,

Perluas Kebermanfaatan, UII Terjunkan Mahasiswa KKN Luar Jawa

Dalam rangka memperluas tebaran manfaat kepada masyarakat, Laboratorium Mahasiswa (LABMA) di bawah naungan Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan Universitas Islam Indonesia (DPK UII) mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di luar pulau Jawa. Kegiatan ini merupakan salah satu alternatif untuk media pengaplikasian disiplin ilmu mahasiswa selain Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Acara pelepasan mahasiswa berlangsung di Ruang Erasmus Gedung Rektorat GBPH Prabuningrat UII pada Jumat (28/7) dengan dihadiri oleh Kepala Pusat KKN UII, dr. Raden Edi Fitriyanto, M.Gizi., Direktur DPK UII, Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc., serta sepuluh orang anggota unit Pengabdian Masyarakat LABMA UII dengan format lima orang putra dan lima orang putri dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu.

Tema kegiatan pengabdian ini yakni “Sinergi Aksi Untuk Negeri: Mewujudkan Masyarakat Desa Tampelas Yang Mandiri dan Berkemajuan Melalui Program Berbasis Human Ecology”. KKN di Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah sebenarnya telah diadakan sejak tahun 2017 ini sempat terhenti beberapa tahun karena pandemi. Hal tersebut menjadikan Pengabdian Masyarakat LABMA UII tahun ini merupakan kali kedua pascapandemi.

Beni Suranto dalam sesi sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan ini. Ia benar-benar mengapresiasi segala proses mulai dari persiapan hingga akhirnya para mahasiswa anggota Pengabdian Masyarakat siap dilepaskan ke lokasi. Beberapa pesan juga disampaikan kepada para mahasiswa diantaranya agar dapat menjaga nama baik pribadi, keluarga, individu, serta alma mater. Menjaga komunikasi juga turut ditekankan demi kelancaran kegiatan ini.

“Well prepare means well done, jadi sebelum berangkat persiapannya harus dicek lagi dan lagi,” demikian pesannya pula pada para mahasiswa untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Persiapan keberangkatan ini menjadi penting agar para mahasiswa dapat fokus untuk melakukan pengabdian dan mendulang pengalaman sebanyak-banyaknya. Terakhir ia mengharapkan agar kegiatan ini dapat menebar manfaat di lokasi pengabdian dan membawa inspirasi bagi UII ketika nanti kembali ke lingkungan kampus.

Senada, Raden Edi juga menyampaikan hal serupa, di mana mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dan membaca keadaan sekitar dengan sebaik-baiknya. Selain itu, ia merasa bangga karena kegiatan ini dapat terus dilanjutkan. Karena salah satu tolok ukur kesuksesan sebuah kegiatan adalah keberlanjutannya. 

“Jika setelah kegiatan itu ada memori baik, dan tempat tersebut meminta kegiatannya diadakan kembali, maka itu dapat dikatakan berhasil,” pungkasnya.

Kemal, salah satu anggota Pengabdian Masyarakat mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berarti besar bagi dirinya. Ia juga bersyukur karena akhirnya kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali oleh UII setelah sempat tertunda beberapa tahun karena pandemi. 

Kegiatan ini sejatinya adalah perpanjangan lanjutan dari program-program terdahulu yang dirasa perlu untuk dilanjutkan. Menurutnya juga, dengan jejaring alumni UII yang telah menyebar sedemikian luas, sudah saatnya kegiatan ini dinaikkan kuantitasnya menjadi lebih massif serta rutin.

Sedangkan Sifa, salah satu mahasiswa yang juga menjadi bagian dari unit pengabdian masyarakat LABMA ini mengungkapkan bahwa, selain penelitian, pengabdian juga menjadi fokus utama dari LABMA. Kegiatan ini dapat menjadi kesempatan besar untuk memanfaatkan hal-hal yang telah didapat baik ketika berada di lingkungan kampus maupun lingkungan LABMA itu sendiri. (HM/ESP)