• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Ramai-Ramai Mengecam Hubungan Diplomatik Israel-UEA
Berita Kegiatan

Ramai-Ramai Mengecam Hubungan Diplomatik Israel-UEA

Normalisasi hubungan diplomatik Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) pada 13 Agustus 2020 silam sontak membuat kehebohan di dunia internasional. Muncul pro dan kontra dari negara mayoritas muslim yang selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Dalam kalangan mahasiswa prodi Hubungan Internasional tentu saja keadaan ini menjadi isu yang menarik. Prodi HI FPSB UII memberikan wadah melalui ngalirtalk melalui kanal YouTube dengan menggandeng 3 pemateri untuk menyampaikan pendapatnya dengan tema “Persahabatan Israel dan UEA: Bagaimana dengan Negara Islam Lain?”.

Pembicara pertama, Dr. Muhammad Zulfikar Rahmat, Ph.D mengawalinya dengan mengupas latar belakang hubungan Israel dan UEA beberapa tahun ke belakang. Menurutnya, normalisasi ini sebenarnya sudah lama ditunggu banyak orang. “Jadi normalisasi ini hanyalah sebuah event yang memformalisasi antara hubungan keduanya. UEA sendiri dari segi militer dan ekonomi sangat diuntungkan”, katanya.

Ia menambahkan dari segi geopolitik, perkembangan Iran cukup mengkhawatirkan sehingga UEA mulai mencari teman. Pada krisis teluk dahulu terdapat perselisihan antara Qatar dan UEA. Jika Qatar sangat pro-Islam, namun UEA ingin mendorong pandangan yang tidak terlalu kuat pada Islam sehingga menjalin hubungan baik dengan Israel.

“UEA sejak beberapa tahun lalu berinvestasi di Israel. Secara tidak langsung juga terdapat investasi UEA di Amerika Serikat. Sejak normalisasi, Donald Trump memperbolehkan perusahaan UEA untuk menjalankan proyeknya. Faktor normalisasi ini sangat luas, dan hal yang dilakukan UEA adalah wajar jika kita berbicara terkait national interest”, imbuhnya lagi.

Sedangkan, Muhammad Rezky Utama, M.Si menyampaikan pada 2015 lalu Israel juga pernah mengumumkan memiliki hubungan diplomatik dengan UEA. “Ada kesempatan bagi Israel dapat membentuk hubungan diplomatik dengan negara sekitarnya, dimulai UEA dan target selanjutnya Oman. Meskipun hingga sekarang Oman belum memberikan klarifikasi terkait itu. Di sini sebenarnya karena adanya satu musuh bersama yaitu Iran yang membuat hubungan UEA dan Israel semakin erat”, ujarnya menguatkan pandangan pemateri sebelumnya.

Pemateri terakhir, Gustri Eni Putri, M.A., menyampaikan penolakan beberapa negara seperti Palestina, Turki, Iran, dll terhadap normalisasi UEA dengan Israel. Iran merasa normalisasi hubungan kedua negara tersebut akan mengganggu stabilitas keamanannya sehingga ia sangat melarang dengan keras. Iran juga was-was jika wilayah UEA dapat digunakan oleh Israel untuk menyerang Iran karena jarak UEA yang sangat dekat.

Adapun Turki menolak normalisasi ini karena akan merugikannya di bidang ekonomi. Jika dilihat hubungan UEA dan Israel akan mempengaruhi kondisi di laut tengah. UEA diprediksi akan membantu pembangunan pipa bawah laut yang menjadi proyek Israel. Ini berpotensi menyaingi proyek Turki dan Libya yang akan mengalirkan gas ke Eropa. Sedangkan Palestina akan merasa sangat ditinggalkan oleh UEA karena adanya hubungan normalisasi terhadap kedua negara tersebut. Sebelumnya sudah ada contoh Mesir dan Yordania yang melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Kemudian disusul oleh UEA di mana hubungan ini merubah banyak hal. (FNJ/ESP)

15 Agustus 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/08/bendera-uea-israel-uii.jpg 380 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-08-15 16:29:342021-08-12 13:15:19Ramai-Ramai Mengecam Hubungan Diplomatik Israel-UEA

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Persiapan Perang Ghazwah Mut’ah Link to: Persiapan Perang Ghazwah Mut’ah Persiapan Perang Ghazwah Mut’ah Link to: Inilah Nilai Plus Menjadi Mahasiswa Program Internasional Link to: Inilah Nilai Plus Menjadi Mahasiswa Program Internasional Inilah Nilai Plus Menjadi Mahasiswa Program Internasional Scroll to top Scroll to top Scroll to top