Kuliah Umum Visiting Professor MIKOM UII Soroti Media Activism dan Era Citizen Journalist

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menghadirkan ruang akademik yang dinamis melalui penyelenggaraan kuliah umum Visiting Professor pada Jumat, (17/04). Bertempat di Ruang Meeting Jurusan Ilmu Komunikasi UII, kegiatan ini menghadirkan Prof. Nurhaya Muchtar, seorang profesor dari Department of Communications Media, Indiana University of Pennsylvania, Amerika Serikat.

Kuliah umum yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri oleh mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi UII. Mengangkat tema besar seputar media activism dan jurnalistik, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang dialog kritis antara pemateri dan peserta.

Berbeda dengan pola perkuliahan konvensional yang cenderung satu arah, Prof. Nurhaya mengusung pendekatan diskusi interaktif. Ia secara aktif melibatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran melalui berbagai topik diskusi yang relevan dengan perkembangan media saat ini. Metode ini membuat suasana kuliah terasa hidup dan partisipatif.

Sejak awal acara, antusiasme peserta terlihat jelas. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat dalam diskusi kelompok yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil diskusi secara terbuka. Pola ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis serta berani menyampaikan pandangan mereka.

Salah satu gagasan penting yang disampaikan Prof. Nurhaya adalah tentang keterkaitan antara perkembangan teknologi dan meningkatnya praktik media activism. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi, khususnya dalam hal akses alat produksi media, telah membuka peluang luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas jurnalistik.

“Semakin murah alat, semakin jalan activism,” ungkapnya dalam sesi diskusi. Pernyataan tersebut menyoroti bagaimana keterjangkauan teknologi menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong partisipasi publik dalam produksi dan distribusi informasi.

Lebih lanjut, Prof. Nurhaya juga mengangkat topik mengenai pergeseran paradigma dalam dunia jurnalistik, khususnya dari public journalism menuju citizen journalism. Dalam diskusi tersebut, peserta diajak untuk membedah karakteristik dan peran masing-masing konsep dalam ekosistem media modern.

Ia menjelaskan bahwa citizen journalism berkembang pesat karena sifatnya yang lebih inklusif dan ekonomis. “Transition from public media to citizen journalism, because citizen journalism is cheap. Anybody who has 2 million Rupiah can report,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa dengan modal yang relatif kecil, siapa pun kini dapat berperan sebagai penyampai informasi.

Kuliah umum ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga relevansi praktis bagi mahasiswa sebagai calon praktisi komunikasi dan jurnalisme. Dengan pendekatan yang dialogis, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar memahami konsep, tetapi juga mengkritisi dan mengaplikasikannya dalam konteks nyata.

Kehadiran Prof. Nurhaya Muchtar sebagai visiting professor menjadi nilai tambah tersendiri bagi lingkungan akademik UII. Selain membawa perspektif global, ia juga mampu mengaitkan teori dengan realitas media kontemporer yang terus berkembang.

Melalui kegiatan ini, Prodi Magister Ilmu Komunikasi UII menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta mendorong mereka untuk lebih aktif dalam memahami dinamika media, khususnya dalam konteks aktivisme dan partisipasi publik.

Dengan semangat diskusi yang terbuka dan partisipatif, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran komunikasi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi kritis yang membangun kesadaran akan peran media dalam masyarakat.(MFPS/AHR/RS)