• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Kini Tak Lagi Darurat
Pojok Rektor

Kini Tak Lagi Darurat

Akhir semester ini, kali kesepuluh, kami, Jurusan Studi Informatika Universitas Islam Indonesia, menggelar pameran karya mahasiswa. Pertama kali, pameran dilaksanakan pada 2016, ketika kami “memerdekakan” kurikulum, empat tahun sebelum konsep serupa diperkenalkan secara nasional.

Sebelum pandemi Covid-19, acara dihelat laksana pameran betulan, dengan stan untuk setiap tim dan terbuka untuk publik. Pengunjung bisa ikut memberikan penilaian yang menjadi salah satu komponen nilai akhir.

Pameran ini diselenggarakan setiap akhir semester. Biasanya kami gunakan auditorium terbesar kampus yang bisa menampung lebih dari 100 stan. Promosi terbuka pun kami jalankan. Setiap tim mendesain stan sebaik mungkin untuk menarik pengunjung.

 

Pembangunan keberlanjutan

Sejak tahun lalu, ketika pandemi Covid-19 menyerang, inovasi pun dilakukan. Pameran diganti dengan format daring. Pengunjung bisa melihat semua karya di laman khusus yang dikembangkan.

Karya dikelompokkan sesuai dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setiap tim mendesain solusi terkait dengan salah satu tujuan tersebut, seperti pengentasan kemiskinan, kesehatan yang mendukung kesejahteraan, pendidikan berkualitas, sampai dengan pengadaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain etalase daring, sesi sinkron gelar wicara daring dengan tim terpilih pun dilaksanakan. Diskusi antarpeserta pun mengalir segar. Iklim yang terbentuk sangat membanggakan: saling mengapresiasi dan menyemangati. Salah satu komentar di tayangan langsung Youtube selama tiga jam sangat menggembirakan: “Loh, kok sudah selesai.”. Para peserta nampaknya sangat menikmati gelar wicara.

 

Pelajaran

Ikhtiar kami ini mungkin terlihat sederhana, namun semuanya didasarkan pada kesadaran yang mendalam. Gagasan memamerkan karya mahasiswa dari tugas kelas ini pun mengemban kurikulum tersembunyi dengan beragam tujuan.

Pertama, kami ingin mahasiswa terlibat dalam penyelesaian masalah riil di lapangan. Karenanya, komponen penugasan ke lapangan menjadi bagian penting. Tentu, ketika pandemi seperti pendekatan daring menjadi pilihan paling bijak. Intinya, mereka bertemu dengan aktor lapangan. Hal ini penting untuk mengasah sensitivitas mereka terhadap masalah di sekitarnya. Ini soal kepedulian.

Kedua, kami berharap mahasiswa menerjemahkan apa yang dipelajarinya sebagai bagian solusi masalah nyata. Dengan cara inilah, relevansi materi ajar bisa dipastikan dan ditingkatkan. Di tahap awal ini, bisa jadi, solusi ugahari yang dihasilkan, tetapi ini adalah mula yang baik untuk belajar memecahkan masalah yang lebih kompleks dengan gagasan yang lebih besar. Ini perihal kreativitas mendesain solusi yang kontekstual.

Ketiga, dengan pameran karya, mahasiswa pun belajar menjual gagasan ke khalayak luas. Di saat yang sama, mereka juga berlatih mengapresiasi dan saling menginspirasi. Keterampilan hidup ini sangat penting sebagai calon warga global yang akan berinteraksi dengan banyak budaya yang berbeda. Di samping mampu mengomunikasikan gagasan  dengan baik, mereka juga akan menghargai keragaman yang mutlak diperlukan untuk maju bersama. Ini merupakan aspek memasarkan gagasan dan sekaligus menghargai perbedaan.

Keempat, situasi pandemi telah menjadikan mahasiswa semakin terbiasa bekerja bersama dengan kawan yang terpisah secara geografis. Tidak jarang mereka juga mempunyai masalah koneksi Internet. Bahkan, banyak di antara mereka yang belum pernah berjumpa secara fisik sejak menjadi mahasiswa pada 2020. Namun, mereka dengan segala kreativitasnya dapat menjaga semangat tim dan memecahkan tantangan yang diberikan. Ini adalah kemampuan penting untuk masa depan: kolaborasi dan semangat pantang menyerah. Ini juga tentang melatih keterampilan bekerja secara daring.

Sampai hari ini, tak seorangpun tahu kapan pandemi Covid-19 berakhir. Baik cepat maupun lambat, semua keterampilan tersebut di atas harus tetap diasah.

Perspektif melihat pembelajaran daring sebagai solusi darurat pun perlu dihentikan. Inilah saatnya meningkatkan pengalaman pembelajaran untuk memanen manfaat sebanyak mungkin. Kekurangan pasti ada, termasuk pekerjaan rumah untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal kereta. Namun, itu bukan alasan untuk terus mengutuk keadaan.

Tulisan ini sudah dimuat alam rubrik Opini Kedaulatan Rakyat, 15 Juli 2021.

15 Juli 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Kini-tak-lagi-darurat.jpg 1000 2000 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022021-07-15 10:01:402021-07-24 10:07:19Kini Tak Lagi Darurat

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Hikmah Berkurban di Kala Pandemi Link to: Hikmah Berkurban di Kala Pandemi Hikmah Berkurban di Kala Pandemi Link to: PPKM, Efisiensi atau Insinuansi Link to: PPKM, Efisiensi atau Insinuansi Pernyataan Sikap UIIPPKM, Efisiensi atau Insinuansi Scroll to top Scroll to top Scroll to top