• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kekuatan Media Sosial Yang Lambungkan Gerakan Politik
Berita Kegiatan

Kekuatan Media Sosial Yang Lambungkan Gerakan Politik

Keberadaan media sosial di era modern disebut berperan dalam meningkatkan aktivitas gerakan politik di berbagai negara. Seperti Instagram yang pada awalnya menjadi platform menampilkan foto ternyata berperan mempengaruhi politik internasional. Begitu juga Twitter yang sangat penting ketika Timur Tengah dilanda revolusi musim semi. Revolusi itu banyak menggulingkan rezim yang dianggap otoriter menjadi demokratis.

Seperti disampaikan oleh Ganjar Widhiyoga, Ph.D, dosen Hubungan Internasional UII pada webinar Zoom bertema the Rising Power of Media “Tik Tok Ban” Political Security or National Security? belum lama ini.

Ia menyampaikan media sosial bagaikan kebutuhan hidup manusia saat ini karena segala informasi disampaikan melalui kanal ini. Bahkan gerakan politik juga beralih melalui media sosial yang dianggap lebih simple dan mencakup masyarakat lebih luas hingga dunia internasional.

Ia menambahkan media terbagi dua tipe yaitu media tradisional seperti TV, koran, radio dan media baru seperti media sosial yang awalnya diciptakan untuk kepentingan individu. “Ternyata media baru ini lebih dari sekedar menyampaikan informasi. Sedangkan media tradisional awalnya masuk dalam sila keempat dalam pilar demokrasi (yudikatif, eksekutif, legislatif) hingga menjadi pengawas bagi elit politik untuk disampaikan kepada masyarakat”, katanya.

Sebagai contoh konflik kemanusiaan seperti tahun 1991 yang berujung pembantaian terhadap muslim Bosnia di Serbia. Peristiwa ini disorot oleh media internasional yang kemudian memunculkan desakan untuk pemerintah agar berbuat sesuatu. Selanjutnya tekanan media inilah yang mendorong negara Barat melakukan intervensi kemanusiaan. Peristiwa lain yang serupa kembali terulang pada etnis Rohingya. Tindakan membantu Rohingya salah satunya didorong oleh desakan media tradisional seperti CNN, TVRI, Kompas, dll.

Media sosial baru yang turut disorot karena pengaruhnya adalah aplikasi hiburan Tik-Tok. Awalnya media ini dipakai untuk mengekspresikan diri dan lagu, namun ternyata dapat dianggap menjadi media yang politis karena dimiliki oleh Tiongkok. Terdapat kekhawatiran di kalangan Pemerintah AS tentang bocornya data pengguna Tik-Tok.

“Awal Juni lalu, Presiden Trump mempunyai kampanye akbar. Namun pada hari pelaksanaan tidak ada orang. Ketika penerimaan pendaftaran peserta kampanye ternyata ada gerakan tersendiri melalui Tik-Tok yang menjadi sarana kampanye anti Trump”, pungkasnya. (FNJ/ESP)

18 September 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/media-sosial-UII.jpg 450 568 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-09-18 14:59:522021-08-12 13:28:38Kekuatan Media Sosial Yang Lambungkan Gerakan Politik

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Beberapa Sebab Tertahan di Alam Kubur Link to: Beberapa Sebab Tertahan di Alam Kubur Beberapa Sebab Tertahan di Alam Kubur Link to: Peran Masyarakat dalam Mengelola Sampah Link to: Peran Masyarakat dalam Mengelola Sampah Pernyataan Sikap UIIPeran Masyarakat dalam Mengelola Sampah Scroll to top Scroll to top Scroll to top