Berita Covid19 Pilihan

‘IKA UII Peduli’ Serahkan Bantuan untuk Tenaga Kesehatan

Wabah Covid-19 yang banyak menelan korban jiwa dari tenaga kesehatan, menimbulkan keprihatinan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII)....
Selengkapnya
Berita Covid19 Pilihan

Wakil Bupati Sleman dan Anggota DPR RI Apresiasi APD Karya Mahasiswa UII

Wakil Bupati Sleman, Dra. Sri Muslimatun., M.Kes. dan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Subardi, S.H., M.H. mengapresiasi...
Selengkapnya
Berita Covid19 Pilihan

Aksi UII Merespons Wabah Covid-19

Wabah Covid-19 tidak dikehendaki semua pihak. Semua lembaga harus meresponsnya, baik merasa siap atau tidak. Aksi yang mungkin dilakukan, menjadi...
Selengkapnya
Covid19

Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak Covid-19

Kepada Semua Mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang Berbahagia, Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh, Wabah Covid-19 adalah ujian bagi kita semua. Mari kita...
Selengkapnya
1 2 3

Sesuai dengan Surat Edaran Rektor UII, tidak dianjurkan untuk mahasiswa melakukan perjalanan pulang kampung atau ke luar kota.

Dalam situasi seperti ini, setiap orang berpotensi sebagai sumber penyebaran virus ke orang atau daerah yang belum terpapar, dan sebaliknya, berpotensi terpapar selama dalam perjalanan.

Setiap pribadi harus turut bertanggung jawab menjaga diri dan lingkungannya.

Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19.

Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV. Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah:

  • demam
  • rasa lelah
  • batuk kering

Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas. Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.

Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk dan napas orang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus.

Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya.

Jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang, karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, menghindari bersalaman atau saling mencium pipi.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Berikut ini 4 cara pencegahan yang dapat Anda dan keluarga Anda lakukan:

  1. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (60%).
  2. Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.
  3. Jaga jarak bicara minimal 1 meter.
  4. Jauhi orang yang terlihat memiliki gejala-gejala flu.

Sumber: https://corona.jogjaprov.go.id/faq/tanya-jawab

Apabila sakit Anda tidak menunjukkan gejala menyerupai Covid-19, silakan memeriksakan diri ke dokter maupun fasilitas kesehatan terdekat yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.

Apabila sakit yang Anda rasakan menunjukkan indikasi menyerupai gejala Covid-19, Anda disarankan untuk segera menghubungi layanan Yogyakarta Tanggap Covid-19 di 0274 555 585 atau 0811 276 480.

Jika Anda memerlukan bantuan dokter atau fasilitas ambulans, hubungi Tim UIISiaga Covid-19 di nomor 0821 317 37773 (telepon, Whatsapp).

Bantuan yang dapat diupayakan oleh Tim UIISiaga untuk mahasiswa:

  1. Pengiriman dokter untuk mendatangi mahasiswa yang sedang sakit.
  2. Penyediaan fasilitas ambulans, apabila diperlukan.

Tim UIISiaga Covid-19 dapat dihubungi melalui telepon atau Whatsapp di nomor 0821 317 37773.

Terdapat 25 rumah sakit yang menjadi rujukan di Provinsi D.I.Yogyakarta, data lengkap rumah sakit tersebut dapat Anda lihat di halaman beranda situs resmi pemerintah D.I.Yogyakarta di https://corona.jogjaprov.go.id/.

Anda juga dapat melihat daftar rumah sakit rujukan di akun resmi Instagram Pemerintah D.I. Yogyakarta.

Mengenal Coronavirus dan COVID-19

Apa itu Coronavirus dan COVID-19?

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.

Sumber: World Health Organization (WHO)

Jaga Kebersihan dan Daya Tahan Tubuh

Apakah saya harus khawatir tentang COVID-19?

Penyakit yang disebabkan infeksi COVID-19 pada umumnya bersifat ringan, terutama pada anak-anak dan orang dewasa muda. Namun, infeksi ini tetap dapat menyebabkan penyakit serius. Karenanya, wajar jika orang khawatir tentang dampak wabah COVID-19 pada diri mereka dan orang-orang yang mereka kasihi.

Kita dapat menyalurkan kekhawatiran kita dengan cara melindungi diri kita, orang-orang yang kita kasihi dan masyarakat kita. Tindakan yang terpenting adalah rajin mencuci tangan secara menyeluruh dan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin. Selain itu, tetap ikuti perkembangan informasi dan patuhi nasihat dinas kesehatan setempat termasuk pembatasan perjalanan, pergerakan dan pertemuan yang diberlakukan.

Seberapa besar kemungkinan saya tertular COVID-19?

Risiko tertular tergantung lokasi Anda – lebih tepatnya, apakah sedang terjadi wabah COVID-19 di sana.

Di sebagian besar lokasi, risiko tertular COVID-19 masih rendah. Namun, ada tempat-tempat (kota atau wilayah) di seluruh dunia di mana penyakit ini menyebar. Orang yang tinggal di atau mengunjungi wilayah-wilayah ini lebih berisiko tertular COVID-19. Pemerintah-pemerintah dan otoritas kesehatan mengambil tindakan tegas setiap kali kasus COVID-19 baru teridentifikasi.

Patuhilah larangan-larangan perjalanan, pergerakan atau pertemuan dengan jumlah peserta yang besar yang diberlakukan di tempat Anda berada. Bekerja sama dengan upaya-upaya pengendalian penyakit akan menurunkan risiko Anda tertular atau menyebarkan COVID-19.

Wabah dan penularan COVID-19 dapat ditahan dan dihentikan, seperti yang terjadi di Tiongkok dan beberapa negara lain. Sayangnya, wabah-wabah baru terjadi dengan cepat. Anda perlu mengetahui situasi di tempat Anda berada atau yang akan Anda kunjungi.

Sumber: World Health Organization (WHO)

Ikuti UII di Media Sosial

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id