PKM UII Ingin Angkat Pamor Wisata Salak dan Alam di Desa Bangunkerto, Sleman

Seperti yang diketahui PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) merupakan sarana dan wadah dari Menristekdikti untuk menampung ide-ide maupun aspirasi Mahasiswa dibidang akademik guna mencapai tujuan tertentu. Bentuk implementasi penyaluran ide-ide maupun aspirasi Mahasiswa melalui PKM dikelompokkan menjadi lima bidang, salah satunya adalah PKM-M (Pekan Kreativitas Mahasiswa-Bidang Pengabdian Masyarakat). Implementasi dari PKM-M ini dilakukan oleh Mahasiswa Teknik Industri UII yang beranggotakan lima orang, dengan mengangkat judul “NATURIEZM (Nature of Turi Involve Zalacca and Tourism) di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta”.

Untuk melaksanakan program PKM-M NATURIEZM, maka dibentukklah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan Desa Bangunkerto dan pengolahan buah salak. Pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan program ini secara umum tentunya adalah Masyarakat Desa Bangunkerto berserta Perangkat Desa Bangunkerto. Secara khusus, diperuntukkan kepada Ibu-Ibu Rumah Tangga dan Perangkat Desa Bangunkerto.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu rangkaian pertama adalah sosialisasi mengenai program PKM-M kepada Masyarakat Desa Bangunkerto pada pertemuan rutin bulanan UKM Desa Bangunkerto yang dilaksanakan di salah satu kediaman warga desa tersebut. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilakukan kedepannya. Setelah itu, menuju ke rangkaian kedua, yaitu sosialisasi chivours merupakan inovasi keripik salak berbagai macam rasa (green tea, strawberry, dan coklat) yang dilakukan dengan Ibu-Ibu Rumah Tangga di salah satu kediaman warga desa tersebut. Bentuk dari sosialisasi ini adalah memberikan tutorial membuat keripik salak berbagai macam rasa yang kemudian diparktekkan oleh Ibu-Ibu.

Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa produk harus selalu diberikan inovasi agar tetap berkembang dan ‘hidup’. Kemudian, pada rangkaian ketiga adalah sosialisasi mengenai packaging yang dilakukan dengan UKM Desa Bangunkerto dan salah satu Perangkat Desa Bangunkerto. Rangkaian kegiatan yang keempat ini merupakan sosialisasi dan pembuatan media sosial. Hal ini dilakukan juga dengan UKM Desa Bangunkerto dan salah satu Perangkat Desa Bangunkerto.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan dan cara pengimplementasiannya yang berkaitan dengan strategi pemasaran dengan tag line “Low Budget High Impact”. Kemudian, rangkaian selanjutnya yaitu pembuatan website dan sosialisasi website kepada Perangkat Desa Bangunkerto. Pada rangkaian ini, masih dalam tahap pembuatan website dan  konsultasi kepada pihak Desa Bangunkerto dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Pelaksanaan sosialisasi tersebut dilakukan penyesuaian dengan pembuatan website. Sangat diperlukannya sosialisasi tersebut dikarenakan untuk mengenalkan Desa Bangunkerto kepada masyarakat luar dari sisi alam dan tourism-nya. Sehingga, dengan seperti itu, dapat memberikan banyak keuntungan bagi Desa Bangunkerto, dari segi ekonomi, pengembangan tourism¬-nya, hingga tentunya sumber daya manusianya agar mampu bersaing di era global ini.

Save