Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 telah resmi dimulai. Kompetisi di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan diselenggarakan di kampus Universitas Udayana Bali dari 27 Agustus sampai 31 Agustus 2019. Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. secara langsung hadir dan membuka gelaran tahunan ini di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Badung, Bali, Selasa petang (27/8).

Dalam sambutannya, Mohamad Nasir mengatakan penting bagi kampus dan pemerintah memberikan pendampingan bagi peneliti-peneliti muda dalam melakukan kegiatan riset. Pendampingan ini perlu dilakukan agar inovasi yang tertuang dalam PIMNAS dapat menghasilkan start up ataupun usaha rintisan yang dapat memberikan efek membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta dapat dirasakan dampak positif dari kebermanfaatan start up yg dirintis.

“Nanti setelah masuk dalam PIMNAS diharapkan melalui Rektor bisa mendorong mereka untuk meningkatkan lagi inovasi – inovasi yang lebih baik. Setelah itu nanti ada pendampingan dari kementerian dan nanti kami hubungkan dengan industri. Karena itu menjadi penting yang awalnya dari kecil bisa menjadi besar,” tuturnya.

Mohamad Nasir mengatakan saat ini dari pendampingan yang dilakukan, telah muncul start up yang dapat menghasilkan omzet yang sangat besar. Bahkan saat ini telah masuk dalam 20 besar start up di wilayah Asia yang memiliki nilai di atas 1 miliar dollar.

“Dari hasil pendampingan yang sudah dilakukan di PIMNAS sebelum-sebelumnya, kita saat ini sudah memiliki salah satu start up yang mampu bersaing dan juga mampu memberikan dampak positif di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pembinaan Prestasi Universitas Islam Indonesia (UII), Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc. yang turut hadir pada acara pembukaan mengatakan bahwa UII telah memberikan pendampingan pada delegasi yang akan berkompetisi di PIMNAS. Pendampingan itu dimulai sejak proposal lolos pendanaan hingga delegasi yang lolos PIMNAS diberikan pendampingan berupa pemantapan materi presentasi, penyusunan laporan akhir hingga konaultasi desain poster.

“Pendampingan itu telah kami laksanakan sejak pendanaan hingga PIMNAS berakhir. Harapannya UII mampu mendapatkan hasil maksimal dalam PIMNAS ini,” ujarnya.

Arif Fajar menambahkan dari 460 tim yang ikut berlaga, harapannya delegasi dari UII mampu menyumbang medali emas. Melihat dari hasil tahun lalu, dengan meraih medali emas dapat mendongkrak posisi akhir PIMNAS. “Dari 5 tim yang akan berkompetisi, semoga dapat memberikan usaha yang maksimal dan mampu memberikan hasil terbaik,” tambahnya. (ENI/RS)