• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mendesain Pendidikan Arsitektur Yang Berkelanjutan
Berita Kegiatan

Mendesain Pendidikan Arsitektur Yang Berkelanjutan

Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Seminar Karya dan Pameran Arsitektur for Indonesia (Sakapari) yang ke-9. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (5/3) secara daring itu diikuti 108 peserta. Tujuannya untuk menumbuhkan kemampuan mahasiswa di bidang arsitektur, khususnya pada arsitektur berkelanjutan dan urbanisme.

Prof. Noor Cholis Idham, S.T., M.Arch., Ph.D. selaku Ketua Prodi Arsitektur UII dalam sambutannya mengatakan, “Sejalan berkembangnya teknologi, kita harus memanfaatkan dunia komputasi ini, elemen-elemen atau metode-metode desain”.

Ia menambahkan komputasi dalam dunia arsitektur merupakan suatu kelaziman, sehingga wajib untuk menggunakannya, baik sebagai alat atau sebagai metode untuk meneliti sekaligus mendesain. Menguatnya isu keberlanjutan telah membuat bidang teknik, sosial, ekonomi juga harus diintegrasikan dalam desain arsitektur. Oleh karenanya, Smart Architecture akan segera disampaikan untuk segala kepentingan.

“Teman-teman mahasiswa, kita tidak cukup hanya menggunakan aplikasi komputer saja, tapi bagaimana cara mendesain agar otomatisasi arsitektur segera bisa diwujudkan,” imbuh Noor Cholis.

Sementara itu, Fajar Ikhwan Harmono, ST., MT., IAI. sebagai pembicara mengangkat tema “Desain Keberlanjutan melalui Praktik Computational Design.” Ia menegaskan sebenarnya Indonesia punya potensi besar sebagai negara berkembang, karena banyaknya pengrajin yang mempunyai skills yang tidak dimiliki para arsitek.

Fase digitalisasi arsitektur sudah mengarah ke arah describe system. “Lingkungan akan bergerak ke arah sesuatu yang sifatnya berpisah tapi saling berkaitan, tidak masing-masing punya kelompok sendiri,” tutur Fajar.

Saat ini era tentang kurva linier sudah bergeser ke arah segmentasi. Padahal praktek di lapangan, kurva ini akan dihitung secara nasional. Maka dari itu, kedepannya describe system akan berpengaruh pada design thinking.

Sedangkan Syarifah Ismailiyah Al Athas, ST., M.T., GP. sebagai narasumber kedua, menyampaikan tentang “Design Computation in Architectural Education: Challenge and Innovation.” Menurutnya, tidak mungkin manusia bisa mempelajari suatu benda, tanpa melihat apa yang berkelindan dalam suatu pembahasan tersebut. Maka dari itu, perlu  memperhatikan hal-hal yang kecil, jauh, sedikit, tapi tampaknya akan menjadi trend dan akan dibahas dalam poin keberlanjutan.

“Dan sekarang yang menjadi sangat elaboratif adalah computer vision, bagaimana visualisasi komputer itu bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, bukan hanya untuk arsitektural saja tetapi dalam desain yang lain, misalnya penggunaan marketplace dan lain-lain,” tutur Syarifah.

Narasumber terakhir, Yullya Pratiwi, S.T., M.Eng, IAP. menyampaikan perbedaan bangunanan, kawasan, dan kota. Bangunan merupakan wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya sebagai tempat manusia melakukan kegiatan. Kawasan merupakan daerah tertentu yang mempunyai ciri tertentu. Sedangkan kota adalah permukiman berkepadatan penduduk tinggi, bersifat non-agraris.

Ia juga menjelaskan tentang urban design, hubungan design computation dengan perancangan kota, peran desain computation dalam perancangan kota berkelanjutan, alat dalam perancangan serta menjelaskan SIG dalam urban design. (LMF/ESP)

7 Maret 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/08/arsitektur-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-03-07 14:56:322022-03-08 14:58:23Mendesain Pendidikan Arsitektur Yang Berkelanjutan

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mengenal Apa Itu IISMA dan Bagaimana Mendaftarnya Link to: Mengenal Apa Itu IISMA dan Bagaimana Mendaftarnya Mengenal Apa Itu IISMA dan Bagaimana Mendaftarnya Link to: Peluang dan Tantangan Pengajaran BIPA untuk Penutur Bahasa Arab Link to: Peluang dan Tantangan Pengajaran BIPA untuk Penutur Bahasa Arab Peluang dan Tantangan Pengajaran BIPA untuk Penutur Bahasa Arab Scroll to top Scroll to top Scroll to top