dari UI Greenmetric World University Ranking Network (GWURN).

Prof. Fathul Wahid berpendapat diperlukan perspektif baru dalam melihat pandemi. Pandemi sudah seharusnya tidak hanya dilihat sebagai musibah yang harus dimitigasi, namun juga mengandung berkah tersamar (a blessing in disguise) yang perlu disyukuri.

Perspektif tersebut akan menumbuhkan sikap menerima keadaan secara objektif dan memikirkan inovasi untuk meresponsnya, termasuk meningkatkan kualitas akademik. “Termasuk di dalamnya adalah inisiatif penguatan ekosistem pembelajaran daring dan peningkatan pengalaman pembelajaran mahasiswa,” terang Prof. Fathul Wahid.

Lebih lanjut menurut Prof. Fathul Wahid, para pemimpin perguruan tinggi haruslah mampu melihat perspektif yang luas serta berorientasi ke luar (outward looking) sehingga dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk kebermanfaatan yang lebih luas.

“Pendekatan yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut di antaranya adalah pembangunan sebagai pertumbuhan ekonomi (development as economic growth), pembangunan sebagai kehidupan yang lestari (development as sustainable livelihood), dan juga pembangunan sebagai kemerdekaan (development as freedom),” jelasnya.

Selain itu, Prof. Fathul Wahid juga menyampaikan aspek kebermanfaatan yang sifatnya berkelanjutan serta universal. Hal ini diperlukan, salah satunya, untuk menjamin keberlanjutan negara di rel yang benar, yang kehadirannya ditujukan untuk menjamin kesejahteraan warganya. “Saya sangat berharap, dengan konsistensi sikap dan programnya, perguruan tinggi bisa ikut berandil di dalamnya,” tuturnya.

Terakhir Prof. Fathul Wahid dalam sambutannya memaparkan mengenai konsep tiga p yakni planet, people, profit. Ia menjelaskan, keberlanjutan tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga terkait dengan manusia dan manfaat.

Sementara dalam sambutannya UI GreenMetric World University Rankings Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M. berharap acara digelar dapat memberikan solusi bagi para pemimpin perguruan tinggi dalam hal transformasi kelembagaan, perencanaan, dan program-program pasca pandemi Covid-19.

Menurut Prof. Riri, sudah saatnya para pemimpin perguruan tinggi memikirkan tentang bagaimana menciptakan dunia baru. Pimpinan akan berganti, tapi kalian para leader adalah unsur penting dalam kampus yang tak tergantikan. “Siapapun kita jika ingin memberikan kontribusi pada saat yang tepat dan pada kondisi yang tepat akan dapat memberikan perubahan,” tandasnya.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Drs. Suwarsono, M.A. yang berkesempatan menyampaikan wacana pengantar, menyitir sebuah buku yang berjudul The End of Leadership ditulis oleh Barbara Kellerman seorang pengajar di Harvard University, memberikan kesan kepemimpinan bukan lagi mantra.

Era dan industri kepemimpinan mati, antaranya gelombang demokratisasi, revolusi teknologi komunikasi, dan kebudayaan yang semakin egaliter. Kesimpulannya signifikansi kepemimpinan sedang luntur,” tutur Suwarsono.

Menurut Suwarsono, saat ini bangkit lagi kepemimpinan otoriter, memberi tahu kepada kita mengenai kepemimpinan masa depan yang tidak bisa diprediksi. Tidak ada tidak yang ingin tumbuh atau menjadi besar, namun pemimpin juga harus meraih sesuatu yang hebat. Seringkali antara big dan great memiliki nilai yang berbenturan.

“Kepemimpinan berhasil selain big dan great juga harus memenuhi fungsi berkelanjutan (sustainability), ditambah demokrasi ekonomi dan politik,” tandas Suwarsono.

Wakil Ketua UI GreenMetric World University Rankings, Junaidi, M.A. pada sesi pertama diskusi mengemukakan GreenMetric hadir untuk seluruh perguruan tinggi di dunia dengan harapan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.

Disampaikan Junaidi, terdapat korelasi penting antara SDGs dan GreenMetric, dimana tercapainya tujuan GreenMetric juga akan mensukseskan program-program dari SDGs. Fokus dari GreenMetric tahun ini, lanjutnya, adalah pada energy and climate change dan setting and infrastructure. Membahas apakah infrastruktur perguruan tinggi yang dibangun dapat efektif dan efisien untuk pasca pandemi Covid-19. (UAH/RS)

21 Juli 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Rektor-UII-Prof.-Fathul-Wahid-S.T.-M.Sc_.-Ph.D..jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-07-21 15:08:542021-07-21 15:08:54Diperlukan Perspektif Baru dalam Melihat Pandemi

Berita Terakhir

  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Gelar The 2nd National Sustainability University Leaders Meeting 2021 Link to: UII Gelar The 2nd National Sustainability University Leaders Meeting 2021 UII Gelar The 2nd National Sustainability University Leaders Meeting 2021 Link to: Urgensi Kepemimpinan Berkelanjutan di Perguruan Tinggi Link to: Urgensi Kepemimpinan Berkelanjutan di Perguruan Tinggi Urgensi Kepemimpinan Berkelanjutan di Perguruan Tinggi Scroll to top Scroll to top Scroll to top