Ikhlas merupakan jalan untuk membersihkan hati dan menenangkan pikiran, keberadaan sikap berikhlas harus dilatih dan ditumbuhkan pada diri masing-masing umat muslim. Sebab dengan adanya ikhlas, seorang muslim akan dicintai makhluk dan lebih dekat dengan tuhannya.

Hal ini disampaikan K.H. Abdullah Gymnastiar pada Tabligh Akbar Wonderful Muharram 1443 H yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jumat (20/8) secara virtual. Tabligh Akbar mengangkat tema Gebyar Muharram 1443 H Loyalitas Generasi Rabbani Millenial dengan Intensitas Beramal dan Berbagi.

Dalam tausiyahnya, K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang biasa dikenal dengan sebutan Aa Gym mengatakan bahwa ikhlas memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Namun demikian, saat ini tidak sedikit dari milenial yang beramal baik untuk membangun topeng di masyarakat, bukan karena ingin mendapat ridho dari Allah SWT.

Aa Gym berpesan kepada generasi milenial untuk tidak mudah terkecoh dengan segala hal yang dapat dilihat oleh mata. Akan tetapi hendaknya bagi milenial saat ini untuk terus memperbaiki diri dan membersihkan hati guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Milenial-milenial ini yang kadang-kadang terkecoh membagus-baguskan casing atau topeng. Ingin kelihatan hebat, ingin kelihatan keren, ingin kelihatan sukses, tapi tidak ada hatinya cari kedudukan di sisi Allah, ini masalah,” tutur pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid itu.

Aa Gym dalam tausiyahnya melalui zoom meeting itu juga menekankan masyarakat untuk selalu berbuat baik dan ikhlas pada setiap kondisi. Hal ini dimaksudkan agar manusia tidak terhasut dengan pesona pujian dan celaan yang dilontarkan oleh orang lain.

Ia juga menceritakan bahwa ciri-ciri orang yang tidak ikhlas sangat mudah dijumpai di sekitar kita. Salah satunya adalah melakukan sesuatu semata-mata ingin dipuji oleh orang lain. Ketika seseorang telah melakukan pekerjaan dan mendapat pujian sesuai ekspektasinya, maka ia akan lupa terhadap tuhannya yang telah memberikan ia kepuasan bathin.

“Orang yang kurang ikhlas kalau dipuji semangat, kalau tidak ada yang muji tidak semangat, kalau dicaci habis dia patah semangat, memang tujuannya pujian orang bukan tujuan Allah. Kalau orang yang lillahhi ta’ala, orang muji atau orang yang mencaci itu sama. Tuhan kita itu allah,” ungkapya.

Disamping itu, Aa Gym dalam tausiyahnya juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan pujian sebagai prioritas utama dalam melakukan pekerjaan. Ia juga berpesan untuk tidak fokus terhadap kritikan, sampai sampai lupa terhadap tuhan yang maha esa.

“Benar saja kalau kita dihina dan dicaci untuk bahan evaluasi diri, tapi jangan sampai kita lebih sibuk memikirkan orang yang menghina daripada memikirkan Allah. Jangan ingin diperlakukan spesial karena amalan kita. Makanya jangan suka dihargai orang karena sebetulnya kita dihargai orang itu bukan karena kita hebat, kita dihargai orang lain karena Allah menutupi aib kesalahan kita,” tandas Aa Gym. (AMG/RS)