• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Antara Idealita dan Realita: Menakar Problem dan Tantangan Pondok Pesantren...
Berita Kegiatan

Antara Idealita dan Realita: Menakar Problem dan Tantangan Pondok Pesantren Masa Kini

Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Webinar Nasional bertema “Antara Idealita dan Realita: Menakar Problem dan Tantangan Pondok Pesantren Masa Kini”secara daring melalui kanal  Zoom Meeting dan YouTube Live pada Selasa (04/11). Kegiatan yang diikuti lebih dari 700 peserta dari berbagai kalangan dari akademisi, pengasuh pesantren, aparatur Kementerian Agama, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan Islam. Kegiatan ini menjadi forum reflektif untuk menelaah peran strategis pesantren di tengah arus modernisasi.

Tiga narasumber nasional hadir dalam webinar ini, yaitu Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. selaku Direktur Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, M. Husnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., Ph.D. selaku Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, dan Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag. selaku Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni UII, Dr. Drs. Rohidin, SH., M.Ag., menegaskan bahwa pesantren memiliki misi luhur mencetak insan kamil yaitu manusia berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sosial. Namun idealita ini kini menghadapi tiga tantangan besar: modernisasi dan digitalisasi, kemandirian ekonomi dan politik, serta ketahanan ideologis. “Pesantren harus menjadi penuntun moral politik, bukan pemain politik,” tegasnya.

Dr. Basnang Said menjelaskan bahwa UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menegaskan pentingnya sistem penjaminan mutu pendidikan melalui dua lembaga antara lain Dewan Masyayikh di tingkat satuan pendidikan dan Majelis Masyayikh di tingkat nasional. Kedua lembaga ini memastikan mutu pendidikan pesantren berjalan sesuai standar nasional.

Beliau juga menegaskan tiga fungsi utama pesantren yaitu pendidikan dengan mencetak santri berilmu dan berakhlak. Kemudian, dakwah dengan menyebarkan Islam moderat (rahmatan lil ‘alamin). Pemberdayaan masyarakat  yang mendorong kemandirian sosial dan ekonomi umat.

“Negara berkomitmen memperkuat eksistensi pesantren melalui regulasi seperti UU No. 18 Tahun 2019, Keppres No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri, dan Perpres No. 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren,” ungkap Dr. Basnang.

Sementara itu, M. Husnaini menguraikan bahwa pesantren memiliki lima elemen utama yaitu kiai, santri, pondok, masjid, dan kitab kuning yang membentuk ekosistem pendidikan Islam khas Indonesia. Ia menambahkan bahwa fleksibilitas pesantren membuatnya selalu relevan di setiap zaman.

Prof. Zuly Qodir menyoroti pergeseran nilai antara pesantren klasik dan modern. Pesantren modern kini banyak mengadopsi model boarding school, sementara pesantren klasik masih mempertahankan sanad keilmuan, kesederhanaan, dan kemandirian. “Meski banyak yang telah beralih ke sistem yayasan, ruh spiritualitas dan keikhlasan tetap harus dijaga,” ujarnya.

Webinar ini menegaskan bahwa pesantren tetap menjadi benteng moral dan pusat ilmu keislaman yang adaptif terhadap perubahan zaman. DPPAI UII berharap kegiatan ini memperkuat sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam mencetak generasi santri yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global. (AK/AHR/RS)

4 November 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/11/Antara-Idealita-dan-Realita-Menakar-Problem-dan-Tantangan-Pondok-Pesantren-Masa-Kini.jpg 340 604 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2025-11-04 15:32:552025-11-04 15:33:58Antara Idealita dan Realita: Menakar Problem dan Tantangan Pondok Pesantren Masa Kini

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Jajaki Program Double Degree dengan Universitas Padjadjaran Link to: UII Jajaki Program Double Degree dengan Universitas Padjadjaran UII Jajaki Program Double Degree dengan Universitas Padjadjaran Link to: UII Jadi Tuan Rumah Satria Data 2025, Ajang Bergengsi Kompetisi Data Nasional Link to: UII Jadi Tuan Rumah Satria Data 2025, Ajang Bergengsi Kompetisi Data Nasional UII Jadi Tuan Rumah Satria Data 2025, Ajang Bergengsi Kompetisi Data Nasion... Scroll to top Scroll to top Scroll to top