Kepergian salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK RI, Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M., meninggalkan duka mendalam tak hanya bagi keluarga besar Universitas Islam Indonesia (UII), namun juga bangsa Indonesia. Keluarga besar UII mengadakan upacara pemakaman almarhum bertempat di Makam Keluarga Besar UII, kampus terpadu pada Senin (1/3) pukul 10.00 WIB. Sebelumnya jenazah almarhum disemayamkan di Auditorium Abdulkahar Muzakkir UII untuk menerima penghormatan terakhir dari segenap pelayat.

Almarhum Artidjo merupakan alumni Fakultas Hukum UII yang dikenal sebagai sosok yang penuh integritas. Konsistensinya dalam menegakkan hukum patut menjadi contoh bagi seluruh penerus bangsa ini.

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo turut hadir untuk menyampaikan duka sekaligus menyolatkan almarhum. “Kemarin hari Minggu telah berpulang ke Rahmatullah beliau Bapak Artidjo Alkostar. Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa, penegak hukum, Hakim Agung, Dewan Pengawas KPK, yang sangat rajin, jujur, dan memiliki integritas yang tinggi”, ungkap Presiden.

Presiden Jokowi juga memberikan doanya untuk almarhum. “Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Atas nama pemerintah kami menyampaikan duka cita yang mendalam”, imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, Ph.D juga mempunyai kesan mendalam tentang sosok almarhum. Ia mengamini bahwa Artidjo adalah teladan bagi sivitas akademika dalam banyak hal, khususnya keberanian, konsistensi, integritas, dan juga kesederhanaan pribadinya.

“Beliau meskipun sibuk di Jakarta, masih meluangkan waktu untuk mengajar di Fakultas Hukum UII. Dan bagi beliau, mengajar di UII adalah membayar hutang sejarah UII yang harus dilunasi. Setiap kelas yang diajar beliau, banyak inspirasi yang tersebar, semua muridnya nampaknya sepakat bahwa beliau menjadi teladan menjaga komitmen untuk menebarkan inspirasi untuk para mahasiswa. Sehingga kami berdoa mudah-mudahan beliau dimudahkan Allah dalam perjalanannya  menuju surga-Nya”, ungkap Rektor.

Ia turut mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menjadikan almarhum Artidjo sebagai teladan. “Sekali lagi pak Ar tidak hanya milik UII, pak Ar adalah milik bangsa ini. Inspirasi dan teladannya tidak hanya bagi kami, tapi untuk seluruh bangsa ini. Karenanya kami memohon kepada seluruh bangsa Indonesia untuk bersama kami mendoakan”, tutupnya.

Di mata keluarga, almarhum dikenal sebagai sosok yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kesederhanaan di kesehariannya. Disampaikan oleh perwakilan pihak keluarga, Ari Yusuf Amir, almarhum selalu mengajarkan untuk memiliki sikap yang berani dalam mengatakan kejujuran.

Kesederhanaan almarhum Ardjito pun juga terasa dalam lingkungan kerjanya. “Beliau adalah sosok yang sangat sederhana, humble, rendah hati, dan beliau memegang prinsip menerima apa yang telah diberikan”. Ujar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Komjen Firli Bahuri.

Rencananya, keluarga besar UII juga akan menggelar doa bersama secara daring pada Senin, 1 Maret 2021 pukul 18.30. Doa bersama tersebut dapat diikuti melalui platform Zoom Meetings di tautan https://uii.zoom.us/j/96353092079 dengan memasukkan Meeting ID: 963 5309 2079 dan Passcode: 311171. (VTR/ESP)