Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Islam Indonesia (UII), Gilang Bagus Saputra berhasil meraih juara satu di Accounting Challenge tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Politeknik Batam pada 14-15 November 2020. Bagi Gilang, kompetisi seperti ini menjadi wadah untuk mengukur kemampuan materi yang telah ia dapat di bangku perkuliahan.

“Karena standar ukuran bisa atau tidaknya materi kuliah menurut saya tidak hanya melalui UTS/UAS, tetapi juga dari kompetisi seperti ini. Ini kali ketiga saya berkompetisi, pada kompetisi pertama dan kedua saya belum berkesempatan menjadi juara, Alhamdulillah kompetisi ketiga bisa juara satu,” terang Gilang saat diwawancara pada Jumat (27/11).

Accounting Challenge menuntut pesertanya untuk menguasai materi akademik ‘di luar kepala’ dan perhitungan yang cepat. Materi yang diujikan terkadang belum sempat didapatkan di perkuliahan. Sebab itu, sebagai bentuk komitmen UII dalam mendukung mahasiswanya, Gilang mendapatkan program kelas khusus sertifikasi Association of Chartered Certified Accountants atau ACCA. Dengan demikian, dirinya mampu menguasai materi-materi selangkah lebih maju dibandingkan saat ia di kelas.

Selain mengikuti kelas khusus sertifikasi, manajemen prioritas dan waktu menjadi kunci Gilang dalam memenangkan kompetisi Accounting Challenge. “Sejak tiga minggu sebelum kompetisi, saya juga ubah konsep belajar saya, biasanya 100% untuk materi kuliah, berubah menjadi 65% untuk mempelajari materi yang belum diambil saat kuliah dan 35% untuk mengikuti materi kuliah. saya juga merubah jam belajar menjadi lebih intensif,” ujarnya.

Selain pengalaman dan prestasi, kompetisi-kompetisi seperti itu membuat dirinya mampu lebih dulu menguasai materi yang belum diajarkan di perkuliahan. Setelah menjuarai Accounting Challenge, Gilang berencana untuk lebih gencar mengikuti kompetisi-kompetisi serupa, “Saya berharap bisa memanfaatkan ilmu yang saya dapat ke kehidupan nyata dan lebih banyak berpartisipasi pada ajang kompetisi,” ungkap Gilang.

Gilang menyadari bahwa dalam Accounting Challenge dirinya belum maximal dalam menjawab seluruh pertanyaan. “Rencana saya selanjutnya adalah mengevaluasi kekurangan saya, memasang target dan strategi belajar dan target ikut kompetisi. Saya menargetkan mengikuti minimal 5 kompetisi dalam 1 tahun ke depan,” sebutnya.

Meskipun demikian, Gilang mengaku bangga karena telah berhasil mengantongi juara satu di Accounting Challenge. “Saya bangga karena untuk pertama kalinya saya berhasil memenangkan suatu perlombaan dan tentunya untuk mencapai tujuan penuh perjuangan dan harus totalitas,” tandasnya.

Di tengah keterbatasan pandemi, Accounting Challenge dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi Quizizz. Sistem penilaiannya meliputi tiga babak penyisihan. “Di babak pertama terdiri dari 50 soal pilihan ganda dan diambil 10 besar, babak ke-2 terdiri dari 40 soal dan diambil 5 besar, babak ke-3 ialah babak final yang terdiri dari 30 soal. Untuk penilaiannya jawaban dengan waktu cepat akan memperoleh nilai yang lebih tinggi,” tutupnya. (VTR/RS)