Pernyataan Sikap Universitas Islam Indonesia

Terkait Penangkapan Relawan dan Jurnalis

dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan keprihatinan mendalam atas penangkapan sejumlah relawan kemanusiaan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza oleh Zionis Israel. Termasuk dalam rombongan itu adalah Bambang Noroyono, alumnus UII, yang bersama warga negara Indonesia lainnya.

Sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, dan kemerdekaan pers, UII memandang bahwa misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat sipil di Gaza merupakan tindakan yang dilandasi semangat solidaritas universal dan penghormatan terhadap martabat manusia.

UII menegaskan beberapa hal berikut:

  1. Mengutuk segala bentuk tindakan yang menghalangi misi kemanusiaan dan membahayakan keselamatan warga sipil, relawan, maupun jurnalis.
  2. Menyampaikan solidaritas dan dukungan moral kepada seluruh relawan dan jurnalis yang mengalami penangkapan dalam misi tersebut.
  3. Menekankan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik, sebagaimana dijamin oleh prinsip-prinsip kebebasan pers dan hukum humaniter internasional, seperti Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan I tahun 1977.
  4. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian dan jalur diplomatik terkait untuk mengambil langkah aktif, cepat, dan terukur guna memastikan keselamatan, perlindungan, dan pemulangan seluruh warga negara Indonesia yang terlibat.
  5. Mengajak masyarakat luas untuk terus mengedepankan kepedulian kemanusiaan, solidaritas global, dan ikhtiar perdamaian yang berkeadilan bagi rakyat Palestina.

UII percaya bahwa keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab moral perguruan tinggi. Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, doa dan harapan kami menyertai keselamatan seluruh relawan kemanusiaan dan jurnalis yang terlibat.

Yogyakarta, 20 Mei 2026

Atas nama warga Universitas Islam Indonesia,

Fathul Wahid
Rektor