DPPM UII Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Tingkatkan Publikasi Jurnal Internasional
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Workshop dan Klinik Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi pada Rabu (10/06) di Auditorium Gedung K.H.A. Wahid Hasyim Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Kampus Terpadu UII. Kegiatan yang diikuti oleh dosen di lingkungan fakultas yang ada di UII bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademik dosen untuk mendorong produktivitas publikasi ilmiah jurnal bereputasi internasional.
Workshop menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan peneliti yang membagikan strategi penyusunan artikel ilmiah hingga kiat menghadapi proses review dan publikasi yaitu Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dan Dr. Ni Luh Wulan Septiani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU.menyampaikan bahwa pelatihan penulisan artikel jurnal internasional merupakan program rutin yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi dosen. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 30 dosen dengan 32 artikel yang akan mendapatkan pendampingan publikasi. “Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara penuh agar target publikasi yang diharapkan dapat tercapai,” ujarnya.
Prof. Eko juga menegaskan komitmen DPPM untuk terus mendukung pengembangan riset dan publikasi akademik di lingkungan UII. “DPPM akan terus memfasilitasi dan mendampingi para dosen dalam proses publikasi ilmiah sebagai bagian dari kontribusi bagi kemajuan UII,” tuturnya.
Memasuki sesi penyampaian materi, Dosen FEB UGM, Akhmad Akbar Susamto, menekankan bahwa publikasi ilmiah harus diawali dengan pemilihan topik penelitian yang memiliki kebaruan dan kontribusi yang jelas. Menurutnya, kualitas data menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelayakan sebuah artikel untuk dipublikasikan. “Data yang baik secara langsung menjawab ide dan fokus penelitian, bukan sekadar data yang tersedia atau mudah dikumpulkan tetapi tidak relevan dengan tujuan riset,” jelasnya.
Akhmad juga mengingatkan pentingnya mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap) sebelum menyusun artikel. Selain itu, penulis perlu memahami struktur artikel yang sesuai dengan jenis penelitian, baik konseptual, telaah kepustakaan, maupun penelitian empiris, agar argumen yang dibangun dapat tersampaikan secara sistematis dan meyakinkan.
Sementara itu, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ni Luh Wulan Septiani, membagikan pengalaman mengenai strategi publikasi di jurnal bereputasi tinggi. Ia menjelaskan bahwa proses publikasi dimulai sejak tahap pencatatan penelitian dan pengelolaan referensi. “Research note merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk merekam temuan dan hasil dari proyek penelitian,” ujarnya saat menjelaskan pentingnya dokumentasi penelitian yang baik.
Menurut Ni Luh, penulis juga harus memahami standar jurnal yang dituju sebelum mulai menulis. Ia menekankan pentingnya kualitas data, cara penyajian hasil penelitian, serta kemampuan menyusun cerita ilmiah yang logis. “Karakteristik manuskrip yang baik adalah memiliki pesan ilmiah yang jelas dan mampu menyampaikan gagasan penulis secara logis kepada pembaca,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi review artikel jurnal internasional dimana setiap peserta mempresentasikan artikel jurnal untuk memperoleh masukan dan evaluasi dari tim reviewer. Dengan sesi ini, peserta mendapat pendampingan langsung untuk meningkatkan kualitas naskah sebelum diajukan ke jurnal internasional bereputasi.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses publikasi ilmiah, mulai dari menemukan ide penelitian, menyusun artikel, hingga menghadapi proses review jurnal. Bekal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi akademik mahasiswa maupun peneliti muda di masa mendatang. (AHR/RS)




