,

Prof. Sardjito Berkontribusi Dalam Pembangunan Politik Nasional

Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH., Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Periode 1964-1970, dinilai layak dan pantas ditetapkan sebagai seorang “Pahlawan Nasional”. Kontribusi besar dalam pembangunan politik nasional telah disumbangkan terutama dalam hal penguatan jati diri bangsa dalam kerangka ideologi negara, Pancasila.

Demikian disampaikan Guru Besar Hukum Tata Negara UII, Prof. Dr. Moh. Mahfud MD SH., SU. Saat menjadi pembicara pada seminar nasional dalam rangka pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Prof. Dr. M. Sardjito, MPH di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2). Turut hadir sebagai keynote speaker Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Disampaikan Prof. Mahfud MD, jika berpolitik diartikan sebagai kegiatan bernegara, sosok Prof. Sardjito turut berperan dalam perjuangan pembangunan politik nasional. Dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan, Ia pernah aktif di organisasi kebangsaan yang terkenal sebagai gerakan yang membangun kesadaran nasionalisme Indonesia yakni Boedi Oetomo.

“Keterlibatan Prof. Sardjito di dalam Boedi Oetomo ini bisa disebut sebagai kiprahnya dalam gerakan politik untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Prof. Mahfud MD juga menegaskan peran dan kontribusi Prof. Sardjito dalam politik inspiratif. Pertama, sikap dan langkahnya dalam ikut menbulatkan Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan; Kedua, sikap dan langkahnya dalam menguatkan pandangan  yang ditanamkan di dunia pendidikan bahwa produk perguruan tinggi di Indonesia haruslah sarjana-sarjana yang mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara di lapangan mana pun.

Menurut Prof. Mahfud MD, sosok Prof Sardjito yang juga merupakan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) pata tahun 1950-1961, sangat kuat memerankan posisi dirinya di ranah high politics dengan memantapkan masalah penting dan mendasar dalam kehidupan politik berbangsa dan bernegara.

“Menguatkan Pancasila sebagai dasar ideologi negara guna mencapai tujuan didirikannya negara yakni membangun kesejahteraan rakyat sesuai dengan arah yang digariskan di dalam Pembukaan dan Pasal-pasal UUD 1945,” paparnya.

Selain itu disampaikan Prof. Mahfud MD, dari peran-peran yang dimainkan Prof Sardjito selama hidup terutama di dunia pendidikan tinggi kita bisa memotret bahwa Prof. Sardjito telah memainkan peran politik inspiratifnya. Prof. Sardjito menggariskan bahwa UGM mendidik tenaga ahli atau sarjana yang sujana atau budiman yang sarjana yang mengabdikan dirinya pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Menurut Prof. Sardjito tamatan UGM harus menjadi ilmuwan yang berbudi dan budiman yang berilmu.

“Di lingkungan UII yang pernah dipimpin oleh Prof. Sardjito, pernyataan Prof. Sardjito dipopulerkan dengan narasi “Sarjana yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah,” ujar Prof. Mahfud MD.