Universitas Islam Indonesia telah membentuk satuan tugas khusus untuk mengelola seluruh komunikasi dan implementasi kebijakan universitas selama masa pandemi Covid-19. Prioritas utama kami adalah untuk berkontribusi aktif dalam berbagai upaya kolektif untuk mencegah penularan virus di lingkungan kampus serta menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika.

Kontak Satgas Covid-19 UII

Tautan kontak WhatsApp untuk mendapatkan informasi seputar kebijakan universitas di masa pandemi dan informasi layanan isolasi diri di Shelter Covid-19 UII .

Kontak Darurat

SLEMAN TANGGAP COVID-19
0274 860 9000 / 0878 1999 3434

YOGYAKARTA TANGGAP COVID-19
0274 555 585 / 0811 2764 800

Bantuan untuk Mahasiswa

Pengajuan keringanan SPP angsuran ketiga dan keempat tahun akademik 2021/2022.

Peraturan Rektor

Pranala Penting

Berita Kegiatan Covid19 Pilihan

Perangi Covid-19, Mahasiswa UII Sediakan APD untuk Tenaga Medis

Di tengah situasi pandemi Corona (Covid-19), mahasiswa UII tergugah untuk menyumbangkan kontribusi bagi negeri. Dua unit kegiatan mahasiswa yaitu Laboratorium...
Selengkapnya
Berita Kegiatan Covid19 Pilihan

Kuliah Daring Solusi di Tengah Pandemi Covid-19

Kuliah daring menjadi solusi untuk tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajar di tengah penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin meluas. Di tengah...
Selengkapnya
Covid19

Kuota Internet Gratis untuk Pembelajaran Daring dan Kerja dari Rumah

Diinformasikan kepada sivitas (mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen) Universitas Islam Indonesia (UII), bahwa untuk mendukung kebijakan pembelajaran daring dan kerja dari...
Selengkapnya
Covid19

Kerja dari Rumah untuk Mitigasi Penyebaran Covid-2019

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan mempertimbangkan Surat Edaran Kementerian Pendidikan No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-2019) pada...
Selengkapnya

Sesuai dengan Surat Edaran Rektor UII, tidak dianjurkan untuk mahasiswa melakukan perjalanan pulang kampung atau ke luar kota.

Dalam situasi seperti ini, setiap orang berpotensi sebagai sumber penyebaran virus ke orang atau daerah yang belum terpapar, dan sebaliknya, berpotensi terpapar selama dalam perjalanan.

Setiap pribadi harus turut bertanggung jawab menjaga diri dan lingkungannya.

Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19.

Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV. Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah:

  • demam
  • rasa lelah
  • batuk kering

Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas. Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.

Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk dan napas orang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus.

Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya.

Jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang, karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, menghindari bersalaman atau saling mencium pipi.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Berikut ini 4 cara pencegahan yang dapat Anda dan keluarga Anda lakukan:

  1. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (60%).
  2. Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.
  3. Jaga jarak bicara minimal 1 meter.
  4. Jauhi orang yang terlihat memiliki gejala-gejala flu.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Apabila sakit Anda tidak menunjukkan gejala menyerupai Covid-19, silakan memeriksakan diri ke dokter maupun fasilitas kesehatan terdekat yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.

Apabila sakit yang Anda rasakan menunjukkan indikasi menyerupai gejala Covid-19, Anda disarankan untuk segera menghubungi layanan Yogyakarta Tanggap Covid-19 di 0274 555 585 atau 0811 276 480.

Jika Anda memerlukan bantuan dokter atau fasilitas ambulans, hubungi Tim UIISiaga Covid-19 di nomor 0821 317 37773 (telepon, Whatsapp).

Bantuan yang dapat diupayakan oleh Tim UIISiaga untuk mahasiswa:

  1. Pengiriman dokter untuk mendatangi mahasiswa yang sedang sakit.
  2. Penyediaan fasilitas ambulans, apabila diperlukan.

Tim UIISiaga Covid-19 dapat dihubungi melalui telepon atau Whatsapp di nomor 0821 317 37773.

Terdapat 25 rumah sakit yang menjadi rujukan di Provinsi D.I.Yogyakarta, data lengkap rumah sakit tersebut dapat Anda lihat di halaman beranda situs resmi pemerintah D.I.Yogyakarta di https://corona.jogjaprov.go.id/.

Anda juga dapat melihat daftar rumah sakit rujukan di akun resmi Instagram Pemerintah D.I. Yogyakarta.

Mengenal Coronavirus dan COVID-19

Apa itu Coronavirus dan COVID-19?

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.

Sumber: World Health Organization (WHO)

Jaga Kebersihan dan Daya Tahan Tubuh

Apakah saya harus khawatir tentang COVID-19?

Penyakit yang disebabkan infeksi COVID-19 pada umumnya bersifat ringan, terutama pada anak-anak dan orang dewasa muda. Namun, infeksi ini tetap dapat menyebabkan penyakit serius. Karenanya, wajar jika orang khawatir tentang dampak wabah COVID-19 pada diri mereka dan orang-orang yang mereka kasihi.

Kita dapat menyalurkan kekhawatiran kita dengan cara melindungi diri kita, orang-orang yang kita kasihi dan masyarakat kita. Tindakan yang terpenting adalah rajin mencuci tangan secara menyeluruh dan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin. Selain itu, tetap ikuti perkembangan informasi dan patuhi nasihat dinas kesehatan setempat termasuk pembatasan perjalanan, pergerakan dan pertemuan yang diberlakukan.

Seberapa besar kemungkinan saya tertular COVID-19?

Risiko tertular tergantung lokasi Anda – lebih tepatnya, apakah sedang terjadi wabah COVID-19 di sana.

Di sebagian besar lokasi, risiko tertular COVID-19 masih rendah. Namun, ada tempat-tempat (kota atau wilayah) di seluruh dunia di mana penyakit ini menyebar. Orang yang tinggal di atau mengunjungi wilayah-wilayah ini lebih berisiko tertular COVID-19. Pemerintah-pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil tindakan tegas setiap kali kasus COVID-19 baru teridentifikasi.

Patuhilah larangan-larangan perjalanan, pergerakan atau pertemuan dengan jumlah peserta yang besar yang diberlakukan di tempat Anda berada. Bekerja sama dengan upaya-upaya pengendalian penyakit akan menurunkan risiko Anda tertular atau menyebarkan COVID-19.

Wabah dan penularan COVID-19 dapat ditahan dan dihentikan, seperti yang terjadi di Tiongkok dan beberapa negara lain. Sayangnya, wabah-wabah baru terjadi dengan cepat. Anda perlu mengetahui situasi di tempat Anda berada atau yang akan Anda kunjungi.

Sumber: World Health Organization (WHO)

Sekilas tentang
Shelter COVID-19 UII

Merespons naiknya kasus positif covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia  bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Sonjo (Sambatan Jogja), serta para donatur meluncurkan Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia pada tanggal 14 Juni 2021. Adapun lokasi Shelter tersebut berada di Rusunawa (sisi Selatan) yang terletak di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang km 14,5, Besi, Sleman, Yogyakarta.

Rusunawa ini  ditetapkan sebagai fasilitas kesehatan darurat diperuntukkan bagi warga yang terkonfirmasi positif covid-19 tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan. Isolasi diri di Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia tidak dikenakan biaya. Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia ini  terbuka untuk umum khususnya bagi masyarakat Sleman, Yogyakarta.

Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia memiliki kapasitas 4 lantai dengan ketersediaan kamar 69 orang, dengan komposisi satu kamar tidur bagi satu orang dengan kamar mandi yang telah diberi nomor untuk masing-masing orang.

Bagi warga masyarakat, khususnya yang berdomisili di wilayah kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ingin melaksanakan isolasi diri di Shelter Covid-19 UII, silakan mengikuti alur pelayanan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Jika Anda terkonfirmasi positif Covid-19, segera lapor ke puskesmas terdekat sesuai domisili.
  2. Dari puskesmas akan memeriksa apakah Anda masuk ke dalam Orang Tanpa Gejala (OTG), gejala ringan, gejala sedang, atau gejala berat.
  3. Jika Anda termasuk OTG atau gejala ringan, Anda akan direkomendasikan untuk isolasi diri di shelter. Untuk gejala sedang atau berat akan dirujuk ke rumah sakit.
  4. Pihak Puskesmas yang akan menghubungi Shelter Covid-19 UII untuk menginformasikan kedatangan pasien dan mengetahui ketersediaan kamar di Shelter Covid-19 UII.
  5. Jika kondisi di atas terpenuhi, pasien akan diantarkan oleh petugas Puskesmas ke Shelter Covid-19 UII.
  6. Pasien melakukan isolasi di Shelter Covid-19 UII minimal sepuluh hari dan atau sudah dinyatakan oleh dokter layak untuk selesai menjalani isolasi.
  7. Apabila dalam masa isolasi, kondisi pasien mengalami penurunan, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
  8. Setelah selesai menjalani isolasi di shelter UII, pasien akan mendapatkan Surat Keterangan Selesai Isolasi.
  9. Setelah selesai isolasi, pasien harus tetap mengikuti protokol kesehatan dan mematuhi instruksi pasca isolasi dari dokter.
  10. Pasien meninggalkan Shelter Covid-19 UII dengan transportasi yang disiapkan oleh pasien secara pribadi.

Adapun Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:

  1. Tempat tidur
  2. Kamar mandi
  3. Lemari
  4. Free Wifi
  5. CCTV di tiap lantai
  6. Tempat jemuran pakaian

Selain itu, warga yang menjalankan isolasi diri di Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia akan mendapatkan:

  1. Makan 3 kali sehari
  2. Suplemen vitamin
  3. Dispenser air hangat
  4. Pemantauan rutin antara lain: suhu tubuh, saturasi oksigen dan tekanan darah.

Demi menjalankan isolasi diri sesuai dengan protokol kesehatan, warga yang akan menjalankan isolasi diri di Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia Indonesia diwajibkan untuk mematuhi tata tertib dan protokol kesehatan yang berlaku antara lain:

  1. Dilarang bertukar tempat tidur tanpa arahan dari petugas yang berwenang;
  2. Disiplin menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat;
  3. Disiplin melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun;
  4. Wajib melakukan Etika Batuk ketika batuk;
  5. Dilarang meludah sembarangan atau meludah keluar jendela;
  6. Dilarang merokok;
  7. Wajib memakai masker;
  8. Pasien tidak diperkenankan makan langsung dari kotak makan, namun harus dipindahkan ke piring masing-masing.
  9. Menjaga kebersihan dan kerapihan kamar secara mandiri;
  10. Menjaga ketenangan, ketertiban dan menjunjung tinggi toleransi.
  11. Tidak boleh ditunggu oleh anggota keluarga atau tidak boleh dijenguk oleh keluarga
  12. Membuka jendela kamar setiap pagi, tidak berkumpul di lorong/balkon, dan tidak diperkenankan mengunjungi ke kamar lain;
  13. Membuang sampah medis yaitu masker/ benda yang kontak dengan cairan tubuh ke tong sampah plastik kuning, sampah non medis seperti kertas, kotak makan ke tong sampah plastik hitam.

Apa saja yang perlu dipersiapkan saat isolasi diri di Shelter Covid-19 Universitas Islam Indonesia?

  1. Pakaian secukupnya
  2. Obat-obatan pribadi
  3. Masker medis
  4. Selimut
  5. Alat makan (piring, gelas, sendok, garpu, botol minum)
  6. Lotion/semprotan serangga
  7. Kipas angin kecil (optional)

Soal Sering Ditanya (FAQ)

Saat hasil swab test Anda positif, Anda dapat melapor ke Puskesmas sesuai domisili untuk berikutnya mengikuti arahan dari Puskesmas apa saja yang harus disiapkan sebelum isolasi di Shelter UII.

Isolasi diri dilakukan minimal 10 hari terhitung dari terkonfirmasi positif covid-19.

Anda tidak perlu biaya perawatan selama memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan untuk menjalani isolasi di Shelter UII.

Pasien tidak diperkenankan untuk membawa kendaraan pribadi karena transportasi pasien ke shelter UII akan disediakan oleh pihak Puskesmas.

Bapak/Ibu yang sudah selesai menjalankan isolasi akan mendapatkan surat keterangan selesai isolasi dari Shelter UII.

Tidak. Sesuai dengan panduan kemenkes, tidak ada pemeriksaan swab antigen/PCR untuk pasien OTG dan pasien gejala ringan.

Bapak/ibu yang telah menjalankan isolasi diri di Shelter melanjutkan isolasi diri di rumah selama 4 hari. Tetap pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan makan makanan bergizi.

Bisa, Anda bisa memberikan donasi melalui transfer via rekening Bank Mandiri 1370077991111 atau Bank Syariah Mandiri 7330071111 atas nama Universitas Islam Indonesia. Mohon dapat menyertakan angka/kode 1 di akhir nominal guna memudahkan identifikasi tujuan donasi. Contoh : Rp 100.001 atau Rp 1.000.001 yang mana akan diperutukkan untuk donasi kebutuhan Shelter UII.

UIIPeduli
Shelter Covid-19 UII

Mari bergabung bersama UII dan salurkan bantuan terbaik untuk kebutuhan isolasi diri di Shelter Covid-19. Anda dapat memberikan donasi melalui transfer via rekening berikut.

Untuk mempermudah identifikasi tujuan donasi Shelter Covid-19 UII, mohon dapat menyertakan angka/kode 1 di akhir nominal transfer. Contoh: Rp 100.001 atau Rp 1.000.001.

Galeri Shelter Covid-19 UII

Ikuti UII di Media Sosial

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.