• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Waspadai Masalah Kesehatan Mata Saat Pandemi
Berita Kegiatan, Covid19, Pilihan

Waspadai Masalah Kesehatan Mata Saat Pandemi

Pengguna internet meningkat sejak pandemi Covid-19. Hal ini berkelindan dengan pemakaian alat elektronik berlayar seperti laptop, komputer, maupun smartphone. Penggunaan alat-alat tersebut secara berlebihan dapat menimbulkan Computer Vision Syndrome (CVS) atau Digital Eye Strain (DES).

Sebagaimana disampaikan dr. Nia Ariasti, Sp.M dalam Webinar Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) pada (19/03). Ia menerangkan faktor yang mempengaruhi CVS adalah durasi pemakaian dan posisi yang kurang sesuai. Dulunya orang yang menderita CVS paling banyak diderita oleh pekerja kantoran. 

Penelitian di Amerika Serikat oleh Vision Council mengatakan setidaknya 60% pria Amerika dan 65% perempuan menderita CVS. “80% orang dewasa menggunakan gawai 2 jam per hari,” terangnya.

Lebih lanjut, dr. Nia menjelaskan jika seseorang menggunakan gawai terus menerus ditambah penggunaan gawai lebih satu, maka risiko naik sebesar 75% lebih tinggi. CVS sendiri merupakan keluhan atau ketidaknyamanan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan alat dengan Visual Display Terminal (VDT). “VDT berbahaya karena mengeluarkan radiasi infra merah dan visible spectrum of light,” jelasnya.

Gejala VDT bisa dikenali apabila didapati gejala mulai dari penglihatan kabur, penglihatan ganda, nyeri mata, mata lelah, dan mata kering. Keluhan lainnya yang dilaporkan adalah nyeri pada bahu, nyeri leher, kaku leher, hingga nyeri punggung. “Pada orang dewasa dengan usia lebih dari 45 tahun dengan presbiopi maka gejalanya lebih parah,” tambahnya.

Tak hanya menimbulkan gangguan pada mata, menurut dr. Nia, CVS juga bisa menurunkan kualitas tidur seseorang. Sinar biru yang dipancarkan oleh VDT dapat mengganggu pengaturan hormon tidur, yakni melatonin.

Menyinggung pengajaran daring yang diberlakukan hampir di seluruh tingkatan sekolah. Mau tak mau anak-anak dipaksa untuk menggunakan gawai lebih dari waktu yang seharusnya. Ia berpendapat bahwa anak usia 2-5 tahun per hari sebaiknya hanya menghabiskan waktu screen time maksimal satu jam.

“Anak-anak dengan screen time >2 jam per hari, lebih sering terkena ADHD (gangguan emosi),” tambahnya.

Terakhir, dr. Nia memberikan tips guna menurunkan risiko untuk terkena VCS pada era pandemi ini. Penggunaan timer dianjurkan saat kita tengah beraktivitas menggunakan gawai. Setiap 20 menit melihat gawai kita harus melihat keluar jendela objek bebas guna membuat mata rileks. 

Hindari penggunaan gawai di bawah sinar terik matahari. Seringkali saat fokus mengerjakan sesuatu seseorang akan lupa untuk mengedipkan mata. “Mengedipkan mata akan membuat mata tidak kering dan melindungi mata dari debu,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Artati Sri Rejeki, Sp.M kepada peserta menjelaskan penyakit glaukoma. Glaukoma merupakan penyakit mata yang diakibatkan oleh kerusakan saraf penglihatan. Kerusakan tersebut terkait dengan peningkatan tekanan di mata. Apabila tidak ditangani cepat dan tepat bisa menimbulkan kebutaan permanen.

Gejala glaukoma yang bisa dikenali adalah kesulitan dalam melihat atau lapang pandang sempit. Penderitanya seringkali tersandung saat berjalan karena terbatasnya penglihatan bagian pinggir. Apabila gejalanya masih ringan maka bisa diatasi dengan obat-obatan, namun jika parah maka harus di operasi guna menurunkan tekanan di mata penderita. (UAH/ESP)

21 Maret 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/03/Waspadai-Masalah-Kesehatan-Mata-Saat-Pandemi.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2022-03-21 16:14:002022-03-21 16:24:54Waspadai Masalah Kesehatan Mata Saat Pandemi

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menelaah Makna Islamisasi Ilmu dalam Hubungan Internasional Link to: Menelaah Makna Islamisasi Ilmu dalam Hubungan Internasional Menelaah Makna Islamisasi Ilmu dalam Hubungan Internasional Link to: UII dan UISU Siap Perkuat Sinergi di Masa Depan Link to: UII dan UISU Siap Perkuat Sinergi di Masa Depan UII dan UISU Siap Perkuat Sinergi di Masa Depan Scroll to top Scroll to top Scroll to top