• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Budaya Agama dalam Perdagangan Intan di Martapura
Berita Kegiatan

Budaya Agama dalam Perdagangan Intan di Martapura

Praktik dan relasi sosial yang terbentuk dalam perdagangan intan di kota Martapura dikupas secara menarik oleh Program Doktor Hukum Islam UII. Acara bertajuk bedah buku “Budaya Agama Dalam Transaksi Jual Beli Intan Melalui Pengempit di Martapura Kalimantan Selatan” ini diadakan pada Kamis (26/8) secara daring. Sang penulis buku, Dr. Amelia Rahmaniah, M.H. turut hadir dalam acara tersebut.

Ia melihat fenomena jual beli intan di Martapura mempunyai keunikan tersendiri dan dapat dijadikan sebagai budaya dalam daerah setempat. Kebiasaan dan rutinitas jika dimaknai secara ilmiah tentu akan memberikan manfaat. Pelaku ekonomi yang dikaji dalam bukunya adalah Suku Banjar yang mendiami daerah aliran sungai dari Banjarmasin sampai Amuntai. 

Martapura sebagai kota Intan memiliki komplek pertokoan permata Cahaya Bumi Selamat yang menjadi tujuan wisata. Produk unggulannya termasuk berbagai macam produk batu mulia, seperti intan. Transaksi jual beli intan melalui pengimpit memiliki lima poin yaitu bentuk transaksi, lamanya waktu, upah pengempit, uang jaminan, dan pencatatan.  

Transaksi jual beli ini mengandung nilai budaya Kerakatan dan Baparcayaan. Keduanya memiliki makna religius berupa solidaritas sosial dan amanah. Selain itu, makna sosial juga turut dituangkan dalam konsep ini. “Mempertahankan eksistensi dan membangun hubungan yang saling membutuhkan di antara sesama mereka (orang Banjar),” tulis Amelia dalam paparannya. 

Sebagai pengulas buku, Dr. Elsy Renie, M.Ag., Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah IAIN Batusangkar mengatakan membaca buku ini seperti berwisata ke Kalimantan. Pendekatan antropologi yang dipaparkan begitu terasa dalam penulisan yang ada. Buku ini ditinjau dalam sudut pandang relasi bisnis dalam Islam. 

Dalam transaksi yang dilakukan dinilai menggunakan dua akad yaitu Wakalah dan Ijarah. Kedua akad ini menurutnya tidak berdiri sendiri. “Wakalah misalnya, transaksi dilakukan dan terjadi peralihan kemudian adanya nilai dan harga yang dibelikan kembali oleh pemilik intan,” jelasnya.

Dalam transaksi seringkali juga ditemukan permasalahan. Proses penyelesaian permasalahan berbentuk perdamaian. Sengketa atau pertikaian yang ada juga diakibatkan persentuhan masyarakat dengan ekonomi kapitalis, seperti adanya lembaga gadai. Menyelesaikan setiap permasalahan dengan sabar tanpa kekerasan telah berjalan lama dalam budaya Kalimantan. 

Senada, pengulas buku lainnya Dr. Muhammad Muslich KS, M.Ag. berpendapat beberapa aspek penting yang dimiliki oleh masyarakat Suku Banjar dijelaskan dengan gamblang lewat kehadiran buku ini. 

Muslich mengatakan penelitian dalam budaya agama ini tentu sangat penting dalam berkehidupan bermasyarakat. “Saya mengalami betul, bagaimana perilaku budaya jual beli, politik, dan lainnya. Kita tidak perlu menentangkan budaya dan agama. Namun, relasi sosial dari keduanya itu muncul. Dan tantangan bagi kita adalah untuk mengharmonisasikan keduanya,” tutupnya. (KR/ESP)

27 Agustus 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Budaya-Agama-dalam-Perdagangan-Intan-di-Martapura.jpg 450 796 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-08-27 13:16:382021-08-27 13:20:21Budaya Agama dalam Perdagangan Intan di Martapura

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Memprediksi Masa Depan Afghanistan di Tangan Taliban Link to: Memprediksi Masa Depan Afghanistan di Tangan Taliban Memprediksi Masa Depan Afghanistan di Tangan Taliban Link to: CILACS UII Jalin Kerjasama dengan Fakultas Biologi UNSOED Link to: CILACS UII Jalin Kerjasama dengan Fakultas Biologi UNSOED CILACS UII Jalin Kerjasama dengan Fakultas Biologi UNSOED Scroll to top Scroll to top Scroll to top