• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Sungai, Masa Depan Energi Terbarukan di Indonesia
Berita Kegiatan

Sungai, Masa Depan Energi Terbarukan di Indonesia

Kegiatan Coffee Morning Lecture perdana yang diselenggarakan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) mengangkat tema “Prospek dan Tantangan Penerapan Hydropower di Indonesia”. Acara yang berlangsung pada Kamis (02/03) di Ruang IRC Gedung Moh. Natsir Kampus FTSP UII itu menghadirkan Ir. Eman Surahman, M.Tech, M.Eng. Ia adalah alumni Teknik Sipil UII (1986-1980) yang juga bekerja sebagai Direktur di PT. Waskita Sangir Energi. 

Dekan FTSP UII, Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI. dalam sambutannya mengatakan, “Tujuan diadakannya event Coffee Morning Lecture adalah ingin mengubah sudut pandang bahwa berbincang-bincang tentang pengetahuan dan memproduksi pengetahuan itu tetap harus berjalan karena itu memang tugas utama dari perguruan tinggi. Akan tetapi, membumikan pada konteks dan problem yang ada di masyarakat itu menjadi kewajiban yang harus kita lakukan”.

Kegiatan ini juga bukan hanya untuk mahasiswa saja, tetapi juga untuk masyarakat umum. Sehingga, topik pembicaraan yang akan dibahas juga meliputi topik-topik yang mempunyai potensi untuk diperbincangkan di kalangan masyarakat umum.

Sementara itu, Ir. Surahman dalam paparannya mengatakan, “Saya pengagum matematika dan fisika, untuk itu Newton adalah merupakan orang kedua yang terhebat di dunia ini setelah Nabi Muhammad SAW, sehingga saya salah kalau saya tidak belajar Al-Quran. Di sinilah saya mengatakan bahwa nawaitu di UII inilah saya belajar banyak, sehingga mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa untuk selalu mengutamakan ngaji. Ngaji itu dalam arti membaca dan mempelajari Al-Quran.

Dalam paparan materinya, ia menegaskan bahwa hydropower adalah integrated study. Potensi hydropower yang dimiliki Indonesia dapat berubah menjadi energi listrik apabila dapat menggabungkan dua portofolio debit dan beda ketinggiannya.

“Setuju atau tidak setuju itu adalah suatu keadaan. Suka atau tidak suka di situlah kondisinya. Kita memiliki sumber daya energi yang luar biasa, tapi kita kurang atau belum mampu untuk mengeksplorasi satu pembangkitan tersebut,” imbuhnya.

Ia berharap semoga dengan adanya hydropower ini dapat menjadi cikal bakal untuk pemikiran berikutnya di kampus UII. “Saya yakini dengan keberadaan kita ngumpul di sini, UII bisa menginisialisasi, menggabungkan, dan mengintegrasikan antara universitas satu dengan yang lain untuk membangun Indonesia Hydro Power Design Institute,” ungkapnya.

Senada, Shakti Rahadiansyah, S.T., MSc., dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) memaparkan materi tentang potensi air sungai yang ada di Indonesia. Ia berpendapat bahwa potensi sungai di Serayu Opak bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik baik itu mikro maupun skala besar.

Terakhir, pembahasan hydropower ini diperkuat lagi oleh pendapat salah satu peserta, Adam Rus Nugroho, S.T., M.T. Ph.D. yang juga dosen Teknik Lingkungan UII. “Kita mungkin membangun banyak fasilitas bangunan air untuk kebutuhan manusia, tapi kita tidak boleh lupa bahwa air itu tidak hanya digunakan untuk manusia. Air itu juga diperlukan untuk hewan, tumbuhan, dan ekosistem. Jadi, agar tetap ada keberlanjutan, air ini perlu dijaga ketersediaannya di alam”, pungkasnya. (A/ESP)

3 Maret 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/Sungai-Masa-Depan-Energi-Terbarukan-di-Indonesia.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2023-03-03 15:58:132023-03-14 16:02:05Sungai, Masa Depan Energi Terbarukan di Indonesia

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Inspiratif, Dosen Muda UII Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria Link to: Inspiratif, Dosen Muda UII Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria Inspiratif, Dosen Muda UII Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria Link to: FK UII Jalin Kemitraan dengan Bangkok Hospital, Hat Yai, Thailand Link to: FK UII Jalin Kemitraan dengan Bangkok Hospital, Hat Yai, Thailand FK UII Jalin Kemitraan dengan Bangkok Hospital, Hat Yai, Thailand Scroll to top Scroll to top Scroll to top