• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Meluhurkan Peradaban
Pojok Rektor

Meluhurkan Peradaban

Pada 27 Rajab 1364, 77 tahun yang lalu, sekelompok anak bangsa yang pemikirannya jauh melampaui zamannya, mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI), nama awal Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka adalah juga pada pendiri negara ini, yang mengesampingkan perbedaan, dan mengedepankan kebersamaan.

Tahun ini, pada milad ke-77, kita mensyukuri perkembangan UII yang lahir dan tumbuh bersama bangsa, dalam suasana yang tidak biasa. Pandemi Covid-19 mengancam, tidak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia. Kita melakukan beragam ikhtiar untuk mitigasi dan peduli dengan sesama, yang diringi dengan panjatan doa terbaik kepada Sang Pencipta, Allah Subhanahu wata’ala.

Acara Pidato Milad dalam Sidang Terbuka Senat UII yang sedianya kita lakukan dengan hidmat pada Senin, 28 Rajab 1441 yang bertepatan dengan 23 Maret 2020, pun kita tunda, untuk menghindari mafsadah. Milad ke-77 ini mengangkat tema meluhurkan peradaban.

Di UII, niat mulia ini dapat kita lakukan dengan bingkai: menghormati masa lalu, mengkritisi masa kini, dan menjemput masa depan dengan suka cita.

 

Menghormati masa lalu

Mengapa masa lalu harus kita hormati? Kerja keras aktor peradaban masa lampau UII telah meninggalkan jejak. Sebagian terawat, sisanya memudar sejalan jarum waktu yang berputar. Yang pasti, kontribusi peradaban masa lalu terhadap warna masa kini tidak mungkin kita abaikan. Kaidah inferensi hukum dalam tradisi Islam mengajarkan prinsip al-muhafadhatu ‘ala al-qadimi al-shalihi wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlahi. Kita diminta merawat warisan masa lalu yang baik dan melengkapinya dengan inovasi yang lebih baik.

Para pendiri UII telah menyemai nilai-nilai agung yang perlu dirawat oleh generasi kini dan bahkan masa depan. Paling tidak terdapat empat nilai yang bisa dibaca dari episode awal UII: (1) keragaman pemikiran Islam; (2) kesejalanan antara keislaman dan kebangsaan; (3) integrasi Islam dan ilmu; dan (4) mondialisasi.

UII adalah rumah besar bersama yang di dalamnya keragaman pemikiran Islam dihargai. Latar belakang organisasi atau tokoh pendiri UII beragam. Selain itu, sejak berdirinya, di UII, nilai keislaman dan kebangsaan dirangkai dalam satu tarikan nafas. Keislaman tidak dipertentangkan dengan nasionalisme. Semangat integrasi Islam dan ilmu tergambar jelas dalam pidato Bung Hatta ketika STI dibuka kembali di Yogyakarta pada April 1946. Tidak kalah penting, sejak awal UII didesain tidak hanya menjadi universitas kelas nasional, tetapi disiapkan menjadi warga global.

Sejarah masa lalu umat Islam juga mengajarkan kepada kita, untuk menghargai ilmu dan ilmuwan dengan serius. Universitas merupakan pusat ilmu dikembangkan dan ilmuwan adalah aktornya.

 

Mengkritisi masa kini

Masa kini adalah ladang dakwah kita, yang mengharuskan kita senantiasa untuk melakukan evaluasi diri sebagai pijakan untuk maju ke depan. UII harus menjadi bagian umat tengahan (ummatan washatan), umat terbaik dan adil, yang menjadi saksi aktivitas beragam kelompok lainnya. Persaksian akan mudah dijalankan jika kita terlibat dalam beragam aktivitas yang positif. Artinya, UII harus banyak terlibat menyelesaikan masalah yang ada. Ini adalah dakwah dengan tindakan.

Untuk itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dengan serius diikuti dan mencoba terlibat aktif di dalamnya. Ilmu pengetahuan berkembang sejalan dengan munculnya beragam masalah yang harus dipecahkan dan dipahami. Sensitivitas warga UII terhadap masalah nyata harus terus diasah. Selain itu, warga UII juga sudah seharusnya, berikhtiar menawarkan narasi alternatif yang mencairkan kejumudan berpikir dan menghubungkan beragam golongan yang tercerai.

Salah satu narasi alternatif tersebut adalah menjauhkan diri dan umat dari jebakan “bermain sebagai korban”. Mentalitas ini perlu dikembangkan supaya umat tidak terkuras energinya untuk menyalahkan orang atau pihak lain dan untuk terus mengeluh, tetapi terlena tidak melakukan ikhtiar terbaik yang menghadirkan perubahan. Mengapa ilmuwan muslim masa lampau sangat produktif dalam mengembangkan ilmu dan menulis? Salah satunya adalah karena mereka tidak menghabiskan waktunya untuk mengeluh, dan sebaliknya, menggunakannya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan merekamnya dalam tulisan yang bermutu.

 

Menjemput masa depan dengan suka cita

Optimisme adalah sikap tengahan antara ketakutan (khouf) dan pengharapan (raja’). Apa yang kita ikhtiarkan hari ini sudah seharusnya dibingkai dengan optimisme menjemput masa depan. UII harus diimajinasikan dapat memainkan peran yang lebih penting ke depannya, dalam mendidik anak bangsa dan menghasilkan artefak akademik yang bermakna untuk meninggikan peradaban manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

Karena itulah, anak tangga peradaban baru tidak hanya perlu didesain, tetapi lebih dari itu, harus mulai ditapaki secara serius. Bertahap tapi pasti. Karena peradaban tidak mungkin ditinggikan secara soliter, maka solidaritas dalam bentuk kerja sama antaraktor perlu dibangun. UII, lagi-lagi, harus berikhtiar menjadi simpul kerja sama yang menyatukan energi positif yang terserak, dan mengorkestrasinya menjadi simfoni yang mempunyai daya lesat yang lebih dahsyat. Dalam konteks ini, kesadaran beragama atau nilai-nilai Islam sudah seharusnya ditempatkan tidak hanya sebagai pedal rem, tetapi justru sebagai pedal gas yang diinjak untuk meninggikan peradaban.

Menariknya, masa depan seorang muslim, tidak ditandai dengan kematian. Horizon waktunya melampaui imajinasi manusia. Masa depan tersebut, mewujud ke dalam tiga indikator penting: kesejahteraan (lahum ajruhum inda rabbhim), kedamaian (wa la khaufun alaihim), dan kebahagiaan (wa la hum yakhzanun).

Semoga Allah selalu memudahkan UII dan seluruh warganya untuk merawat warisan baik masa lalu, memberikan yang terbaik untuk masa kini, dan meluhurkan peradaban masa depan. Semoga Allah senantiasa meridai UII.

Tulisan ini dimuat di UIINews edisi April 2020.

19 April 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/04/perpustakaan-scaled.jpg 1350 2560 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022020-04-19 05:00:132020-04-19 23:31:08Meluhurkan Peradaban

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Prodi Rekayasa Tekstil UII Serahkan APD untuk Tenaga Medis Link to: Prodi Rekayasa Tekstil UII Serahkan APD untuk Tenaga Medis Prodi Rekayasa Tekstil UII Serahkan APD untuk Tenaga Medis Link to: Nakes Tidak di Garda Terdepan Link to: Nakes Tidak di Garda Terdepan Nakes Tidak di Garda Terdepan Scroll to top Scroll to top Scroll to top