Webinar UII - Investasi di Indonesia - Kepedulian UII - muslim rohingya

Mahasiswa internasional yang baru diterima di Universitas Islam Indonesia (UII) untuk program sarjana tahun akademik 2020/2021 menjalani masa orientasi. Pada hari Minggu (13/9), Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional UII menghelat acara bertajuk “International Students Welcome Days 2020: Future Global Leaders“. Acara ini merupakan puncak kegiatan dari rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa internasional yang sudah diselenggarakan sejak tanggal 9-13 September 2020 dan terintegrasi dalam kegiatan Pesona Ta‘aruf (PESTA).

Tercatat pada tahun ini, sebanyak 42 mahasiswa baru internasional telah lulus seleksi dan diterima di UII. Mahasiswa baru ini berasal dari 10 negara, yakni Yaman, Thailand, Gambia, Palestina, Liberia, Yordania, Mesir, Suriah, Nigeria, dan Pakistan. Di UII, para mahasiswa tersebut diterima di berbagai program studi, baik program internasional maupun reguler.

Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., menyambut para mahasiswa baru internasional melalui kegiatan yang dilaksanakan secara daring. Lebih lanjut dijelaskan nantinya mahasiswa baru akan menjadi pemimpin global di masa depan dengan dibalut ajaran Islam rahmatan lil alamin yang selaras dengan visi misi UII. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan cita-cita para pendiri UII yang telah didirikan sejak tahun 1945.

Wiryono Raharjo, Ph.D. menyebutkan bahwa pilihan kuliah di luar negeri adalah pilihan yang benar, sebab dari situlah para mahasiswa akan memperjuangkan pendidikan global. Meski dalam prosesnya akan ditemukan banyak perbedaan mulai dari waktu, budaya, hingga perilaku. Namun demikian, menurutnya perbedaan tersebut nantinya akan menjadi literasi yang sesungguhnya dibutuhkan dalam kehidupan. “Untuk menjadi pemimpin masa depan, Anda perlu memiliki kemampuan literasi baik,“ ujarnya.

Selain itu, Wiryono Raharjo, Ph.D. menyampaikan bahwa di masa pandemi kegiatan pembelajaran belum dapat dilakukan secara luar jaringan (luring) selama semester ganjil hingga Februari atau Maret 2021. Namun demikian, UII akan terus memberikan layanan bagi para mahasiswa baru, termasuk mahasiswa baru internasional untuk dapat mengikuti perkuliahan dengan maksimal secara daring.

“Saya mendengar beberapa dari Anda mengalami kesulitan berkaitan dengan digitalisasi. Oleh karena itu, DK/KUI dan unit-unit lainnya di UII, akan mencoba membantu Anda semua. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda memiliki masalah,“ jelas Wiryono Raharjo, Ph.D.

Guna memberikan pemahaman mengenai layanan yang ada di UII, dalam agenda ini turut mengundang sejumlah pejabat struktural terkait di lingkungan UII, antara lain: Kepala Divisi Mobilitas Internasional, Nihlah Ilhami, S.Pd.; Manajer Learning Center, Riefki Fajar Ganda Wiguna, S.Pd., M.Hum.; Direktur Pembinaan Kemahasiswaan, Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng.; Direktur Layanan Akademik, Dr. Tatang Shabur Julianto, S.Si., M.Si.; Kepala Badan Sistem Informasi, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.; dan Kepala Divisi Pengembangan Kewirausahaan/Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama, Amarria Dila Sari, S.T., M.Eng. Turut hadir dalalm kegiatan adalah para Wakil Rektor, Ketua Jurusan/Program Studi Program Sarjana, Ketua Program Studi Program Sarjana, dan Sekretaris Prodi (Sekprodi) Program Internasional.

Sebagai informasi, terdapat empat mahasiswa internasional yang diterima di program studi sarjana untuk program reguler tahun akademik 2021/2022. Oleh karena itu, keempat mahasiswa tersebut akan mengikuti kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) selama satu tahun sebagai pra syarat mengikuti perkuliahan di prodi sarjana untuk program reguler. Satu dari keempat mahasiswa tersebut berasal dari Afghanistan dan tiga lainnya dari Yaman. Dua di antaranya akan masuk ke Prodi S1 Informatika, dan dua lainnya masing-masing di Prodi S1 Pendidikan Kedokteran dan Prodi S1 Teknik Kimia. (SF/RS)