CILACS UII Jadi Rujukan UM Gresik dalam Pengembangan Tes Kompetensi Bahasa Arab
CILACS Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan studi banding dari pengelola Pengembangan Bahasa Asing Universitas Muhammadiyah (UM) Gresik pada Rabu (1/7/2026) di Kantor CILACS UII, Unit Demangan, Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan mempelajari pengembangan program Bahasa Arab serta tes kompetensi Bahasa Arab yang telah dikembangkan CILACS UII.
Rombongan UM Gresik dipimpin oleh Kepala Pengembangan Bahasa Asing, Yanuar Pandu Negoro, S.T., M.LogSCM, didampingi Dr. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam dan Dr. Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Biro Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala CILACS UII, Rr. Ratna Roostika, S.E., MAC., Ph.D., bersama jajaran manajemen CILACS UII.
Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh rencana UM Gresik untuk mengembangkan tes kompetensi Bahasa Arab sebagai salah satu alternatif persyaratan kelulusan mahasiswa. Kebijakan tersebut muncul sebagai respons terhadap banyaknya mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren sehingga memiliki kompetensi Bahasa Arab yang baik. Meski demikian, UM Gresik masih memerlukan referensi terkait model tes, standar asesmen, serta pengelolaan sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaannya.
Dalam kesempatan tersebut, tim CILACS UII memaparkan perjalanan institusi, pengalaman dalam mengembangkan layanan tes bahasa, serta berbagai inovasi yang telah dilakukan. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan penyelenggaraan tes kompetensi bahasa, penyusunan instrumen asesmen, hingga strategi menjaga kualitas layanan.
Selain menjadi sarana berbagi praktik baik, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama antara CILACS UII dan UM Gresik, khususnya dalam pengembangan tes kompetensi Bahasa Arab, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan layanan kebahasaan di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kunjungan ini, CILACS UII kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan bahasa yang tidak hanya memberikan layanan pendidikan dan pengujian bahasa, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi berbagai institusi dalam menghadirkan sistem asesmen bahasa yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi. (ANK/AHR/RS)





