Universitas Islam Indonesia (UII) terus berupaya untuk dekat dan memberikan solusi-solusinya bagi masyarakat. Salah satunya yakni dengan menurunkan mahasiswanya pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pelaksanaan KKN angkatan 59 TA 2019/2020 diikuti 2512 mahasiswa yang terdiri dari 1202 laki-laki dan 1310 perempuan. Acara pelepasan mahasiswa KKN berlangsung pada Kamis (25/07) di halaman kampus Gedung FPSB UII.

Kepala Pusat KKN UII, dr. Raden Edi Fitriyanto, M.Gizi dalam pelaporannya mengatakan bahwa untuk lokasi KKN terdiri dari 5 Kabupaten (Gunungkidul, Klaten, Magelang, Purworejo, dan Kebumen), 19 Kecamatan, dan 56 desa. Jumlah unit KKN berjumlah 113 unit (model reguler dan 1 AISEC). “Jumlah pembimbing yang diterjunkan berjumlah 45 orang untuk pembimbing I dan 45 orang untuk pembimbing II. Adapun waktu pelaksanaannya pada tanggal 30 Juli s.d 30 Agustus 2019”, jelasnya.

Sementara dalam sambutannya Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa pola KKN UII itu berbeda dari kampus lain. Sebab UII merumuskan program KKN dengan tujuan menjaga kelestarian desa serta menjadikannya desa mitra yaitu desa yang dibimbing agar menjadi desa mandiri.

Fathul Wahid berpesan kepada mahasiswa bahwa mahasiswa haruslah dapat turut membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat dengan aktif berpastisipasi di berbagai kegiatan. Mahasiswa juga diingatkan kembali tentang pentingnya adaptasi diri terhadap lingkungan serta diri sendiri.

“Mahasiswa haruslah menumbuhkan empati yang artinya dapat memahami apa yang dirasakan masyarakat KKN adalah kesempatan untuk mengasah empati agar sensitif”, tambahnya.

Fathul Wahid juga menambahkan bahwa saat ini pemuda dengan umur 19-24 tahun yang bisa kuliah sebanyak 31,5%, sehingga harapannya dapat memanfaatkan hal tersebut serta masyarakat dapat mendapatkan dampak dari hal itu juga. Oleh sebab itu mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik, apalagi momen KKN ini bertepatan pada hari Raya Idul Adha dan hari Kemerdekaan Indonesia. (ANR/ESP)