Webinar UII - Investasi di Indonesia - Kepedulian UII - muslim rohingya

Penerapan physical distancing di tengah wabah Covid-19 menyebabkan naiknya volume penjualan yang dilakukan oleh perusahaan e-commerce di Indonesia. Seiring meningkatnya jumlah kasus Covid-19, masyarakat lebih memilih untuk berbelanja secara online agar kebutuhan hidupnya terpenuhi dan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyebaran virus apabila harus pergi berbelanja secara langsung ke pusat perbelanjaan. Disisi lain berbagai macam promo yang ditawarkan oleh perusahaan e-commerce membuat para pelanggan tertarik untuk membeli, jika ketertarikan ini tidak disikapi dengan bijak, maka hal yang akan terjadi adalah pemborosan.

Hal tersebut menjadi topik bahasan dalam diskusi berjudul Yuk! Kelola Uang dan Waktu dengan Baik di Masa Pandemi melalui siaran langsung di akun resmi Instagram Univeritas Islam Indonesia (@uiiyogyakarta), pada Rabu (13/5). Sebagai pembicara dihadirkan Aidha Trisanty, S.E., M.M., dosen Program Studi Perbankan dan Keuangan, Program Diploma III Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Islam Indonesia.

Menurut Aidha Trisanty cara pertama yang bisa diambil adalah berhati-hati dengan memikirkan kembali skala prioritas dengan membedakan kebutuhan dengan keinginan. “Tidak semua diskon harus dibeli, dengan bersikap bijak dan mampu membedakan antara apa yang kita butuhkan dan apa yang belum diperlukan, sehingga kita bisa berhemat dan menyimpan kembali uang kita, baik dengan cara menabung atau bahkan berinvestasi,” ujarnya.

Kemudian cara yang kedua adalah dengan mencatat segala pengeluaran, sehingga kita bisa mengoreksi kembali apa saja yang telah kita beli. Cara ini bisa memunculkan kesadaran diri terhadap uang yang telah dikeluarkan baik harian, mingguan bahkan bulanan. “pengeluaran itu perlu dicatat, sehingga kita bisa mengintrospeksi diri setelah mengeluarkan uang, karena pengeluaran dengan jumlah kecil tidak akan dirasa. Maka dengan mencatat mampu mengoreksi kembali sebesar apa jumlah pengeluaran atas uang yang kita punya,” ujarnya.

Aidha Trisanty menambahkan, dengan melihat apa yang terjadi dengan orang-orang sekitar yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi ini, bisa dijadikan cara untuk menahan keinginan membelanjakan barang yang sekiranya tidak penting. Ia juga menekankan pentingnya mengelola sensitifitas kita terhadap lingkungan sekitar dalam keadaan pandemi covid-19 seperti sekarang ini, dan pentingnya berbagi terhadap sesama sehingga mampu mengurangi beban orang yang lebih membutuhkan. (HA/RS)