,

UII Bersama MER-C Salurkan Bantuan ke Palestina

Universitas islam Indonesia (UII) kembali berikhtiar turut serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Palestina, khususnya di Jalur Gaza yang saat ini tengah menghadapi situasi krisis karena serangan Israel. Ikhtiar tersebut diimplementasikan dengan disalurkannya dana sejumlah 500 juta rupiah melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Selasa (7/11).

Secara simbolis bantuan disampaikan oleh Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. didampingi Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. kepada Site Manager Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina, Eddy Wahyudi di Gedung Sardjito Kampus Terpadu UII. Dana bantuan yang dihimpun UII selanjutnya akan dialokasikan untuk kepentingan Rumah Sakit Indonesia di Palestina dan menyokong keperluan lain warga setempat.

Fathul Wahid menyampaikan terima kasih pada MER-C, terlebih khusus pada Eddy Wahyudi karena telah berkenan berkunjung serta menyalurkan dana yang telah dikumpulkan oleh UII. Dana ini menurutnya, dihimpun melalui berbagai cara, seperti Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII serta jaringan Rumah Sakit JIH, Ikatan Keluarga Alumni UII Riau, melalui pemotongan gaji secara sukarela, dan donasi terbuka UIIPeduli.

“Salah satu sumber dana bantuan juga berasal dari imbauan rektor kepada para dosen dan tenaga pendidik di lingkungan universitas untuk memerintahkan rektor agar memotong gajinya,” sebut Fathul Wahid.

Lebih lanjut, Fathul Wahid menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya, mewakili keluarga UII untuk segenap donatur yang telah berkenan bergabung dalam misi mulia ini. Ia juga berharap bahwa bantuan kemanusiaan ini nantinya dapat memberikan tebaran manfaat bagi warga Palestina.

Terakhir, Fathul Wahid juga mengajak keluarga besar UII untuk senantiasa mendoakan saudara-saudara di Palestina, termasuk para relawan dari MER-C yang tengah berada dan akan diberangkatkan ke sana dalam misi kemanusiaan.

“Kami berdo’a, kami berharap, kami memohon kepada Allah, relawan MER-C yang insyaallah sebentar lagi akan diberangkatkan kembali ke Gaza, dimudahkan perjalanannya oleh Allah Swt.,  menjalankan tugasnya dengan baik, dan insyaallah kembali dengan selamat,” harapnya

“Kita semua berharap semoga krisis yang terjadi di Gaza segera berakhir secara permanen dan semuanya dapat melanjutkan hidup yang penuh keberkahan di masa yang akan datang,” imbuh Fathul Wahid.

Sementara Eddy Wahyudi selepas sesi serah terima juga memberikan tanggapan yang senada. Ia merasa bersyukur dengan keterbukaan serta kepercayaan UII pada MER-C untuk menyalurkan himpunan dana bantuan ini. Pria yang telah giat mewartakan keadaan di Gaza sejak tahun 2011 ini menuturkan bahwa warga Palestina sangat menghargai dan mensyukuri bantuan-bantuan yang diberikan oleh Indonesia yang sudah mereka anggap sebagai negara tetangga dan saudara.

Tidak lupa, Eddy Wahyudi juga meminta dukungan dan doa untuk kelancaran dan kemudahan penyaluran bantuan ini. Ia memaparkan bahwa selain tiga orang relawan yang sekarang masih berada di Palestina, MER-C juga berencana akan memberangkatkan sejumlah relawan, tim medis, serta tim engineering untuk menyokong fasilitas Rumah Sakit Indonesia di sana. Tim engineering nantinya diharapkan dapat berperan pada pengembangan kapasitas rumah sakit, bidang poli, rawat jalan, serta pusat pelatihan.

“Kami juga mohon do’anya, untuk relawan yang masih tinggal di sana. Ada tiga relawan MER-C yang masih tinggal untuk membatu rakyat dan bangsa Palestina, khususnya di Rumah Sakit Indonesia, mudah-mudahan diberi kekuatan, kesehatan, dan keselamatan,” tuturnya.

Pengiriman tim medis dan engineering ini, menurut Eddy Wahyudi, juga bertujuan untuk menambah semangat tim dokter yang telah bertugas di sana. Dalam masa-masa sulit penugasan mereka, bantuan semacam ini akan memiliki arti yang sangat besar. (HM/RS)