• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Inspiratif, Dosen Muda UII Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria
Berita Kegiatan, Pilihan

Inspiratif, Dosen Muda UII Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria

Dosen muda Universitas Islam Indonesia (UII), Jaya Addin Linando berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Wirtschaftsuniversität (WU) Wien (Vienna University of Economics and Business), Austria pada 24 Februari 2023. Dosen dengan latar belakang pendidikan manajemen tersebut berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Religion in the Workplace: A Multilevel Perspective. Disertasi itu diuji oleh komite doktoral yang terdiri dari Prof Wolfgang Mayrhofer, Prof Edwina Pio, dan Prof Michael Meyer. Addin memiliki motivasi kuat untuk mengangkat isu agama di tempat kerja sebagai topik utama disertasinya.

“Data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) tahun 2019 mencatat ada 1.140 universitas di Indonesia yang memiliki jurusan manajemen. Jika kita buat asumsi kasar, katakan di tiap-tiap jurusan manajemen tersebut terdapat 2-3 dosen yang berkonsentrasi di bidang Human Resource Management (HRM) dan Organizational Behavior (OB), maka kita akan mendapati 2.280-3.420 akademisi Indonesia di bidang HRM & OB tersebut,” tutur pria kelahiran Surabaya tahun 1992 tersebut.

Lebih lanjut, ia merasa prihatin karena dari ribuan akademisi HRM & OB Indonesia yang ada, hampir tidak ditemukan karya ilmiah yang mengangkat isu agama di tempat kerja yang terbit di jurnal internasional bereputasi dituliskan oleh akademisi Indonesia.

Padahal berkaca pada beragam survei global, Indonesia masuk di jajaran atas negara paling religius di dunia. Ia pun menilai sudah selayaknya akademisi Indonesia (di bidang HRM & OB) turut memberi warna pada perkembangan ilmu manajemen sumber daya manusia di tingkat global, terkhusus yang berkaitan dengan peran dan manajemen agama di tempat kerja.

Tidak hanya itu, menurut Addin mengangkat isu agama di tempat kerja dalam disertasinya merupakan perwujudan aspirasinya dalam mempromosikan kerukunan antarumat beragama. “Salah satu penyebab utama yang melandasi konflik antarumat beragama adalah keengganan untuk mencoba melihat pada common ground. Saya melihat ilmu manajemen SDM sebagai ilmu yang cukup netral dan relatif ‘aman’ untuk mempromosikan common ground antarumat beragama. ‘Netral dan aman’ dalam arti, di ilmu manajemen yang tergolong pada rumpun sosial sains, kita tidak berfokus pada bahasan agama mana yang benar dan salah. Penekanannya lebih kepada bagaimana ajaran agama yang berbeda menghasilkan perilaku manusia yang sama atau berbeda di dalam organisasi”, papar dosen yang hobi futsal dan catur itu.

Torehkan Berbagai Prestasi 

Selain berhasil menjadi salah satu lulusan tercepat doktoral di Austria, Addin juga berhasil memperoleh beberapa prestasi. Antara lain, ia menerbitkan 2 artikel di jurnal Q1 Scopus yang ia tulis seorang diri, 3 artikel Q2 sebagai penulis pertama, 1 artikel di jurnal internasional yang belum terindeks, 1 buku ajar, dan 3 artikel ilmiah populer. Keinginan menjadi dosen turut menjadi motivasi pendorong yang kuat baginya untuk mengukir berbagai pencapaian itu. 

Menurutnya, hanya ada dua konsekuensi logis dari pengambilan keputusan untuk menjadi dosen yaitu berkuliah S3, dan bersungguh-sungguh agar dapat menjadi profesor. Selain itu, tak kalah penting baginya adalah terus menata diri agar tetap dapat produktif berkarya di tengah tuntutan untuk mengajar dan menjalankan roda organisasi institusi. “Target sudah saya tentukan, selanjutnya, tugas saya hanya berikhtiar dan bertawakal”, jelas putra dari pasangan Alm. Philipus Linando dan Tazkirowati tersebut.

Ingin Berkontribusi untuk UII

Dalam waktu dekat, Addin mengaku akan segera kembali ke Indonesia untuk menjalani perannya sebagai dosen. Addin menyatakan tekadnya untuk turut berkontribusi membangun institusinya UII, secara spesifik dan Indonesia secara umum.

“Saya ingin berkontribusi untuk turut mengoptimalisasi fungsi direktorat/bidang yang menangani SDM. Salah satu aspek terbesar yang masih menyisakan banyak ruang untuk perbaikan di area ini adalah untuk meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan dosen dan karyawan,” tekadnya. 

Ia meyakini apabila tiap-tiap fungsi SDM dikomando untuk menangkap aspirasi dosen maupun karyawan, kemudian mengurainya menjadi poin konkret permasalahan, dan terpenting, menyusun rencana aksi untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan, maka mereka pun akan lebih puas dan bahagia dalam bekerja. (PN/ESP)

3 Maret 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/Inspiratif-Dosen-Muda-UII-Raih-Gelar-Doktor-Tercepat-di-Austria.jpg 450 707 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2023-03-03 14:43:022023-03-03 16:57:09Inspiratif, Dosen Muda UII Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Eksistensi Hukum Adat Dalam Sistem Peradilan di Malaysia Link to: Eksistensi Hukum Adat Dalam Sistem Peradilan di Malaysia Eksistensi Hukum Adat Dalam Sistem Peradilan di Malaysia Link to: Sungai, Masa Depan Energi Terbarukan di Indonesia Link to: Sungai, Masa Depan Energi Terbarukan di Indonesia Sungai, Masa Depan Energi Terbarukan di Indonesia Scroll to top Scroll to top Scroll to top