• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mewaspadai Gejala Gangguan Ginjal Akut Pada Anak
Berita Kegiatan, Pilihan

Mewaspadai Gejala Gangguan Ginjal Akut Pada Anak

Saat ini di dunia kesehatan dihebohkan dengan munculnya gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGGPA). Per 23 Oktober 2022 dilaporkan dari 245 kasus di Indonesia sebanyak 16% sembuh, 27% dalam perawatan, dan 57% meninggal dunia. Tersebar di 26 provinsi dengan kasus terbanyak di DKI Jakarta. Sebenarnya GGGPA sudah ditemukan sejak bulan Januari 2022. GGPA dapat muncul pada rentang usia 0-18 tahun (mayoritas balita) dengan keluhan utama demam dan infeksi selama 14 hari terakhir. Saat pemeriksaan didapatkan adanya radang ginjal tanpa pernah mengalami kelainan ginjal sebelumnya. Sehingga mendapatkan diagnosis gangguan ginjal akut yang belum diketahui penyebabnya. 

“Gagal ginjal akut anak merupakan kondisi serius, sehingga perlu tindakan yang cepat,” jelas dr. RR. Dewi Sitoresmi A, Sp.A, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) pada acara webinar daring Pengabdian Masyarakat FK UII pada Sabtu (29/10).

Para orang tua cemas dengan berita yang beredar, terutama di media sosial. Ternyata GgGA anak bukanlah penyakit baru. GgGA didefinisikan sebagai penurunan fungsi ginjal secara mendadak. Tandanya meliputi penurunan produksi urin yang menyebabkan penumpukan racun di tubuh, seperti ureum dan kreatinin darah.

Dia menjelaskan bahwa penyebab GgGA anak sangat beragam. Mulai dari kekurangan cairan (dehidrasi), perdarahan, luka bakar, gagal jantung, infeksi berat, batu ginjal, dan toksin endogen. “Ethylene glycol masuk termasuk toksin endogen,” jelasnya.

Secara medis standar diagnosis yang ditetapkan oleh Kidney Disease Improving Global Outcome (KDIGO)2012, GgGA dibagi menjadi tiga stadium. Stadium 1 ditandai dengan peningkatan kreatinin serum 1.5-1.9x dari kadar normal dan pengurangan urin yang keluar <0.5ml/kg/jam selama 6-12 jam. Menyusul stadium 2 ditandai dengan peningkatan 2-2.9x kadar normal kreatinin dan urin keluar berkurang <0.5ml/kg/jam selama lebih dari 12 jam. Stadium 3 yang mengkhawatirkan ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin serum sebesar 3x dari normal dan tidak mengeluarkan urin sama sekali lebih dari 12 jam.

“Saat stadium tiga, maka anak tersebut butuh perawatan cuci darah,” tambahnya.

Menurut Dewi, fakta di lapangan anak yang datang dengan GgGA ke perawatan kesehatan biasanya sudah memasuki stadium tiga. Sifat dari stadium tiga sendiri adalah berat dan progresif, sehingga risiko kematian sangat tinggi. Jika penanganan awal tidak ditangani dengan baik maka risiko jangka panjangnya dapat terjadi penyakit ginjal kronik (gagal ginjal). Angka kejadiannya sendiri di dunia cukup tinggi sekitar 26.9% menurut Assessment of Worldwide Acute Kidney Injury, Renal Angina, and Epidemiology (AWARE).

Cara memastikan seorang anak terkena GgGA, tambahnya, terdiri dari kriteria KDIGO di atas dan monitor produksi urin. Setelahnya adalah pencarian penyebab dari GgGA melalui pemeriksaan laboratorium (darah lengkap, darah tepi, urinalysis), pencitraan (USG, CT Scan, MRI), dan biopsi ginjal jika diperlukan.

Hal yang bisa dilakukan saat anaknya demam dikarenakan masih perlu pengecekan pasti edaran obat yang aman, maka bisa melakukan hal-hal sebagai berikut: pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi, kompres air hangat, istirahat, konsumsi makanan bergizi, dan meminum obat-obatan selain sirup. Segera larikan anak ke rumah sakit jika ditemui tanda urin berkurang/tidak sama sekali kencing, sesak napas, bengkak, dan kejang/penurunan kesadaran. (UAH/ESP)

30 Oktober 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/10/Mewaspadai-Gejala-Gangguan-Ginjal-Akut-Pada-Anak.jpg 450 801 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-10-30 13:13:452022-10-31 13:15:57Mewaspadai Gejala Gangguan Ginjal Akut Pada Anak

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Belajar Dakwah Internasional Dari Mohamed Salah Link to: Belajar Dakwah Internasional Dari Mohamed Salah Belajar Dakwah Internasional Dari Mohamed Salah Link to: DPKA UII Kuatkan Keterampilan Nonteknis Lulusan Link to: DPKA UII Kuatkan Keterampilan Nonteknis Lulusan DPKA UII Kuatkan Keterampilan Nonteknis Lulusan Scroll to top Scroll to top Scroll to top