Perkuat Jejaring Kemitraan, UII dan UHS Resmi Jalin Kerja Sama
Universitas Islam Indonesia (UII) terus berkomitmen dalam menguatkan jejaring kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, UII menerima kunuungan kerja sama dari Universitas Halim Sanusi (UHS) pada Selasa (28/04) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Dalam kunjungan ini juga menyepakati kerja sama yang secara resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor UII, Fathul Wahid dan Rektor UHS, Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D.
Fathul Wahid menyampaikan dalam sambutannya bahwa kekuatan institusi tidak lepas dari nilai-nilai yang diwariskan para pendiri sejak awal berdiri. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi dalam menjaga arah dan perkembangan kampus. “Nilai-nilai yang diwariskan para pendiri itulah yang terus kami jaga dan rawat, bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diamalkan,” ujar Rektor UII ini.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir UII terus mendorong pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga kualitas. Hal ini diwujudkan melalui penguatan SDM serta perluasan peran global, termasuk program pemberdayaan perempuan dari Afghanistan sebagai bagian dari kontribusi internasional.
Sementara itu, Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D. menyoroti pentingnya ketahanan institusi dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga dampak pandemi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bertahan tidak lepas dari semangat bersama dan kerja sama berbagai pihak. “Dengan semangat dan kolaborasi, kita tetap mampu bertahan dan berkembang,” katanya.
Menurutnya, ke depan perguruan tinggi harus semakin adaptif terhadap perubahan. Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar mampu bersaing dan terus berkembang di tengah dinamika yang cepat.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kerja sama antara kedua universitas yang membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM. Keduanya sepakat bahwa masa depan pendidikan tinggi sangat ditentukan oleh kemampuan institusi dalam menjaga nilai, memperluas kolaborasi, dan menyiapkan SDM yang unggul serta berintegritas. (AHR/RS)




