Perkuat Kolaborasi, UII dan LLDikti Wilayah XVI Gelar Patok Banding 2025
Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah bersama 25 perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah naungan lembaga tersebut dalam acara Patok Banding 2025. Lawatan kerjasama ini diterima langsung oleh Rektor UII, Fathul Wahid dan Ketua LLDikti Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta Prof. Setyabudi Indartono pada Rabu (26/11) di Gedung Kuliah Umum Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII.
Kegiatan Patok Banding ini tidak hanya bertujuan untuk belajar praktik baik apa yang sudah dilakukan UII dalam meningkatkan kualitas tri dharma perguruan tinggi, penjaminan mutu, dan pengelolaan promosi. Lebih dari itu, kegiatan ini juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara 20 PTS dibawah LLDikti Wilayah XVI dan UII.
Rektor UII, Fathul Wahid dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini sebagai ajang saling mengenal yang mampu memunculkan beragam potensi untuk kerja sama lanjutan.
“PTS sedang mengalami tantangan yang sangat luar biasa beberapa tahun terakhir. Beberapa penyebabnya di luar kendali kita, tapi ada yang bisa kita kendalikan yaitu apa yang akan kita lakukan. Kenapa itu menjadi penting? ketika kita terlalu banyak mengeluh, maka energi kita akan habis ke sana dan kita lupa untuk mendesain masa depan kita sendiri. Sehingga dengan memfokuskan untuk apa yang mungkin kita lakukan, maka insyaallah energi kita yang positif itu akan terkenalkan ke sana,” ungkap Fathul Wahid.
Senada, Kepala LLDikti Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas terdapat banyak cara yang dapat ditempuh, salah satunya dengan belajar langsung dari pihak yang berpengalaman. Hal ini menjadi penting mengingat 84 PTS di LLDikti Wilayah XVI saat ini belum memiliki akreditasi unggul. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengimplementasikan hasil dari kegiatan ini setelah kembali ke masing-masing institusi.
“Jadi memang kita mesti banyak belajar, selain meningkatkan kualitas kita di internal, kita juga mesti melihat capaian-capaian yang sudah di tempat lain, melalui kegiatan patok banding seperti ini, khususnya dengan UII” ungkapnya.
Munawir berharap UII dapat berbagi tips dan trik dalam membangun budaya mutu, inovasi, tri dharma perguruan tinggi, hingga pengelolaan unit bisnis. “Hal ini agar kami (PTS LLDikti Wilayah XVI -red) bisa mendapatkan inspirasi, dan kemudian inspirasi tersebut kami bawa pulang ke kampus kami, dan kemudian kami terapkan dan hasilnya mudah-mudahan kami harapkan bisa menjadi perguruan tinggi yang unggul seperti UII. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang akan datang,” harap Munawir.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan praktik baik yang langsung disampaikan oleh Rektor UII, Fathul Wahid mengenai penjaminan mutu hingga pengelolaan promosi. Paparan materi yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangkitkan antusiasme para peserta yang hadir. Setelah sesi tersebut, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara 20 PTS di bawah LLDikti Wilayah XVI dan UII sebagai langkah awal membangun ruang kolaborasi dan peningkatan kualitas pengelolaan PTS.
Diharapkan dengan kegiatan Patok Banding ini, UII dan PTS di bawah LLDikti Wilayah XVI dapat terus meningkatkan kualitas dan membuka ruang kolaborasi. Sehingga ke depan, kerja sama yang terjalin tidak hanya berhenti pada berbagi praktik baik, tetapi juga berkembang menjadi program-program konkret yang mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan tata kelola, serta inovasi yang berkelanjutan di masing-masing perguruan tinggi. (AHR/RS)





